alexametrics

Jokowi Minta Tinggal di Rumah, Wapresnya Ajak Wisata, Publik: Pilih Mana?

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Jokowi Minta Tinggal di Rumah, Wapresnya Ajak Wisata, Publik: Pilih Mana?
Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Suara.com/Rinaldi Aban)

"King of Mbingungi," komen warganet.

Suara.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin seputar imbauan kepada masyarakat untuk menangani pandemi Covid-19 menjadi sorotan. Bagaimana tidak, keduanya memberikan imbauan yang berbeda bak langit dan bumi.

Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah demi mengendalikan penyebaran virus corona. Hal berbeda disampaikan Wapres Ma'ruf Amin yang justru mengajak masyarakat berwisata di Raja Ampat, Papua.

Dalam pernyataan resminya, Jokowi meminta masyarakat tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak untuk keluar. Imbauan ini diberikan setelah kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak tak terkendali.

"Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggal lah di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak," kata Jokowi di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021) lalu.

Baca Juga: Mengenal Virus Corona Varian Lambda: Fakta dan Gejala

Sementara Ma'ruf Amin mengajak seluruh masyarakat untuk berwisata ke Raja Ampat, Papua di tengah rentetan rekor penambahan kasus Covid-19 di Indonesia. Bahkan, Ma'ruf Amin menyebut ajakan ini merupakan program Gerakan Bangga Berwisata.

"Saya mengajak kita semua untuk berwisata ke Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya. Berwisata lah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar Ma'ruf saat membuka Raja Ampat E-Festival secara daring, Senin (28/6/2021).

Sontak perbedaan imbauan dua sosok pemimpin RI itu disorot tajam warganet. Seorang pengguna Twitter dengan nama akun @ARSIPAJA bahkan menyandingkan dua foto tangkapan layar pernyataan Jokowi dan Ma'ruf Amin, lalu bertanya ke warganet opsi mana yang terbaik.

"Mau dengerin yang mana?," tanyanya dalam Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Selasa (29/6/2021).

Perbedaan Pernyataan Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Twitter/@ARSIPAJA)
Perbedaan Pernyataan Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Twitter/@ARSIPAJA)

Warganet pun langsung ramai mengomentari pernyataan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Mereka menuliskan beragam pendapat mengenai pernyataan presiden dan wakil presiden RI yang berbeda 360 derajat hanya dalam waktu sehari.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Positif Covid-19, Alami Gejala Sesak Nafas

"Dengerin ulama lah, masa dengerin wakil presiden yang pake mode silent," jawab warganet.

"King of mbingungi," sindir warganet.

"Gak tahu deh pusingg banget!," tegas warganet.

"Lupa gak dibriefing," celutuk warganet.

"Denger pak Jokowi lah masa dengerin npc," jawab warganet.

Tembus Rekor! Kasus Aktif COVID-19 Indonesia Ada di Puncak Baru

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat grafik pandemi covid-19 di Indonesia telah mencapai puncak tertinggi terbaru mengalahkan puncak sebelumnya pada lonjakan awal tahun lalu.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah pada lonjakan kasus awal tahun pasca libur Natal dan Tahun Baru puncaknya ada di 176 ribu kasus, sekarang pasca lebaran sudah mencapai 194 ribu kasus aktif.

"Pada saat kenaikan pasca libur Idul Fitri ini kita sudah mencapai puncak baru, sebelumnya kita memiliki puncak pasca libur natal dan tahun baru pada 5 februari sebanyak 176.672 kasus, saat ini kasusnya jauh lebih tinggi lagi sebesar 194.776 atau lebih tinggi 18 ribu dari puncak sebelumnya," kata Dewi dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Minggu (20/6/2021).

Pasca libur nataru, terjadi kenaikan kasus aktif sebesar 65.667 atau 59,16 persen hingga hari ke-36 mencapai puncak, lalu mulai menurun.

Sementara, pasca libur Idul Fitri 2021, kenaikan kasus mulai terlihat pada hari ke-10, sempat menurun pada hari ke-23, lalu naik tajam sebesar 100.338 kasus dalam waktu 23 hari.

"Jadi yang terjadi saat ini, jumlah kasus bertambah dengan sangat cepat," tegasnya.

Dia juga menyebut dalam 6 hari terakhir terjadi kenaikan kasus aktif yang sangat besar yakni 52.057 kasus aktif.

"Ini adalah kenaikan jumlah kasus aktif yang pernah ada di Indonesia, dimana dalam satu minggu kenaikannya sangat luar biasa, sebelumnya pada lonjakan pasca libur akhir tahun hanya meningkat 22 ribu dalam sepekan," jelasnya.

Diketahui, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 2.115.304 orang Indonesia, kini masih terdapat 207.685 kasus aktif, 1.850.418 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 57.138 jiwa meninggal dunia.