Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Andi Ahmad S

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Massa yang tergabung dalam MBG Watch melakukan demonstrasi di depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pakar manajemen publik Nandang Sutisna menilai desain program Makan Bergizi Gratis diduga sengaja membuka celah praktik rente ekonomi.
  • Mekanisme penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tertutup memicu dugaan adanya praktik patronase politik serta keterlibatan kelompok kepentingan.
  • Nandang mendesak audit menyeluruh dan evaluasi total terhadap tata kelola program guna mencegah penyalahgunaan anggaran negara oleh segelintir elite.

Suara.com - Berbagai persoalan yang melilit Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan lagi sekadar kendala teknis di lapangan.

Pakar Manajemen Publik, Nandang Sutisna, mengungkapkan indikasi kuat bahwa desain program strategis ini sejak awal membuka ruang masif bagi terbentuknya rente ekonomi dan praktik patronase politik.

Nandang menegaskan bahwa rentetan kontroversi yang muncul menunjukkan adanya persoalan sistemik yang terstruktur, bukan sekadar insiden kebetulan.

Dalam teori ekonomi politik, rente ekonomi muncul ketika distribusi sumber daya publik dilakukan melalui akses kekuasaan dan kedekatan politik, bukan melalui mekanisme pasar yang terbuka dan kompetitif. Nandang melihat pola ini mulai terbaca dalam tata kelola MBG.

“Desain MBG sejak awal diduga memang diarahkan untuk menciptakan rente ekonomi. Dugaan ini tentu harus dibuktikan secara hukum, tetapi berbagai indikator tata kelola yang muncul menunjukkan adanya persoalan yang bersifat sistemik, bukan sekadar insidental,” ujar Nandang dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, penunjukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keterlibatan yayasan-yayasan tertentu, serta dugaan afiliasi politik dalam pengelolaan program merupakan alarm serius bagi akuntabilitas publik.

Salah satu titik krusial yang disoroti adalah mekanisme penentuan SPPG yang dianggap tertutup. Minimnya transparansi data mengenai siapa yang memperoleh akses dan atas dasar apa penunjukan tersebut dilakukan, memicu kecurigaan adanya dugaan titipan kepentingan.

Kondisi ini, menurut Nandang, membuka pintu lebar bagi keterlibatan berbagai kelompok kepentingan, mulai dari pejabat publik dan tokoh masyarakat tertentu.

“Dalam praktik patronase politik, distribusi proyek sering kali melibatkan jaringan kekuasaan yang luas. Karena itu, dugaan keterlibatan kelompok-kelompok ini perlu diuji secara terbuka melalui mekanisme audit dan penegakan hukum,” tegasnya.

Sebagai pakar manajemen publik, Nandang mengingatkan bahwa program yang menyedot anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah wajib dibangun di atas pilar transparansi dan kompetisi yang sehat.

Munculnya dugaan pengaturan titik lokasi SPPG yang kini tengah didalami aparat penegak hukum menjadi bukti bahwa ada celah besar dalam desain program ini.

Jika akses terhadap proyek lebih ditentukan oleh faktor kedekatan daripada objektivitas, maka MBG berisiko hanya menjadi instrumen distribusi kekayaan bagi segelintir elite.

Nandang mendesak agar proses hukum yang sedang berjalan tidak hanya berhenti pada penangkapan individu. Ia menekankan pentingnya evaluasi total terhadap desain kelembagaan dan tata kelola program secara menyeluruh.

“Pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya siapa yang mengambil keuntungan, tetapi apakah sistemnya memang sejak awal memungkinkan bahkan mendorong terciptanya rente ekonomi. Di situlah akar masalah yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:50 WIB

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:58 WIB

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:06 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:09 WIB

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:04 WIB

Terkini

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB