Anak Gajah Sumatra Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Minggu, 20 Juni 2021 | 11:15 WIB
Anak Gajah Sumatra Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Anak Gajah Sumatra Lahir di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. (Dok: KLHK)

Suara.com - Suaka Margasatwa Padang Sugihan, kini punya penghuni baru. Itu setelah seekor anak gajah Sumatra lahir. Anak gajah jantan itu lahir di Pusat Latihan Gajah (PLG) Jalur 21 Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, pada Jumat (18/6/2021).

Secara morfometri, gajah tersebut lahir sehat dan lengkap bagian tubuhnya, memiliki panjang badan 114 cm, tinggi bahu 75 cm, lingkar dada 109 cm, panjang belalai 22 cm, panjang ekor 60 cm, keliling telapak kaki depan dan belakang 43 cm, dan berat badan 82 kg (berat normal).

Perkembangan bayi gajah tersebut akan dimonitor paramedis PLG Jalur 21 dengan dibantu drh. Erni Suyanti dari BKSDA Bengkulu Lampung, bersama mahout dan Polhut Resor Konservasi Wilayah XV. Bayi gajah diberikan antiseptik untuk mencegah infeksi pada tali pusar serta pengendalian dari virus-virus yang dapat menyerang gajah-gajah berumur kurang dari 10 tahun. Sedangkan untuk gajah induk “Sabana” diberikan suplemen berupa injeksi Biodin untuk stimulasi tubuh pasca melahirkan dan menjaga stamina.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, mengatakan, kelahiran satwa ini menjadi bukti keberhasilan upaya konservasi di Indonesia. Kelahiran anak gajah ini juga menunjukkan kondisi ekosistem SM Padang Sugihan tersebut cukup nyaman untuk terjadinya perkembangbiakan.

“Itulah salah satu usaha yang sedang dibangun, dan saya berterima kasih kepada semua jajaran UPT Ditjen KSDAE se-Indonesia, agar kita terus menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem kita, yang dicirikan oleh kehadiran satwa-satwa langka ini yang terus berkembang biak di habitatnya,” ujar Wiratno dalam keterangannya pada Minggu, (20/6/2021).

Wiratno juga menyampaikan apresiasi kepada Tim BKSDA Sumsel yang telah mengelola ekosistem SM Padang Sugihan, khususnya gajah di PLG dengan baik.

“Terima kasih untuk mahout bapak Slamet yang telah menjaga dan merawat gajah induk "Sabana" sampai kelahirannya. Kelahiran ini menjadi pertanda bahwa kondisi habitat dan kesejahteraan satwa menjadi kunci utama dalam pengelolaan gajah, sehingga mampu bereproduksi secara alami dan mudah-mudahan program ex situ link to in situ semakin terwujud,” ucap Wiratno.

Sebagai informasi, area PLG Jalur 21 merupakan tempat paling tinggi di SM Padang Sugihan dan berdekatan dengan sungai, termasuk keberadaan rawa dan daratan. Lokasi ini merupakan lokasi yang paling banyak ditumbuhi jenis tanaman yang merupakan pakan alami gajah seperti rumput jagoan leleutik (Echinochioa colonum), ilalang (Imrata cylindrica), kerisan/belidang (Panicum repens), kumpai (Panicum astagninum), gelam (Melaleuca leucadendron), mahang (Macaranga triloba), palas (Gynotroches sp), nibung (Oncosperma sp), rambai (Baccaurea motleyana), bambu (Bambusa vulgaris) dan vegetasi pakis.

PLG Jalur 21 berada pada seluruh blok pemanfaatan SM Padang Sugihan dengan luas 7.349,60 ha. PLG tidak semata berfungsi sebagai fasilitas pelatihan gajah, tetapi juga menyediakan luasan yang memadai untuk pengembalaan dan pergerakan semi liar bagi gajah – gajah. Selain itu, luasan yang memadai ini juga dipertimbangkan sebagai lokasi suaka untuk gajah – gajah yang terimbas konflik di sekitar kawasan konservasi.

baca juga

Saat ini jumlah gajah sumatra yang ada di PLG Jalur 21 sebanyak 31 ekor yang terdiri dari 5 ekor pejantan dewasa, 13 ekor induk betina, 4 ekor jantan muda, 5 ekor anak jantan, dan 4 ekor anak betina.

“Selamat datang si Jantan Kecil di Suaka Margasatwa Padang Sugihan”, pungkas Wiratno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Siti Nurbaya Terima Anugerah Kearsipan dari ANRI

Menteri Siti Nurbaya Terima Anugerah Kearsipan dari ANRI

News | Kamis, 10 Juni 2021 | 10:31 WIB

KLHK Lepasliarkan 500 Ekor Tukik Penyu di Pantai Sanur Bali

KLHK Lepasliarkan 500 Ekor Tukik Penyu di Pantai Sanur Bali

News | Rabu, 09 Juni 2021 | 22:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BKSDA Bali Tanam Terumbu Karang di Pantai Tulamben

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BKSDA Bali Tanam Terumbu Karang di Pantai Tulamben

Bisnis | Senin, 07 Juni 2021 | 12:49 WIB

Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur

Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur

Sumut | Senin, 07 Juni 2021 | 10:05 WIB

KLHK: Indonesia Berkomitmen Kurangi Gas Rumah Kaca 41% di 2030

KLHK: Indonesia Berkomitmen Kurangi Gas Rumah Kaca 41% di 2030

Bisnis | Minggu, 06 Juni 2021 | 13:24 WIB

KLHK Lepasliarkan 3 Individu Berang-Berang di Sungai Ciliwung

KLHK Lepasliarkan 3 Individu Berang-Berang di Sungai Ciliwung

Bisnis | Minggu, 06 Juni 2021 | 09:16 WIB

Terkini

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:31 WIB

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×