Hidup Orang Rimba Kala Covid-19: Terhindar dari Wabah Tapi Kelaparan dalam Hutan

Reza Gunadha | Suara.com

Jum'at, 28 Mei 2021 | 21:26 WIB
Hidup Orang Rimba Kala Covid-19: Terhindar dari Wabah Tapi Kelaparan dalam Hutan
Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)

 “Orang masuk nyelametin diri, yo kita ikut masuk juga,” kata Sekolah, suami Mekimbai, saat ditemui di dalam Taman Nasional Bukit Duabelas, 7 Mei 2021.

Sejak Minggu awal Mei lalu, tiga hari berturut-turut warga Bukit Suban menggali liang kubur dekat pemukiman Orang Rimba Punti Kayu. Inilah yang membuat Orang Rimba semakin yakin jika perempuan tua yang meninggal di pasar itu terpapar Covid-19.

“Kata orang penyakit corona itu seperti kito numbang kayu kena ke manusia, 4 sampai 5 orang sekali rubuh. Jadi prasangka kito itu karena corona, kalau penyakit gelabah itu paling satu minggu satu orang, ini tidak, sehari tiga orang mati,” kata Prabung.

Agus Supriyadi, Kepala Dusun Bukit Suban mengaku kaget. Siapa yang menyebar kabar ada corona di kampung hingga jadi gaduh? Ia memastikan tiga warganya itu meninggal lantaran sakit tua. “Bukan itu, meninggal karena sakit sudah tua, bukan corona,” katanya. 

Tiga hari warga Bukit Suban meninggal berturut-turut. Dimulai Minggu pagi mbah Tugiem 70 tahun meninggal, Seninnya, Wariem 60 tahun, Selasa giliran Supi 50 tahun. “Itu sakit-sakitan sudah lama, meninggalnya juga di rumah semua, bukan di pasar, salah itu kabar meninggal di pasar,” ujar Agus.

Selama sepekan lebih Orang Rimba tidak keluar hutan. Mereka besesandingon dengan ketat. Ini dilakukan sejak ratusan tahun lalu ketika Orang Rimba menghadapi gelabah (wabah penyakit). Mereka juga melarang orang asing datang mendekat.

“Orang Rimba melihat orang luar itu berbeda. Jadi mereka harus berhati-hati,” kata Adi Prasetijo, antropolog Universitas Diponegoro, Semarang. Prasetijo mempelajari hidup Orang Rimba selama 15 tahun.

Dia bilang, jauh sebelum pandemi ada persumpahan antara Orang Rimba dengan Orang Terang seperti orang Melayu dan masyarakat yang tinggal di luar hutan. Orang Rimba akan hidup di hutan sementara Orang Terang hidup di desa. Orang Rimba percaya jika semua yang datang dari hilir di mana orang Melayu tinggal dianggap membawa keburukan atau bencana sehingga harus dihindari. 

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, semakin menguatkan keyakinan Orang Rimba bahwa orang luar adalah sumber masalah, seperti apa yang diyakini nenek moyangnya ratusan tahun lalu.

Adat Rimba Menangkal Penyakit

Virus Covid-19 yang cepat merebak belum ada penangkalnya. Karena itu praktis adat besesandingon jadi andalan Orang Rimba. Itu jadi satu-satu jalan agar mereka bisa terbebas dari Covid-19. Adat besesandingon ini pun terbukti efektif, sampai hari ini di provinsi Jambi, belum ada satu pun penularan Covid-19 pada Orang Rimba. 

Di Kabupaten Sarolangun misalnya, tempat rombong Tumenggung Grip dan beberapa rombong lainnya bermukim, sampai dengan 6 Mei 2021, kasus positif Covid-19 di Sarolangun mencapai 221 kasus, 211 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 10 orang masih lakukan isolasi mandiri. Dari jumlah itu, tak satu pun Orang Rimba yang jadi korban.

Selama pandemi Orang Rimba menerapkan aturan adat dengan ketat. Mereka yang sehat (bungaron) harus menjaga jarak dari anggota kelompoknya yang sakit (cenenggo) agar tidak tertular. Mereka berkomunikasi dengan jarak jauh tanpa harus melihat satu sama lain. Anggota keluarga yang sakit tetap dirawat namun dengan jarak aman 10-15 meter atau disebut sebagai besesulangon.

“Kalau ada gelabah cepat besesandingon, tapi kalau kita terbit (kumpul) itu cepat kenanya, paling lama satu minggu. Kalau kita besesandingon itu tidak,’’ kata Prabung.

Tarib, Orang Rimba dari kelompok Tumenggung Grip bilang, Orang Rimba yang bekerja di desa juga harus dikarantina selama seminggu sebelum kembali ke hutan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menempuh Jalan Pikukuh, Cara Warga Adat Baduy Bebas dari Covid-19

Menempuh Jalan Pikukuh, Cara Warga Adat Baduy Bebas dari Covid-19

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 20:57 WIB

Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit

Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 19:30 WIB

Insiden Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Tuai Kecaman

Insiden Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Tuai Kecaman

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 14:06 WIB

Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Berakhir Denda Puluhan Juta

Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Berakhir Denda Puluhan Juta

News | Sabtu, 23 Juni 2018 | 10:56 WIB

Silaturahmi Berujung Rusuh Orang Rimba di Markas Polisi

Silaturahmi Berujung Rusuh Orang Rimba di Markas Polisi

News | Rabu, 20 Juni 2018 | 13:32 WIB

5 Orang Rimba Jambi Diduga Tertembak Aparat Polisi

5 Orang Rimba Jambi Diduga Tertembak Aparat Polisi

News | Rabu, 20 Juni 2018 | 11:45 WIB

Terkini

KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026

KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:37 WIB

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:30 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:22 WIB

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:12 WIB

Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen

Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:57 WIB

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB

KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah

KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:13 WIB

Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!

Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:07 WIB

Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa

Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:58 WIB