Cari Tabung Oksigen di Twitter untuk Kakek Sekarat Malah Terancam Dipenjara

Siswanto, BBC

Jum'at, 30 April 2021 | 08:23 WIB
Cari Tabung Oksigen di Twitter untuk Kakek Sekarat Malah Terancam Dipenjara
BBC

Suara.com - Senin lalu, Shashank Yadav, pria berusia 26 tahun yang tinggal di salah satu wilayah yang paling parah dengan penularan Covid di India, memutuskan untuk mengirim pesan lewat Twitter.

"Butuh tabung oksigen sesegera mungkin," cuitnya sambil men-tag-nya ke akun bintang Bollywood, Sonu Sood. Dia butuh tabung oksigen untuk kakeknya yang sekarat.

Cuitan Yadav lalu diteruskan lagi oleh seorang temannya, yang juga menghubungi seorang jurnalis The Wire, yang lalu menyebarluaskan pesan itu seperti yang dilakukan banyak warganet di India di tengah krisis Covid.

Namun, Yadav malah berurusan dengan polisi karena dituduh menyebarkan rumor soal kekurangan oksigen.

Kepolisian negara bagian Uttar Pradesh menuding Yadav bermaksud menyebar ketakutan di masyarakat atau memicu kekhawatiran publik.

Yadav tidak menyebut Covid-19 dalam cuitan singkatnya. Namun kini terancam dipenjara.

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian yang paling terdampak pandemi Covid-19 di India.

Menteri utama negara bagian ini, Yogi Adityanath, dituduh meremehkan krisis yang dipicu virus corona.

Awal pekan ini, Adityanath yang merupakan sekutu sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi, mendesak polisi menyita rumah penyebar desas-desus dan propaganda soal pandemi.

baca juga

Adityanath berkata, tidak ada satu pun rumah sakit di negara bagiannya yang kekurangan oksigen. Ia mengutarakan itu walau jatuhnya sistem kesehatan di Uttar Pradesh terlihat jelas.

'Informasi menyesatkan'

Kepolisian di kota Amethi menuding "cuitan bohong" Yadav mendorong banyak orang melempar sejumlah tuduhan terhadap pemerintah.

Kepolisian mengajukan tuntutan pidana terhadap Yadav, Selasa (27/04).

"Perkara Shashank Yadav dibuka karena dia menyebarkan informasi menyesatkan," kata Arpit Kapoor, seorang perwira polisi senior di Amethi, sebagaimana dilaporkan Indian Express.

Sejumlah kalangan melempar kritik bahwa langkah kepolisian itu mencerminkan kebebasan sipil dan kebebasan berbicara yang semakin terbatas di India selama beberapa tahun terakhir.

Yadav mengunggah cuitan yang dipersoalkan itu Senin lalu. Dia berkata sangat membutuhkan tabung oksigen.

Dalam cuitannya, Yadav menyertakan akun Twitter milik aktor Bollywood, Sonu Sood. Yadav tidak menyebut penyakit apa yang diderita kakeknya.

https://twitter.com/shashankdy999/status/1386683781956870145


Cuitan Yadav itu lalu diunggah ulang oleh seorang temannya yang juga menghubungi jurnalis di Wire.

Jurnalis itu memperkuat cuitan Yadav, seperti yang dilakukan banyak orang terkemuka lainnya di India selama pandemi.

Smithi Imrani, anggota parlemen yang berasal dari Kota Amethi, ditandai dalam cuitan tersebut.

Tak lama setelahnya dia berkata telah berusaha menghubungi Yadav dan memberi tahu persoalan tabung oksigen itu ke pejabat setempat.

Imrani belum berkomentar sejak Yadav diperkarakan polisi.

https://twitter.com/smritiirani/status/1386763271835774980?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1386763271835774980%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fthewire.in%2Fgovernment%2Famethi-up-police-arfa-khanum-sherwani-oxygen-smriti-irani


Kakek Yadav meninggal, Senin malam lalu, diduga karena serangan jantung. Pejabat setempat menyebut kakek itu tidak menderita Covid-19.

Namun kepastian medis terkait kematiannya belum jelas.

Tekanan terhadap Perdana Menteri India, Narendra Modi, terkait krisis Covid-19 semakin meningkat.

Awal pekan ini kemarahan publik mencuat setelah Modi memerintahkan Twitter menghapus unggahan berisi kritik terhadap kebijakannya.


Jumlah kasus Covid-19 dipertanyakan

Oleh Geeta Pandey, wartawan BBC News di Delhi

Otoritas kesehatan lokal bulan April ini menyebut dalam suatu hari terdapat 68 orang meninggal di seluruh Uttar Pradesh akibat Covid-19.

Namun sebuah surat kabar memuat pernyataan pejabat lainnya bahwa hari itu mereka mencatat 98 pemakaman Covid-19, hanya di ibu kota Uttar Pradesh.

Selain itu, banyak prosesi kremasi juga berlangsung di Kota Varanasi, Allahabad, Kanpur, dan berbagai kota lainnya.

Melihat situasi di lapangan, Anda akan mengerti mengapa banyak yang percaya bahwa jumlah kasus positif dan kematian jauh dari angka sebenarnya.

Dan ini baru situasi di satu negara bagian di India, tidak termasuk 27 lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Musnahkan 100 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa

India Musnahkan 100 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Terkini

Review Beware Boiuna: Teror Monster Raksasa Amazon yang Penuh Ketegangan!

Review Beware Boiuna: Teror Monster Raksasa Amazon yang Penuh Ketegangan!

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Lapor ke Prabowo, Airlangga dan Suahasil Kompak Klaim Ekonomi RI Masih Stabil

Lapor ke Prabowo, Airlangga dan Suahasil Kompak Klaim Ekonomi RI Masih Stabil

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Tak Cukup Cabut KJP, DPRD DKI Usul Bansos Seluruh Keluarga Pelaku Tawuran Disetop

Tak Cukup Cabut KJP, DPRD DKI Usul Bansos Seluruh Keluarga Pelaku Tawuran Disetop

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Rezky Aditya hingga Jerome Polin Siap Ramaikan Celebrity Padel Competition 2026

Rezky Aditya hingga Jerome Polin Siap Ramaikan Celebrity Padel Competition 2026

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Bitcoin Cs Naik, Indeks CFX10 Menguat Lagi 0,71 Persen

Bitcoin Cs Naik, Indeks CFX10 Menguat Lagi 0,71 Persen

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Susahnya Memanggil Nusron Wahid: Mangkir dari KPK, Malah Terbang ke Malaysia

Susahnya Memanggil Nusron Wahid: Mangkir dari KPK, Malah Terbang ke Malaysia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sebanyak 80 Saham Bermasalah Akan Didepak dari IHSG

Sebanyak 80 Saham Bermasalah Akan Didepak dari IHSG

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Buku Prabowo Dibagikan Gratis di CFD Thamrin, Warga Titip Pesan Tak Terduga

Buku Prabowo Dibagikan Gratis di CFD Thamrin, Warga Titip Pesan Tak Terduga

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Dari IKN hingga Bursa, Jejak Bisnis Prajogo dan Franky Disorot

Dari IKN hingga Bursa, Jejak Bisnis Prajogo dan Franky Disorot

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:39 WIB

×