Proses Vaksinasi dengan Vaksin yang Ada Terus Berlanjut

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Minggu, 16 Mei 2021 | 15:12 WIB
Proses Vaksinasi dengan Vaksin yang Ada Terus Berlanjut
Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan kepada seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (19/4/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan proses vaksinasi yang saat ini masih berlangsung masih bisa tetap berlanjut, kendati muncul beragam varian baru virus Corona.

Meski diakui varian baru virus berimbas terhadap turunnya efikasi vaksin, namun sebagaimana arahan organisasi kesehatan dunia (WHO) hal tersebut tidak menjadi soal selama efikasi vaksin masih di atas 50 persen.

Penurunan efikasi vaksin itu, kata Amien, seperti halnya terjadi di Afrika Selatan.

"Vaksin itu mengalami penurunan efikasi terhadap virus yang beredar di sana. Tetapi turunan itu meski ada yang sampai 20 persen, misal tadinya 80 persen turun jadi 60 persen tetapi sesuai arahannya WHO selama efikasi di atas 50 persen itu masih bisa dipakai vaksin, itu pedoman pertama," kata Amien dalam diskusi daring, Minggu (16/5/2021).

Dampak lain imbas keberadaan varian baru lanjut Amien ialah penyebaran virus Corona yang bisa lebih cepat menular atau bisa menularkan ke lebih banyak orang. Kemduian menjadi lebih sulit untuk didiagnosis, terlebih melalui PCR yang memang tidak bisa mendeteksi.

"Yang ketiga mungkin menyebabkan gejala sakitnya lebih berat atau mempercepat kematian," kata Amien.

Walau begitu, Amien mengatakan saat ini mayoritas virus Corona yang beredar di Indonesia adalah varian lama. Tetapi bukan berarti varian lama itu tidak berbahaya, mengingat kematian akibat Covid-19 sebelumnya justru disebabkan oleh varian virus lama.

"Jadi itu tetap kita harus memperhatikan varian-varian lama dan itu kita harapkan bisa di-cover oleh vaksinasi sekarang," kata Amien.

Karena itu Amien berpandangan proses vaksinasi yang masih berlangsung dengan jenis vaksin yang ada, masih dirasa cukup efektif. Namun ia juga mengingatkan agar Indonesia tetap punya kemampuan dalam memantau sejauh mana mutasi virus Corona di dalam negeri terjadi.

baca juga

"Kalau misalkan salah satu varian atau mutan itu mendominasi virus yang ada di Indonesia ya tentu kita harus mempertimbangkan menyesuaikan vaksin yang ada," tandas Amien.

Sementara itu, hal senada dikatakan Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan. Ia berujar meski varian baru diakui sudah masuk Indonesia, tetapi untuk sebaran virus di dalam negeri masih didominasi oleh varian lama.

"Sehingga dari sisi kami dari pemerintah masih akan meneruskan vaksinasi. Karena apapun itu akan menurunkan risiko kita terkait dengan Covid ini," ujarnya.

Siapkan Skenario Terburuk

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah untuk menyiapkan skenario terburuk dalam menghadapi varian baru Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia, khususnya pasca Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Saya ingin pemerintah menyiapkan skenario terburuk yang sangat mungkin kita hadapi pasca hari raya Idul Fitri ini,” ujar Netty dalam interupsinya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021 di Ruang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Hal itu ditegaskan Netty karena melihat beberapa penyebab awal diantaranya, sesuai dengan konferensi pers Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa terdapat tiga varian baru Covid-19 yang sudah terdeteksi masuk ke Indonesia, yaitu B.1.17 dari Inggris, B.1.617 dari India, dan B.1.351 dari Afrika Selatan. Bahkan, sesuai informasi dari Kemenkes, varian Covid-19 tersebut sudah terdeteksi 16 kasus di beberapa provinsi.

“Tentu saja ini semakin parah karena kita membaca di berita adanya mafia karantina di bandara yang melibatkan tentu saja bukan hanya orang kecil. Oleh karena itu, saya juga saya meminta agar penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya untuk bisa membongkar mafia yang ada di bandara,” ujar Politisi PKS ini.

Netty juga menggaris bawahi adanya mafia tes usap (swab test) antigen daur ulang yang terungkap di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara (Sumut) beberapa waktu lalu. Menurut Netty, hal ini mencederai kemanusiaan seluruh rakyat Indonesia karena bersifat kejahatan kemanusiaan.

Sebelumnya, Menkes, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada dua kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi akibat penularan varian mutasi dari India. Dua kasus tersebut dilaporkan ditemukan di DKI Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SAGE: Varian Virus Corona India 50 Persen Lebih Menular dari Varian Inggris

SAGE: Varian Virus Corona India 50 Persen Lebih Menular dari Varian Inggris

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 13:38 WIB

Pakar: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Pakar: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 13:08 WIB

Studi Temukan Anak Terinfeksi Covid-19 Minim Alami Demam

Studi Temukan Anak Terinfeksi Covid-19 Minim Alami Demam

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 11:15 WIB

Ada 52 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 71 Pasien Dinyatakan Sembuh

Ada 52 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 71 Pasien Dinyatakan Sembuh

Kaltim | Minggu, 16 Mei 2021 | 06:05 WIB

Mengenal Infeksi Jamur Hitam, Banyak Dialami Mantan Pasien Covid-19 India

Mengenal Infeksi Jamur Hitam, Banyak Dialami Mantan Pasien Covid-19 India

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 18:34 WIB

Terkini

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×