Korban Tewas Tabrakan Kereta di Pakistan Bertambah Puluhan Orang

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 09:17 WIB
Korban Tewas Tabrakan Kereta di Pakistan Bertambah Puluhan Orang
Gambaran mengerikan tabrakan kereta di Pakistan pada Senin (7/6/2021) waktu setempat. (Foto: AFP/Asif HASSAN)

Suara.com - Korban jiwa akibat tabrakan kereta api di Pakistan selatan bertambah menjadi 56 orang pada Selasa, kata juru bicara perusahaan kereta api.

Kecelakaan tersebut merupakan insiden terbaru yang menyoroti sistem perkeretaapian yang bobrok --warisan abad ke-19.

Insiden terjadi pada Senin (7/6), ketika sebuah kereta api menabrak gerbong kereta lain yang tergelincir. Tabrakan menewaskan sedikitnya 36 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Jumlah korban jiwa meningkat menjadi 56 orang setelah jenazah-jenazah berhasil dikeluarkan dalam semalam dari gerbong-gerbong yang hancur berserakan di rel, kata juru bicara Kereta Api Pakistan Nazia Jabeen kepada Reuters.

Sebanyak 23 penumpang yang terluka masih berada dalam perawatan, katanya. Korban-korban lainnya yang cedera, tambahnya, dikirim ke tempat-tempat tujuan mereka.

Operasi penyelamatan sudah selesai, demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan perusahaan kereta api serta militer Pakistan, yang bekerja di lokasi bersama dengan polisi dan para petugas penyelamat.

Dalam kecelakaan di Distrik Ghotki itu, beberapa gerbong kereta tergelincir dan jatuh melintasi jalur yang berdekatan Beberapa menit kemudian, kereta kedua datang dari arah lain dan menabrak gerbong-gerbong tersebut.

Satu sisi yang terdiri dari dua jalur rel sudah dibersihkan dan satu sisi lainnya juga sedang dibersihkan agar lalu lintas kembali pulih.

Kereta-kereta nahas itu mengangkut total 1.388 penumpang.

Kecelakaan terkait sistem kereta api yang rusak kerap terjadi.

Pada 2005 di distrik yang sama, sekitar 130 orang tewas ketika kereta penumpang yang penuh sesak menabrak kereta lain di sebuah stasiun dan kereta ketiga juga menabrak gerbong-gerbong yang roboh.

Selama bertahun-tahun, pemerintah negara itu berusaha mendapatkan dana untuk meningkatkan kualitas sistem perkeretaapian, termasuk melalui rencana membuat jalur baru kereta yang disebut ML-1 --sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China bidang proyek energi dan infrastruktur. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Sampaikan Keluhan Warga ke KCIC, Hengky Kurniawan: Tinggal Saya Tagih

Sudah Sampaikan Keluhan Warga ke KCIC, Hengky Kurniawan: Tinggal Saya Tagih

Jabar | Selasa, 08 Juni 2021 | 12:08 WIB

Gambaran Mengerikan Tabrakan Kereta Berisi Ribuan Penumpang Tewaskan 40 Orang di Pakistan

Gambaran Mengerikan Tabrakan Kereta Berisi Ribuan Penumpang Tewaskan 40 Orang di Pakistan

News | Selasa, 08 Juni 2021 | 10:42 WIB

BRAAKK! Kereta Millat Express Tabrakan Adu Banteng dengan Kereta Lain, Puluhan Orang Tewas

BRAAKK! Kereta Millat Express Tabrakan Adu Banteng dengan Kereta Lain, Puluhan Orang Tewas

Jakarta | Selasa, 08 Juni 2021 | 07:20 WIB

Dua Kereta Api di Pakistan Tabrakan, 33 Tewas dan Ratusan Penumpang Luka-luka

Dua Kereta Api di Pakistan Tabrakan, 33 Tewas dan Ratusan Penumpang Luka-luka

News | Senin, 07 Juni 2021 | 16:22 WIB

Detik-detik Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

Detik-detik Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

Sumut | Senin, 07 Juni 2021 | 14:40 WIB

Main HP di Rel, Pelajar Tewas Tersambar Kereta di Kebayoran Lama

Main HP di Rel, Pelajar Tewas Tersambar Kereta di Kebayoran Lama

Jakarta | Senin, 07 Juni 2021 | 13:42 WIB

Terkini

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:47 WIB

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:31 WIB

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:28 WIB