Sebanyak 400 Pasukan Setan Tunggu Instruksi Mabes TNI Berangkat ke Papua

Chandra Iswinarno

Rabu, 05 Mei 2021 | 14:29 WIB
Sebanyak 400 Pasukan Setan Tunggu Instruksi Mabes TNI Berangkat ke Papua
Pasukan Setan julukan untuk personel Yonif 315/Garuda yang siap diberangkatkan ke Papua untuk menumpas TPNPB-OPM. [Tangkapan layar Instagram]

Suara.com - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri FX Sri Wellyanto mengungkapkan ratusan anggota pasukan setan siap untuk menumpas kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM telah disiapkan. Mereka bakal diberangkatkan ke Papua setelah ada keputusan dari Mabes TNI. 

Willy mengatakan pasukan setan itu terdiri dari 400 prajurit TNI. Mereka dipersiapkan untuk memburu anggota TPNPB-OPM yang kini sudah ditetapkan pemerintah sebagai teroris. 

"(Keberangkatan) menunggu putusan pasti dari Mabes TNI," kata Willy saat dihubungi, Rabu (5/5/2021). 

Menurut Willy, pasukan tersebut akan langsung berangkat dalam satu kloter. 

Menurutnya, setibanya di Papua, pasukan setan akan didukung kekuatan tambahan pasukan dari Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih.  

"Jadi bergabung dengan korps di sana."

Pasukan Setan, tentu maksudnya bukan setan sebenarnya. Nama tersebut merupakan julukan untuk prajurit TNI dari Yonif 315/Garuda di bawah Kodam III Siliwangi.

Seperti dijelaskan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, pasukan ini mulai diberangkatkan ke Papua untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang belakangan disebut teroris itu sejak Selasa, 27 April 2021.

Selain itu, tugas pasukan Setan TNI ini untuk menjaga keamanan masyarakat dari serangan KKB. Sebelum pasukan ini diberangkatkan, Pangdam Siliwangi melakukan pengecekan personel di Markas Yonif Garuda Kota Bogor, Jawa Barat.

baca juga

Mayjen TNI Nugroho juga memastikan seluruh personel Yonif Garuda siap mengemban tugas negara mengamankan daerah rawan Papua. Mereka diminta menjalani tugas dengan rasa bangga.

"Pertahankan dan tingkatkan reputasi yang telah dimiliki, maka tidak ada alasan untuk gagal dalam operasi," kata Mayjen TNI Nugroho, dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Jumat (30/4/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Panjang Cap Teroris TPNPB, Orang Jawa di Papua Diancam Dimusnahkan

Buntut Panjang Cap Teroris TPNPB, Orang Jawa di Papua Diancam Dimusnahkan

Jabar | Senin, 03 Mei 2021 | 18:11 WIB

Ancam Pasukan TNI, Komisi I DPR: TPNPB-OPM Harus Diberantas Habis

Ancam Pasukan TNI, Komisi I DPR: TPNPB-OPM Harus Diberantas Habis

News | Senin, 03 Mei 2021 | 18:01 WIB

Disebut Teroris, TPNPB Ancam Habisi TNI-Polri dan Warga Jawa di Papua

Disebut Teroris, TPNPB Ancam Habisi TNI-Polri dan Warga Jawa di Papua

Sumbar | Senin, 03 Mei 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Momen Hakim Larang Pengunjung Live TikTok di Sidang Roy Suryo: Kalau Diulangi, Keluar

Momen Hakim Larang Pengunjung Live TikTok di Sidang Roy Suryo: Kalau Diulangi, Keluar

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:23 WIB

Rekor Sejak 2020, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Hampir 9 Persen Usai Pemilu AS

Rekor Sejak 2020, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Hampir 9 Persen Usai Pemilu AS

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:17 WIB

Sidang Eksepsi Kasus Pemerasan Rp168 M, Silmy Karim Kutip Al-Maidah dan Bantah Kena OTT

Sidang Eksepsi Kasus Pemerasan Rp168 M, Silmy Karim Kutip Al-Maidah dan Bantah Kena OTT

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:16 WIB

Ketika Feodalisme Berhadapan dengan Hak Rakyat, Jogja Istimewa untuk Siapa?

Ketika Feodalisme Berhadapan dengan Hak Rakyat, Jogja Istimewa untuk Siapa?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:15 WIB

Yordania Umumkan Pembatalan Duel Kontra Timnas Indonesia, PSSI yang Meminta

Yordania Umumkan Pembatalan Duel Kontra Timnas Indonesia, PSSI yang Meminta

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 17:14 WIB

Silmy Karim Bantah Terjaring OTT KPK: Saya Datang Sendiri, Bukan Tertangkap Tangan

Silmy Karim Bantah Terjaring OTT KPK: Saya Datang Sendiri, Bukan Tertangkap Tangan

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:11 WIB

Target Baru Harga Emas, Bisa Tembus Rekor Pada Pergantian Tahun

Target Baru Harga Emas, Bisa Tembus Rekor Pada Pergantian Tahun

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:10 WIB

Hyundai Garap Teknologi AI untuk Derek Beban Berat dan Off-Road

Hyundai Garap Teknologi AI untuk Derek Beban Berat dan Off-Road

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 17:10 WIB

Di Balik Kemudi Taksi, Ada Perempuan-Perempuan yang Berjuang Mengubah Masa Depan Keluarga

Di Balik Kemudi Taksi, Ada Perempuan-Perempuan yang Berjuang Mengubah Masa Depan Keluarga

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 17:08 WIB

Silmy Karim Akui Ada 'Uang Loket' di Imigrasi: Ada Jauh Sebelum Saya Menjabat!

Silmy Karim Akui Ada 'Uang Loket' di Imigrasi: Ada Jauh Sebelum Saya Menjabat!

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:07 WIB

×