Komnas HAM Prediksi Hasil Autopsi Pendeta Yeremia Keluar Dua Bulan Lagi

Risna Halidi, Muhammad Yasir

Minggu, 06 Juni 2021 | 19:34 WIB
Komnas HAM Prediksi Hasil Autopsi Pendeta Yeremia Keluar Dua Bulan Lagi
Pendeta Yeremia Zanambani. (Foto dok. ist)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut hasil autopsi Pendeta Yeremia Zanambani (68) diperkirakan keluar dua bulan mendatang.

Hasil autopsi nantinya diharapkan dapat menjadi titik terang penyebab kematian Pendeta Yeremia.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, autopsi jenazah Pendeta Yeremia telah dilakukan pada Sabtu (5/6) kemarin.

Pelaksanaannya dilakukan oleh ahli forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polda Papua serta disanksi oleh Komnas HAM.

Amnesty International Indonesia mengungkap titik lokasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani (68) di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. [Amnesty Internasional]
Amnesty International Indonesia mengungkap titik lokasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani (68) di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. [Amnesty Internasional]

"Hasil autopsi ini kemungkinan antara satu sampai dua bulan," kata Anam saat jumpa pers secara daring, Minggu (6/6/2021).

Anam menjelaskan proses autopsi memakan waktu cukup lama lantaran ada beberapa bagian sampel yang diambil untuk membuktikan secara saintifik penyebab kematian Pendeta Yeremia.

Misalnya, apakah yang bersangkutan meninggal karena pendarahan akibat luka tembak atau ada penyebab lainnya.

"Ada beberapa bagian yang memang diambil dan memakan waktu secara saintifik untuk dibuktikan, apakah betul mati karena pendarahan akibat tembakan atau kematian yang lain. Apakah betul ada tindakan-tindakan kekerasan lain di luar soal penembakan itu. Nah itu diuji saintifik," katanya.

Terduga Pelaku
Pendeta Yeremia sebelumnya ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka tusuk di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Sabtu (19/9/2020) lalu. Dia ditemukan tewas oleh istrinya di dekat kandang babi miliknya.

baca juga

Berdasar hasil investigasi, Komnas HAM menyebut terduga pelaku pembunuh Pendeta Yeremia ialah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius. Pendeta Yeremia bahkan diduga disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak dari jarak dekat. 

"Potensial ditemukan tindakan lain berupa jejas intravital pada leher, luka pada leher bagian belakang berbentuk bulat dan pemaksaan korban agar berlutut untuk mempermudah eksekusi. Diduga terdapat kontak fisik langsung antara korban dengan terduga pelaku saat peristiwa terjadi," beber Anam saat jumpa pers, pada Senin (2/11/2020) lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Didesak Ungkap Pembunuhan Pendeta Yeremia Secara Terbuka

Pemerintah Didesak Ungkap Pembunuhan Pendeta Yeremia Secara Terbuka

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 06:43 WIB

Pembunuhan Pendeta Yeremia, KontraS: Kenapa TNI Melakukan Penyangkalan?

Pembunuhan Pendeta Yeremia, KontraS: Kenapa TNI Melakukan Penyangkalan?

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:28 WIB

Mahfud MD Bicara tentang Pembunuhan Pendeta Yeremia di Kandang Babi

Mahfud MD Bicara tentang Pembunuhan Pendeta Yeremia di Kandang Babi

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:26 WIB

Terkini

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

×