facebook

Cerita Akad Nikah Najwa Shihab, Panitia Nangis Sesegukan di Depan Rizieq

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Cerita Akad Nikah Najwa Shihab, Panitia Nangis Sesegukan di Depan Rizieq
Penampakan para saksi yang dihadirkan tim pengacara Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait kasus kerumunan. (Suara.com/Bagaskara)

"Dan saya bingung mengatakan apakah saya ini harus mengucapkan syukur atau saya harus mengucapkan istighfar..."

Suara.com - Ketua Pantia Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab, Haris Ubaidillah menangis sesegukan dalam ruang sidang perkara kasus kerumunan Petamburan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (3/5/2021). 

Haris menangis lantaran merasa menyesal telah mengusulkan acara pernikahan putri Rizieq yakni Najwa Shihab digabung dengan acara peringatan maulid pada 14 November 2020 silam. 

Awalnya jaksa penuntut umum atau JPU bertanya kepada Haris yang menjadi saksi dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa. Jaksa menanyakan soal mekanisme acara mana lebih dulu acara maulid digelar atau acara pernikahan. 

Haris kemudian memberikan jawabannya. Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf di depan Rizieq sambil menangis sesegukan. 

Baca Juga: Sebut Munarman Mirip HRS dalam Skandal Asmara, Ade: Allah Membuka Mata Kita

"Acara ini adalah acara peringatan baginda Nabi Muhammad SAW. Habib saya mohon maaf habib (nangis sesegukan) beliau mengatakan bahwasanya jadi pada saat rapat kiai Shabri (ketum FPI) mengatakan bahwasanya Habib Rizieq akan melaksanakan pernikahan (putrinya) secara terbatas saat itu kami mewakili panitia mengusulkan bagaimana kalau akad nikahnya saja seperti biasa dilakukan pada saat peringatan maulid," kata Haris sambil menangis. 

Kala pihaknya mengusulkan acara pernikahan putri Rizieq disatukan dengan acara maulid, Ketua Umum FPI saat itu Shabri Lubis terdiam tak memberikan jawaban. Shabri memilih menunggu konfirmasi dari Rizieq. 

Rizieq kemudian memberikan izin pernikahan putrinya disatukan dengan acara maulid. Hal itu kata Haris dengan catatan menerapkan protokol kesehatan. Haris mengaku bingung kala itu harus bersyukur atau menyesal. 

"Dan saya bingung mengatakan apakah saya ini harus mengucapkan syukur atau saya harus mengucapkan istighfar karena saat menyetujui dengan catatan menerapkan protokol kesehatan akhirnya akad nikah jadi dilaksanakan di panggung peringatan maulid," tuturnya. 

Sampai akhirnya acara resmi digelar pada 14 November 2020 lalu. Massa kemudian datang berkumpul tanpa diperkirakan. Pembacaan kitab maulid dilakukan terlebih dahulu, kemudian izab kabul pernikahan digelar. 

Baca Juga: Sebut HRS Tak Cerdas, Denny Siregar: FPI Organisasi Preman Jadi Radikal

"Setelah itu dilaksanakan peringatan maulid dan sambutan-sambutan acara tausyiah. Dan pada saat pelaksanaan tausyiah saya selaku ketua panitia betul-betul merasa ini tanggung jawab saya sehingga saya ketika memberikan sambutan selaku ketika panitia itu yang pertama kali saya ingatkan untuk menggunakan masker dengan benar," tuturnya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar