Tsunami Covid-19 di India Berdampak Kekurangan Vaksin di Benua Afrika

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 09 Mei 2021 | 19:11 WIB
Tsunami Covid-19 di India Berdampak Kekurangan Vaksin di Benua Afrika
Seorang perempuan menangis saat proses kremasi suaminya di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (5/5/2021) / [Antara - REUTERS/Adnan Abidi/hp/cfo (REUTERS/ADNAN ABIDI) ]

Suara.com - India dikenal sebagai produsen vaksin terbesar di dunia sejak puluhan tahun. Termasuk juga vaksin Covid-19 yang saat ini dibutuhkan oleh banyak negara untuk kendalikan pandemi. 

Tetapi tsunami Covid-19 yang mulai terjadi di India pada Maret lalu, membuat Pemerintah setempat membatasi ekspor vaksin Covid-19 dari pusat manufaktur raksasa. Hal itu untuk memenuhi beberapa kebutuhan negara yang lebih mendesak. Konsekuensinya banyak negara, terutama yang berpenghasilan rendah, berisiko alami kekurangan vaksin. 

Seperti yang terjadi di Kenya. Pada awal Maret, Kenya menerima lebih dari 1 juta dosis bantuan vaksin Covid-19 dari Vaccines Global Access, COVAX , inisiatif berbagi vaksin yang memberikan dosis gratis dan diskon untuk negara-negara berpenghasilan rendah. Kenya menjadi salah satu negara Afrika yang paling efisien memanfaatkan vaksin untuk kelompok berisiko.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Program COVAX sangat bergantung pada produsen vaksin India yang tidak lagi memasok program karena krisis Covid di sana. Pembatasan ekspor vaksin dari India dirasakan oleh warga Kenya yang kesulitan mencari vaksin diberbagaj fasilitas layanan kesehatan.

Beatrice Gatu, pensiunan sekretaris medis berusia 60 tahun, mengaku telah datang ke beberapa rumah sakit distrik untuk menemukan dosis vaksin Covid-19, tetapi habis. Mereka mengatakan dia harus mencoba rumah sakit Kenyatta, rumah sakit rujukan utama negara.

"Saya bangun jam lima pagi hanya untuk mempersiapkan diri datang ke tempat ini," katanya, setelah menerima vaksinnya, dikutip ari CNN.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta secara pribadi meyakinkan warga Kenya bahwa mereka bisa mendapatkan dosis kedua jika mereka telah menerima yang pertama.

Tapi Martin Mutisya, seorang pemandu wisata berusia 53 tahun, menyadari bahwa dia harus bergegas hanya untuk mendapatkan suntikan pertamanya.

"Saya prihatin, karena seharusnya ada dua suntikan. Tetapi jika itu tidak terjadi, apa skenario terburuknya?" tanyanya.

baca juga

Skenario kasus terburuk sekarang terjadi, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pejabat kesehatan masyarakat Kenya. Negara Afrika Timur akan kehabisan batch dosis pertama dalam beberapa hari dan tidak ada tanda-tanda pengiriman kedua yang dijanjikan.

"Sangat jelas itu membuat saya khawatir dan sangat jelas dosis kedua tidak akan datang tepat waktu. Artinya semua orang yang telah divaksinasi sampai sekarang tidak akan mendapatkan dosis kedua seperti yang direncanakan," kata Rudi Eggers, perwakilan WHO di Kenya.

Pada Kamis (6/5), WHO mengatakan penundaan pengiriman vaksin berisiko sebabkan gelombang baru infeksi di benua itu dan munculnya varian baru Covid-19.

Kenya telah menggunakan setidaknya 87 persen dosis vaksin Covid-19 yang dimilikinya, kata WHO. Bahkan delapan negara Afrika telah menggunakan 100 persen dosis COVAX mereka, yakni Tunisia, Libya, Togo, Botswana, Eswatini, Rwanda, Ghana dan Senegal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikabarkan Sempat Masuk RS, Ustadz Tengku Zulkarnain Positif Covid-19?

Dikabarkan Sempat Masuk RS, Ustadz Tengku Zulkarnain Positif Covid-19?

News | Minggu, 09 Mei 2021 | 18:59 WIB

Update 9 Mei: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 3.922, Jadi 1.713.684

Update 9 Mei: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 3.922, Jadi 1.713.684

News | Minggu, 09 Mei 2021 | 18:46 WIB

Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Health | Minggu, 09 Mei 2021 | 18:50 WIB

Terkini

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

×