facebook

Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukkan Gunung Everest

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukkan Gunung Everest
Ilustrasi Gunung Everest. (Shutterstock)

Ia terinspirasi Erik Weihenmayer, seorang pendaki gunung Amerika buta yang mendaki Everest pada tahun 2001.

Suara.com - Seorang pendaki gunung dari China, Zhang Hong berhasil menorehkan sejarah baru sebagai pria buta pertama dari Asia yang berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi dunia, Everest.

Pria 46 tahun ini mendaki Gunung Everest dari sisi Nepal dan berhasil menyelesaikan misinya pada 24 Mei bersama dengan tiga pemandu ketinggian tinggi dan kembali ke base camp pada hari Kamis.

"Tidak peduli apakah kamu cacat atau normal, apakah kamu kehilangan penglihatan atau tidak memiliki kaki atau tangan, tidak masalah selama kamu memiliki pikiran yang kuat, kamu selalu dapat menyelesaikan sesuatu yang orang lain katakan padamu. tidak bisa," kata Zhang kepada Reuters.

Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukan Gunung Everest, (Youtube/Wion)
Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukan Gunung Everest, (Youtube/Wion)

Menyadur CBC Kamis (03/06) Zhang lahir di kota Chongqing, Tiongkok barat daya dan kehilangan penglihatannya pada usia 21 tahun karena glaukoma.

Baca Juga: Curhat Wanita Coba Tips Akupuntur di Rumah, Kulit Rusak dan Sempat Buta

Erik Weihenmayer, seorang pendaki gunung Amerika buta yang mendaki Everest pada tahun 2001 menjadi inspirasinya dan ia mulai berlatih di bawah bimbingan teman pemandu gunungnya Qiang Zi.

"Saya masih sangat takut, karena saya tidak bisa melihat di mana saya berjalan, dan saya tidak dapat menemukan pusat gravitasi saya, jadi terkadang saya jatuh," kata Zhang.

Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukan Gunung Everest, (Youtube/Wion)
Zhang Hong, Pria Buta Pertama dari Asia yang Taklukan Gunung Everest, (Youtube/Wion)

“Tapi saya terus berpikir karena walaupun sulit, saya harus menghadapi kesulitan itu, ini salah satu komponen pendakian, ada kesulitan dan bahaya dan inilah arti mendaki.”

Sementara itu, Nepal membuka kembali Gunung Everest pada bulan April untuk orang asing setelah ditutup tahun lalu karena pandemi COVID-19.

Baca Juga: Dibakar Pacar, Gadis Cianjur Indah Daniarti Terancam Buta Seumur Hidup

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar