Benjamin Netanyahu Tolak Konfrontasi untuk Tidak Membangun di Yerusalem

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 10 Mei 2021 | 12:58 WIB
Benjamin Netanyahu Tolak Konfrontasi untuk Tidak Membangun di Yerusalem
Benjamin Netanyahu.[Anadolu Agency]

Suara.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa ia menolak tekanan untuk tidak membangun di Yerusalem pasca kerusuhan yang terjadi di sekitar Masjid Al Aqsa.

Menyadur Al Jazeera, Senin (10/5/2021) komentar Benjamin Netanyahu datang setelah kementerian kehakiman Israel mengatakan akan menunda sidang penting pada hari Senin tentang kasus penduduk Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki.

"Dalam semua situasi dan sehubungan dengan permintaan jaksa agung, sidang reguler untuk besok, 10 Mei 2021 dibatalkan," katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan akan menjadwalkan sidang baru dalam waktu 30 hari.

Ketegangan di lingkungan Sheikh Jarrah tersebut telah memicu konfrontasi dari berbagai pihak dalam beberapa hari terakhir.

"Kami dengan tegas menolak tekanan untuk tidak membangun di Yerusalem. Saya menyesal, tekanan ini meningkat akhir-akhir ini," kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi sebelum peringatan nasional penjajahan Israel atas Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967.

"Saya juga mengatakan kepada yang terbaik dari teman-teman kita: Yerusalem adalah ibu kota Israel dan sama seperti setiap negara membangun ibu kotanya, kami juga memiliki hak untuk membangun di Yerusalem dan mengembangkan Yerusalem. Itulah yang telah kami lakukan dan itulah yang akan terus kami lakukan," tegas Netanyahu.

Petugas medis Palestina mengatakan setidaknya 90 orang terluka pada hari Sabtu setelah polisi Israel menindak pengunjuk rasa Palestina di luar Kota Tua Yerusalem Timur.

Tindakan keras itu terjadi ketika sekitar 90.000 jemaah Muslim berdoa di Masjid Al-Aqsa pada malam Lailatul Qadr saat bulan suci Ramadhan.

Kekerasan itu terjadi setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan melukai lebih dari 200 warga Palestina pada Jumat malam. Pasukan Israel mengatakan 17 perwira mereka terluka.

baca juga

Netanyahu mengatakan Israel mengizinkan kebebasan beribadah tetapi "kami tidak akan membiarkan elemen ekstremis mengganggu perdamaian di Yerusalem ... Kami tidak akan mengizinkan kerusuhan yang disertai kekerasan."

Akiva Eldar, seorang jurnalis dan penulis Israel, mengatakan kepada Al Jazeera: "Kami tidak memiliki lampu di ujung terowongan karena tidak ada proses perdamaian."

"Yerusalem Timur diduduki, itu bukan kedaulatan Israel di Yerusalem Timur, itu belum diakui oleh komunitas internasional jadi kami duduk di atas gunung berapi." sambungnya.

Secara terpisah, polisi Israel pada hari Minggu memberikan lampu hijau untuk diadakannya parade tahunan Hari Yerusalem.

Sekitar 30.000 pemukim Yahudi diharapkan berpartisipasi dalam pawai tersebut menuju Gerbang Damaskus di Kota Tua pada hari Senin.

Amos Gilad, mantan pejabat senior militer, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa parade harus dibatalkan atau dialihkan dari Gerbang Damaskus Kota Tua, kareba ada "tong mesiu terbakar dan dapat meledak kapan saja".

Parade pada hari Senin tersebut biasanya dihadiri oleh kaum nasionalis garis keras Israel dan secara luas dianggap provokatif.

Yerusalem Timur adalah salah satu wilayah yang diharapkan Palestina menjadi ibu kotanya di masa depan. Negosiasi kenegaraan yang disponsori AS dengan Israel terhenti pada 2014. Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibukotanya - status yang tidak diakui oleh internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangisan Dewi Sandra untuk Muslim di Palestina yang Diserang Israel

Tangisan Dewi Sandra untuk Muslim di Palestina yang Diserang Israel

Lampung | Senin, 10 Mei 2021 | 12:46 WIB

Dewi Sandra Menangis Saat Masjid Al Aqsa Diserang

Dewi Sandra Menangis Saat Masjid Al Aqsa Diserang

Entertainment | Senin, 10 Mei 2021 | 12:22 WIB

Diminta PBB Tahan Diri Serang Rumah Ibadah, Israel Malah Tambah Pasukan

Diminta PBB Tahan Diri Serang Rumah Ibadah, Israel Malah Tambah Pasukan

Batam | Senin, 10 Mei 2021 | 10:56 WIB

Terkini

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB