Memburuk, Kasus Kematian Harian Covid-19 di India Hampir 4 Ribu Jiwa

Erick Tanjung

Sabtu, 15 Mei 2021 | 15:29 WIB
Memburuk, Kasus Kematian Harian Covid-19 di India Hampir 4 Ribu Jiwa
Ilustrasi--Warga India yang meninggal karena Covid-19 di kremasi. [Antara/Reuters/Samuel Rajkumar/FOC/sa]

Suara.com - India melaporkan peningkatan yang lebih kecil dalam infeksi virus corona harian pada Sabtu (15/5/2021), tetapi kematian tetap mendekati angka 4.000 jiwa.

Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa tahun kedua pandemi bisa lebih buruk daripada tahun pertama.

Sehari terakhir, India memiliki 326.098 infeksi virus corona baru untuk kenaikan terendah dalam hampir tiga pekan. Sehingga kasus corona di negara itu menjadi 24,37 juta dengan 3.890 kasus kematian.

Tetapi pertumbuhan corona yang lambat mungkin mencerminkan tingkat pengujian yang lebih rendah, yang berada di level terendah sejak 9 Mei.

Di Jenewa, kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan tahun kedua pandemi ditetapkan menjadi lebih mematikan daripada tahun pertama, dengan India menjadi perhatian besar.

Pernyataan Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan daring pada Jumat lalu muncul setelah Perdana Menteri India Narendra Modi menyuarakan kewaspadaan atas penyebaran penyakit yang cepat melalui perdesaan yang luas.

Selama seminggu terakhir, negara Asia Selatan itu telah menambahkan sekitar 1,7 juta kasus baru dan lebih dari 20.000 kematian. Korban tewas mencapai 266.207, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan negaranya akan mempercepat program vaksinasi, untuk mencoba menahan varian India yang menyebar cepat yang dapat menghentikan pembukaan kembali ekonomi Inggris.

Komentar Johnson muncul segera setelah India menerima rekomendasi panel pemerintah untuk jeda yang lebih lama yaitu 12 hingga 16 minggu antara dosis pertama dan kedua vaksin AstraZeneca, dari enam hingga delapan minggu sekarang.

baca juga

Kasus terus menurun di negara bagian yang dilanda lonjakan awal infeksi, seperti negara bagian terkaya di Maharashtra dan negara bagian utara Delhi, setelah mereka memberlakukan penguncian yang ketat.

Tetapi negara bagian timur Benggala Barat, yang mengadakan pemilihan baru-baru ini, mengalami lonjakan terbesar dalam satu hari. Hal ini menunjukkan penurunan beban kasus secara keseluruhan mungkin membutuhkan waktu beberapa saat.

Infeksi di negara bagian asal Modi, Gujarat, turun di bawah 10.000 setelah empat pekan berturut-turut, tetapi para pejabat memperingatkan agar tidak ada relaksasi dalam pembatasan sampai mereka kembali ke level yang terlihat sebelum pecahnya gelombang kedua India pada pertengahan Februari. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: WHO Sebut Varian Virus B1617 Jadi Perhatian Dunia

Update Covid-19 Global: WHO Sebut Varian Virus B1617 Jadi Perhatian Dunia

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 10:02 WIB

Tsunami Covid-19 India, Produksi Maruti Suzuki Surut 7 Persen

Tsunami Covid-19 India, Produksi Maruti Suzuki Surut 7 Persen

Otomotif | Senin, 10 Mei 2021 | 09:56 WIB

Tsunami Covid-19 di India Berdampak Kekurangan Vaksin di Benua Afrika

Tsunami Covid-19 di India Berdampak Kekurangan Vaksin di Benua Afrika

Health | Minggu, 09 Mei 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

×