Berharap Banyak Warga Palestina yang Tewas, Reporter Israel Ini Dipecat

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 22 Mei 2021 | 18:08 WIB
Berharap Banyak Warga Palestina yang Tewas, Reporter Israel Ini Dipecat
Ilustrasi wartawan. [The Climate Reality Project/unsplash]

Suara.com - Seorang reporter berita Israel dipecat setelah mengungkapkan penyesalan jika roket yang diluncurkan dari Lebanon tidak membunuh banyak warga Palestina.

"Sayang sekali, tidak membunuh banyak orang di sana", kata kepala koresponden militer Channel 20 dan komentator militer Kobi Finkler, disadur dari Al Arabiya, Sabtu (22/5/2021).

Pernyataan Finkler tersebut merujuk pada serangan roket yang mendarat di lapangan sepak bola di kota Shefa Amr dekat Haifa.

Tak lama setelah itu, Finkler kemudian mengklarifikasi komentarnya dengan menegaskan kepada pemirsa jika dia "salah bicara".

"Setelah 10 hari pelaporan, saya melihat orang Arab bertepuk tangan atas peluncuran roket dari Lebanon, dan kemudian saya salah bicara. Alih-alih (maksud saya) mengatakan rudal itu bisa mengakibatkan banyak korban," kata reporter pro-Netanyahu tersebut.

Meskipun jaringan televisi pada awalnya menerima klarifikasi dan permintaan maaf Flinker, namun kemudian memutuskan untuk memecatnya.

Anggota Knesset Palestina-Israel Ahmad Tibi mengutuk pernyataan Finkler dan mengungkapkan bagaima jika kondisinya dibalik.

Beberapa anggota parlemen mengecam Channel 20 atas laporan itu, termasuk politisi sayap kiri MK Mossi Raz, yang menuntut Finkler dipecat dari posisinya.

Walikota Shefa Amr juga meminta saluran tersebut untuk merilis pernyataan perminta maaf resmi atas komentar Finkler.

Beberapa roket ditembakkan pada Rabu dari Lebanon selatan menuju Israel. Sebagian besar roket mendarat di daerah terbuka, di laut atau dicegat, menurut tentara Israel.

Meskipun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, tembakan roket dari Lebanon itu diyakini diluncurkan sebagai balasan atas pemboman Israel di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, setidaknya 248 warga Palestina, termasuk setidaknya 66 anak-anak, tewas di Gaza.

Korban tewas di Tepi Barat dan Pendudukan Yerusalem Timur telah mencapai setidaknya 27 sejak kekerasan dimulai.

Lebih dari 6.000 warga terluka di seluruh wilayah Palestina. Sebanyak 12 orang Israel juga tewas, menurut otoritas Israel.

Israel dan kelompok Palestina yang berbasis di Gaza, Hamas, menyetujui gencatan senjata pada Jumat dini hari, dan langsung disambut gembira kedua belah pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Faktor Mengapa Dukungan kepada Palestina Menguat

Banyak Faktor Mengapa Dukungan kepada Palestina Menguat

News | Sabtu, 22 Mei 2021 | 12:50 WIB

Dukung Palestina, Ribuan Masyarakat Jawa Barat Gelar Aksi

Dukung Palestina, Ribuan Masyarakat Jawa Barat Gelar Aksi

Jabar | Sabtu, 22 Mei 2021 | 12:47 WIB

"Bang Rhoma Irama" juga Solidaritas Palestina di Palembang

"Bang Rhoma Irama" juga Solidaritas Palestina di Palembang

Sumsel | Sabtu, 22 Mei 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:24 WIB

Bukti Awal Sudah Kantongi! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Bukti Awal Sudah Kantongi! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:20 WIB

Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik

Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:15 WIB

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:13 WIB

Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo

Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:08 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:01 WIB

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:48 WIB

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:27 WIB