Politik Malaysia Semakin Semrawut Diterjang Pandemi, Muhyiddin Yassin Terdesak

Kamis, 27 Mei 2021 | 15:57 WIB
Politik Malaysia Semakin Semrawut Diterjang Pandemi, Muhyiddin Yassin Terdesak
Muhyiddin Yassin ditunjuk menjadi Perdana Menteri Malaysia yang baru. (Foto: AFP)

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mendapat tekanan baru untuk mengizinkan parlemen berkumpul kembali setelah penangguhan demokrasi pada bulan Januari lalu.

Menyadur Bloomberg Kamis (27/05), ia dianggap gagal mengatasi wabah Covid-19 di tengah meningkatnya kemarahan publik. Keraguan warga terhadap vaksin adalah salah satu indikator hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah.

Melalui Twitter, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azalina Othman Said menyebut ketidakpercayaan publik harus ditangani dengan debat publik melalui parlemen.

"Saat warga terputus dan marah, jangan harap bersyukur, mengingat Covid-19 akan bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang, kami tidak dapat berada dalam keadaan darurat selamanya."

"Apakah kita tetap menjadi satu-satunya negara di dunia yang melumpuhkan parlemen pada saat krisis?" tulisnya di Twitter, Kamis.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Facebook.com/Muhyiddin Yassin)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Facebook.com/Muhyiddin Yassin)

Azalina merujuk pada pergolakan politik Malaysia sejak tahun lalu, ketika mantan perdana menteri tiba-tiba turun dan berbagai faksi berebut kekuasaan.

“Tidak ada pemilihan umum yang harus diadakan, melainkan pemerintahan darurat sementara dengan kabinet darurat yang dibentuk, dengan perwakilan dari semua partai politik,” tulis Azalina.

Namun, penangguhan parlemen telah melumpuhkan demokrasi dan kapasitas pejabat pemerintah untuk menanggapi kekhawatiran anggota parlemen, kata Azalina.

Dia mengusulkan agar badan legislatif diizinkan untuk berkumpul kembali tanpa mosi percaya didengar, untuk "meminimalkan drama yang tidak beralasan".

Baca Juga: Warganet Malaysia Serbu Facebook Jokowi, Minta PM Muhyiddin Pulang

Sementara itu, Muhyiddin mengatakan pada hari Minggu bahwa dia senang dikritik selama masyarakat mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi Covid dengan mengikuti protokol.

"Mereka bisa memanggil saya perdana menteri bodoh, tidak apa-apa," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi RTM milik negara.

"Saya tahu betapa sulitnya mengelola. Tapi ini adalah tanggung jawab kita bersama."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI