Korban Beberkan Modus Agus Hartono Ganti Nama di Sertifikat Tanah

Dwi Bowo Raharjo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 29 April 2021 | 21:29 WIB
Korban Beberkan Modus Agus Hartono Ganti Nama di Sertifikat Tanah
Orang-orang yang mengaku menjadi korban penipuan mafia tanah Agus Hartono yang nilainya mencapai Rp95 miliar. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Heri Nugroho menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan Agus Hartono. Heri kini tengah memperjuangkan agar tanah warisan apa yang menjadi haknya kembali.

Hari adalah satu dari sembilan warga asal Salatiga, Jawa Tengah yang menjadi korban dugaan penipuan pembelian tanah oleh Agus Hartono. Sisa pembayaran tanahnya senilai sekitar Rp 500 juta tak jelas.

Awalnya Agus Hartono kata Hari, menyatakan ingin membeli sebidang tanah miliknya dan sembilan warga lainnya di Desa Kumpulrejo, Salatiga, Jawa Tengah, sekitar tahun 2016.

“Waktu itu kami dikumpulkan di salah satu rumah korban lainnya. Ditanya, kalau kami mau jual tanah, ya betul, kami jawab,” kata Hari saat ditemui Suara.com di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021).

Pada saat pertemuan itu kesepakatan harga pun ditentukan, untuk Hari tanah warisan miliknya yang berukuran 1.125 meter persegi dihargai sekitar Rp 731 juta. Namun pembayaran tidak langsung dilaksanakan sepenuhnya.

“Kemudian anak buahnya (Agus Hartono) memberikan DP (uang muka) bahwasanya kita benar-benar mau menjual tanah itu,” terangnya.

Hari pun menerima uang muka sekitar Rp 215 juta dari Agus Hartono, dengan janji sisa pembayaran sekitar Rp 500 juta lagi dibayarkan secara tiga kali.

Meski pembayaran belum lunas, pihak Agus Hartono sudah meminta sertifikat tanah Hari dan sembilan warga lainnya, dengan alasan untuk diperiksa keasliannya di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Sertifikat kami kasih, tapi waktu itu kami diminta tanda tangani prangko kosong, kurang lebih tiga lembar. Itu saya tanya, kata mereka nanti untuk kesepakatan untuk buat perjanjian pembayaran,” kata Hari.

“Tahu-tahu setelah pembayaran itu kami di bawa ke bank, katanya untuk membuka rekening, untuk sistem pembayarannya harus melalui transfer bank dalam waktu tempo 3 kali pembayaran,” sambungnya.

Setelah itu, tanpa sepengetahuan Hari dan sembilan warga lainnya sertifikat tanah milik mereka telah berganti nama, menjadi nama Agus Hartono.

“Tapi saat ini (tanahnya) masih kami garap, sudah dibalik nama, tanpa sepengetahuan kami. Sementara pembayaran belum lunas,” kata Hari.

Hari beserta warga lainnya bukan tak berusaha menemui Agus Hartono, namun selalu dijanjikan akan segera dilunaskan.

“Kita sudah pernah ketemu orangnya berembuk, kapan mau dilunasi, dia cuma bilang satu dua bulan lagi,” kata Hari.

baca juga

Namun karena tidak adanya keseriusan dari Agus Hartono, Hari pun melaporkannya ke Polda Jawa Tengah, namun tidak menemukan titik terang.

“Hasilnya tidak pernah ditindaklanjuti,” ujar Hari.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Agus Hartono diduga melakukan penipuan dengan nilai fantastis, yakni mencapai Rp 95 miliar.

Praktik dugaan penipuan ini dilakukan Agus lintas provinsi dan kota di pulau Jawa, dengan modus berpura-pura ingin membeli tanah para korbannya.

“Kalau semuanya ini kan ada kelompok Salatiga, Yogyakarta, Semarang semuanya itu lebih Rp 95 miliar,” kata Lukmanul Hakim, kuasa hukum para korban, di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021).

Berdasarkan informasi yang digali Lukmanul, sejumlah kasus penipuan yang dilakukan Agus terjadi pada 2016 lalu. Awalnya, Agus mendatangi para korban dengan dalih membeli tanah mereka.

“Agus Hartono menggunakan modus pura-pura membeli tanah korban, dengan cara memberikan uang muka terlebih dahulu. Lalu setelah itu pihak Agus meminta sertifikat tanah dengan alasan dibalik nama, dengan rayuan dan modus bahwa pelunasan akan dilakukan setelah dari bank cair,” jelas Lukmanul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditipu Rp95 M, Para Korban Percaya Agus Hartono Anak Miliader di Semarang

Ditipu Rp95 M, Para Korban Percaya Agus Hartono Anak Miliader di Semarang

News | Kamis, 29 April 2021 | 16:47 WIB

Capai Rp95 M, Agus Hartono Diduga Tipu Sejumlah Orang Modus Beli Tanah

Capai Rp95 M, Agus Hartono Diduga Tipu Sejumlah Orang Modus Beli Tanah

News | Kamis, 29 April 2021 | 16:23 WIB

1500 Bidang Tanah Pertanian di Gowa Akan Dibuatkan Sertifikat

1500 Bidang Tanah Pertanian di Gowa Akan Dibuatkan Sertifikat

Sulsel | Rabu, 07 April 2021 | 05:00 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×