Sebut Massa Pro-Palestina Primitif, Seorang Politisi Inggris Banjir Kecaman

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 18 Mei 2021 | 17:24 WIB
Sebut Massa Pro-Palestina Primitif, Seorang Politisi Inggris Banjir Kecaman
Ribuan warga Australia melakukan demo untuk memprotes serangan brutal Israel di Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza di Balai Kota Sydney, Australia, Sabtu (15/5). BIANCA DE MARCHI / AFP. Foto sebagai ilustrasi.

Suara.com - Seorang anggota parlemen Inggris langsung banjir kritikan setelah menyebut para demonstran pro-Palestina yang bentrok dengan polisi sebagai "primitif".

Menyadur Evening Standard, Selasa (18/5/2021) demonstrasi yang sebagian besar damai terjadi di seluruh Inggris selama akhir pekan sebagai solidaritas untuk Palestina.

Namun bentrokan terjadi di luar Kedutaan Besar Israel di London pada hari Sabtu antara demonstran dan pihak kepolisian.

Tory Michael Fabricant, anggota parlemen untuk Lichfield membagikan video bentrokan tersebut dan menyebutkan jika para demonstran primitif.

"Orang-orang primitif ini mencoba membawa ke London apa yang mereka lakukan di Timur Tengah." tulisnya di akun Twitter miliknya.

Fabricant kemudian langsung menghapus cuitannya tersebut setelah menuai beragam kritik dari berbagai kalangan di media sosial.

Sebuah kampanye anti-rasisme Hope Not Hate menyerukan Partai Konservatif untuk menangguhkannya dan menuduhnya "rasisme penuh kebencian yang memicu perpecahan".

"Situasi tegang membutuhkan kepemimpinan yang mantap dari orang-orang yang ingin menyatukan komunitas, bukan rasisme penuh kebencian yang memicu perpecahan. Konservatif harus menangguhkan Michael Fabricant karena komentar memalukan ini." jelas Hope Not Hate.

Direktur lembaga think-tank British Future Sunder Katwala menulis di Twitter: "Siapa pun yang menyadari bahwa menganggap orang Yahudi Inggris bertanggung jawab atas kebijakan Israel adalah rasis juga harus dapat mengenali rasisme di sini dalam tweet Michael Fabricant."

Fabricant kemudian berusaha untuk membenarkan pernyataanya dengan mengatakan bahwa "serangan terhadap polisi Inggris seperti yang ditunjukkan dalam video itu memalukan".

"Ini adalah perilaku primitif oleh orang-orang yang memberitakan anti-Semitisme atau rasisme dalam bentuk apapun, apakah mereka Yahudi, Kristen atau Muslim," jelas Fabricant kepada kantor berita PA.

"Dan jenis anti-Semitisme yang ditampilkan oleh Hamas di Timur Tengah tidak boleh terulang di sini, di Inggris." tegasnya.

Polisi Metropolitan mengatakan sembilan petugas terluka ketika mereka berusaha membubarkan massa di luar kedutaan pada hari Sabtu dan menangkap 13 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer Israel Kliam Bunuh Seorang Komandan Senior Kelompok Teror Palestina

Militer Israel Kliam Bunuh Seorang Komandan Senior Kelompok Teror Palestina

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 15:30 WIB

Aksi Buruh Bandung untuk Solidaritas Palestina

Aksi Buruh Bandung untuk Solidaritas Palestina

Foto | Selasa, 18 Mei 2021 | 15:26 WIB

Presiden Turki Desak Paus Fransiskus untuk Turun Tangan Redam Israel

Presiden Turki Desak Paus Fransiskus untuk Turun Tangan Redam Israel

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 15:16 WIB

Terkini

101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana

101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:29 WIB

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17 WIB

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:35 WIB

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB