Dua Kereta Api di Pakistan Tabrakan, 33 Tewas dan Ratusan Penumpang Luka-luka

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 07 Juni 2021 | 16:22 WIB
Dua Kereta Api di Pakistan Tabrakan, 33 Tewas dan Ratusan Penumpang Luka-luka
Tabrakan kereta api di Pakistan yang menewaskan 33 penumpang.[Twitter/ANNU KAUSHIK]

Suara.com - Sedikitnya 33 tewas dan lebih dari 120 terluka setelah dua kereta api saling adu banteng di dekat kota Dharki, Pakistan selatan.

Menyadur Al Jazeera, Senin (7/6/2021) pihak berwenang mengatakan jika tabrakan itu terjadi pada Senin pagi waktu setempat di dekat kota Dharki. Kota Dharki terletak di sekitar 440 km utara kota terbesar di Pakistan, Karachi.

"Jumlah korban meninggal meningkat menjadi 33, sementara jumlah yang terluka mendekati 120," jelas pejabat kesehatan senior Dr Manzoor Jakhrani kepada Al Jazeera.

"Operasi penyelamatan sedang berlangsung di lokasi dan dalam tahap akhir", katanya.

Tayangan televisi dari lokasi kecelakaan menunjukkan dua kereta hancur dan puing-puing gerbong terlihat berserakan di rel kereta api.

Petugas penyelamatan menggunakan derek dan peralatan lain untuk mencoba dan mencapai para penumpang yang terjebak di dalam gerbong.

Kecelakaan itu terjadi ketika delapan gerbong kereta Millat Express yang menuju utara anjlok di dekat Dharki, menurut pejabat lokal Razzaq Minhas kepada Al Jazeera.

Kemudian datang kereta penumpang Sir Syed Express yang sedang menuju ke arah selatan dan tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.

"Penyelamat masih berusaha untuk masuk ke setidaknya dua gerbong yang jatuh, mereka masih membersihkan puing-puingnya," kata Razzaq Minhas.

baca juga

"Peralatan dan pasukan paramiliter ada di sana untuk menghilangkan puing-puing." sambungnya.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dia "terkejut" oleh kecelakaan itu, dan memerintahkan Menteri Perkeretaapian Azam Swati untuk memeriksa ke lokasi kecelakaan pada hari Senin.

"Telah meminta menteri perkeretaapian untuk ke lokasi dan memastikan bantuan medis untuk yang terluka dan dukungan untuk keluarga yang meninggal," cuit Imran Khan.

Imran Khan juga "memerintahkan investigasi komprehensif terhadap jalur patahan keselamatan kereta api" kepada menteri perkeretaapian.

Militer Pakistan mengatakan telah mengirim helikopter penyelamat, ambulans dan kru pencarian dan penyelamatan khusus ke lokasi kecelakaan.

"Sumber daya insinyur dipindahkan untuk melakukan pekerjaan bantuan dan penyelamatan yang diperlukan," kata sebuah pernyataan militer.

"Tim Insinyur khusus Angkatan Darat [untuk] Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan (USAR) sedang diangkut dengan helikopter dari Rawalpindi ke lokasi kejadian untuk mempercepat upaya pertolongan dan penyelamatan." sambungnya.

Sistem perkeretaapian Pakistan yang sudah berumur telah mengalami banyak kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, setidaknya 73 orang tewas setelah ledakan tabung gas dan kebakaran di atas kereta penumpang yang penuh sesak di dekat kota Liaquatpur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

Detik-detik Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

Sumut | Senin, 07 Juni 2021 | 14:40 WIB

Tabrakan Kereta Api di Pakistan, 30 Orang Tewas

Tabrakan Kereta Api di Pakistan, 30 Orang Tewas

Sumbar | Senin, 07 Juni 2021 | 13:15 WIB

Jadwal dan Tarif Kereta Api Rangkasbitung-Merak Juni 2021

Jadwal dan Tarif Kereta Api Rangkasbitung-Merak Juni 2021

Banten | Senin, 07 Juni 2021 | 08:00 WIB

Terkini

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:34 WIB

×