Lambang Pancasila dan Makna Burung Garuda

Rifan Aditya

Jum'at, 11 Juni 2021 | 09:19 WIB
Lambang Pancasila dan Makna Burung Garuda
Lambang Pancasila dan Makna Burung Garuda (Shuttertsock)

Suara.com - Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka sejak 18 Agustus 1945. Apakah kalian tahu lambang Pancasila serta arti atau makna dibaliknya?

Susunan Pancasila saat ini tentu telah melalui beragam pertimbangan yang telah dirumuskan kembali oleh Panitia Sembilan, setelah sebelumnya pertama kali dicetuskan oleh Ir.Soekarno pada 1 Juni 1945.

Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Kelima asas ini kemudian dilambangkan dalam seekor burung garuda yang dilengkapi lima buah ruang berisi simbol di mana masing-masing simbol tersebut mewakili tiap nilai Pancasila.

Berikut lambang Pancasila beserta artinya

1. Bintang Emas

Simbol bintang emas dengan latar perisai berwarna hitam ini terletak tepat pada bagian tengah dada burung garuda ini merupakan simbol sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi ‘Ketuhanan yang Maha Esa’.

Lima sudut pada bintang tersebut mewakili agama-agama besar yang ada di Indonesia dan sebagai simbol bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan masing-masing

2. Rantai

Rantai emas dengan latar warna merah menjadi simbol dari sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’.

baca juga

Rantai yang saling berkaitan ini menggambarkan hubungan antar manusia yang tidak terputus.

3. Pohon Beringin

Pohon beringin merupakan simbol sila ketiga yang berbunyi ‘Persatuan Indonesia’. Pohon beringin merupakan gambaran sebagai peneduh Bangsa Indonesia untuk berlindung dan merasa aman. Akar tunggang yang kuat pada pohon beringin juga menggambarkan persatuan Bangsa Indonesia.

4. Kepala Banteng

Kepala banteng merupakan simbol sila keempat yang berbunyi ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan’.

Banteng dikenal sebagai hewan yang hidup berkelompok, hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia juga gemar berkumpul untuk bermusyawarah demi mencapai mufakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Din Syamsuddin Kritik kepemimpinan Jokowi: Ingin Pisahkan Pancasila dari Agama

Din Syamsuddin Kritik kepemimpinan Jokowi: Ingin Pisahkan Pancasila dari Agama

Banten | Kamis, 10 Juni 2021 | 15:53 WIB

Sejarah Rumusan Pancasila dari 3 Tokoh Nasional

Sejarah Rumusan Pancasila dari 3 Tokoh Nasional

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 22:38 WIB

Arti Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Arti Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:06 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×