LSI: Veteran Capres Prabowo Subianto Masih Paling Banyak Dipilih Publik di Pilpres 2024

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 17 Juni 2021 | 16:01 WIB
LSI: Veteran Capres Prabowo Subianto Masih Paling Banyak Dipilih Publik di Pilpres 2024
Prabowo Subianto tampil perdana di Program Podcast #CLOSETHEDOOR Deddy Corbuzier, Sabtu 12 Juni 2021. Video podcast ditayangkan Minggu 13 Juni 2021. [Tangkapan Layar Podcast Deddy Corbuzier]

Suara.com - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mennggelar riset nama calon presiden (capres) pilihan publik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hasilnya, veteran capres Prabowo Subianto masih menjadi tokoh yang paling banyak dipilih publik. 

Dari hasil survei terungkap 23,5 persen responden memilih nama Prabowo sebagai tokoh yang bakal dipilih apabila pilpres digelar saat ini. Selain nama Prabowo, ada juga Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo pada posisi setelahnya yang dipilih 15,5 persen responden. 

"Per hari ini capres veteran pak Prabowo Subianto saat ini memiliki elektabilitas yang paling tinggi di angka 23,5 persen," kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dalam paparannya yang disiarkan langsung melalui YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga pada Kamis (17/6/2021). 

Selain dua nama tersebut, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi ketiga yang dipilih 13,8 persen responden dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan 7,6 persen. 

Selanjutnya ada nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (5,3 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen), Puan Maharani (2 persen), Erick Thohir (1,9 persen), Moeldoko (0,1 persen) dan responden yang memilih belum menjawab berjumlan 26,5 persen. 

Meski begitu, Adjie menggarisbawahi, hingga saat ini belum ada satu pun tokoh yang masuk ke dalam kategori capres premium. Capres premium sendiri artinya, capres yang memiliki elektabilitas di atas 25 persen. 

Perhitungan 25 persen itu berasal dari kemungkinan adanya 4 capres pada Pilpres 2024. 

"Nah, dari empat capres, kalau kita simulasi 100 persen berarti minimal 25 persen. Jadi kita ambil threshold 25 persen selain memang pengalaman kita bahwa angka di atas 25 persen itu menunjukkan kandidat yang kuat," jelasnya. 

Oleh karena itu, LSI menganggap dari sembilan nama yang diajukan belum ada satupun capres yang posisi elektabilitasnya di atas 25 persen. 

"Jadi semua nama masih di bawah 25 persen, yang paling mendekati hanya Prabowo Subianto 23,5 persen."

Survei tersebut dilaksanakan pada 27 hingga 4 Juni 2021 dengan melibatkan 1.200 responden. Adapun survei dilakukan dengan multi stage random sampling dengan margin of error 2,9 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Big Boss Parpol: Megawati, Prabowo dan Airlangga jadi King/Queen Maker Pilpres 2024

Big Boss Parpol: Megawati, Prabowo dan Airlangga jadi King/Queen Maker Pilpres 2024

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 14:53 WIB

Podcast Deddy Corbuzier Janggal, Prabowo Disebut Bayar Iklan Buat Tampil

Podcast Deddy Corbuzier Janggal, Prabowo Disebut Bayar Iklan Buat Tampil

Bali | Kamis, 17 Juni 2021 | 13:31 WIB

Netizen Bongkar Dugaan Podcast Deddy Corbuzier dan Prabowo Settingan, Pesanan Iklan

Netizen Bongkar Dugaan Podcast Deddy Corbuzier dan Prabowo Settingan, Pesanan Iklan

Bekaci | Kamis, 17 Juni 2021 | 11:49 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB