Dilema Pengrajin Peti Mati di Masa Pandemi: Harus Bahagia atau Berduka?

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 30 Juni 2021 | 19:37 WIB
Dilema Pengrajin Peti Mati di Masa Pandemi: Harus Bahagia atau Berduka?
Pesanan peti mati makin membludak saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. (Suara.com/Arga)

"Iya juga sih," lirih Daryono -- entah loyo karena lelah atau sedang tersentak ketika menjawab hal tersebut.

Setelah berbicara singkat, Daryono kembali bergulat pada rutinitasnya, yaitu mengecat peti mati. Bersama pekerja lainnya, kesibukan mengukur triplek kayu, mengaduk cat, hingga menjemur peti mati di bawah terik matahari pukul 14.00 WIB kembali dijalani oleh Daryono.

Kali ini giliran sang senior yang meladeni perbincangan siang itu. Suherman, (43) bercerita, pesanan peti mati kebanyakan berasal dari sejumlah rumah sakit yang ada di kawasan Jabodetabek.

Tentunya, dengan banjirnya pesanan peti mati sedikit membuat para pekerja kewalahan. Bagaimana tidak, dalam sehari para pekerja bisa membuat 15 sampai 20 peti mati -- bahkan terkadang lebih.

Pesanan peti mati makin membludak saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. (Suara.com/Arga)
Pesanan peti mati makin membludak saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. (Suara.com/Arga)

"Kalau di pikir-pikir ya engap juga," ungkap Suherman.

Kewalahan hingga Tambah Pegawai

Dengan membludaknya pesanan peti mati, CV. Sahabat Duka yang mempunyai motto "Funeral Service & Cargo Jenazah" itu harus menambah jumlah pekerja. Dengan bertambahnya jumlah pesanan peti mati, artinya ada pula konsekuensi logis yang harus diterima oleh para pekerja. Salah satunya adalah jam kerja yang bertambah.

Suherman menyatakan, tidak semua pekerja di CV. Sahabat Duka yang terpaksa lembur. Mereka yang lembur biasanya bekerja mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Ya kalau masalah kerja sih ya nambah, cuma ya tidak semuanya lembur. Paling sebagian saja yang pada lembur. Paling dari jam setengah 8 atau jam 8 sampai jam 5 sore," papar dia.

baca juga

Untuk membuat satu peti mati, lanjut Suherman, biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Dengan jumlah personel yang ada, para punggawa Sahabat Duka bisa merampungkan satu peti mati dalam waktu yang cukup ringkas.

Meski kebanjiran pesanan, rupaya ada kendala juga yang harus dihadapi oleh segenap punggawa CV. Sahabat Duka. Salah satu kendala tersebut adalah bahan operasional pembuatan peti yang harus dipenuhi setiap harinya.

Dijelaskan Suherman, stok kayu maupun triplek sebagai bahan utama pembuatan peti mati masih mencukupi. Hanya saja, para pengrajin harus menunggu pesanan barang datang.

"Kalau masalah bahan susah sih tidak. Hanya, agak telat saja dia (pemasok bahan) ngirimnya. Umpama kan kaya peti yang kayu kan agak telat. Biasanya peti langsung datang, kadang telat dua hari atau sehari," jelas dia.

******

Hari ini, Rabu (30/6/2021), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 21.807 orang. Sehingga, total kasus hingga detik ini menembus angka 2.178.272 orang.

Hal tersebut merupakan rekor penambahan kasus harian tertinggi selama pandemi Covid-19 di Tanah Air.Dari jumlah tersebut, ada tambahan 467 orang meninggal sehingga total menjadi 58.491 jiwa meninggal dunia.

Sudah puluhan ribu nyawa melayang akibat badai Covid-19 yang tak kunjung rampung hingga hari ini. Tentunya, hal tersebut adalah duka bagi mereka yang ditinggal pergi oleh sanak saudara.

Tahun ini adalah tahun keempat bagi Suherman dalam menyandang status sebagai tukang peti mati. Sudah hampir dua tahun, Suherman makin akrab dengan kematian. Di sisi lain, pesanan peti mati yang datang bukan hanya sekedar pundi cuan.

Ikut Sedih Covid Telan Banyak Nyawa

Suherman mafhum, meraup keuntungan di tengah kesedihan bukan sesuatu yang elok. Tapi di satu sisi, pekerjaan itu harus tetap dia jalani agar dapur di rumah tetap ngebul. Merespons kematian yang terus melonjak, Suherman memaknai pekerjaan mengerjakan peti sebagai satu dari ribuan cara dalam usaha mengatasi pandemi ini.

"Kalau bisa mah jangan sampai (melonjak terus), tapi namanya memang keadaan begini ya mau tidak mau sih kami jadi siap bantu," ungkap dia.

Sebagai seorang medioker, yang Suherman miliki adalah rasa solidaritas dan harapan. Dia berharap agar kasus positif maupun kematian akibat Covid-19 bisa berkurang. Siang itu, Suherman semacam membacakan sebuah puisi pamflet di kompleks TPU Pondok Kelapa.

"Bukannya kami ngarepin kerjaan banyak, bukan. Sama, kami kasihan juga sama orang yang ditinggal pergi keluarga gara-gara corona," tegas Suherman.

Matahari masih tampak gagah siang itu. Bersama peti-peti mati yang sedang dijemur, sebuah ambulans dari salah satu rumah sakit tiba di depan markas CV. Sahabat Duka. Artinya, ada pesanan peti mati buntut dari kasus kematian Covid-19. Wajah Suherman yang tertutup masker seperti mengirim pertanyaan:

"Harus sedih, atau bahagia?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Depresi Gegara Positif Covid-19, Kakek di Tambora Jakbar Nyaris Tewas Bunuh Diri

Depresi Gegara Positif Covid-19, Kakek di Tambora Jakbar Nyaris Tewas Bunuh Diri

News | Rabu, 30 Juni 2021 | 19:32 WIB

Angka Covid-19 di Jakarta Meroket, Depot Isi Ulang Oksigen Diserbu Warga

Angka Covid-19 di Jakarta Meroket, Depot Isi Ulang Oksigen Diserbu Warga

News | Rabu, 30 Juni 2021 | 19:26 WIB

Ratusan Ojek Hingga Korban PHK Dapat Bantuan Sembako Jelang HUT Polri

Ratusan Ojek Hingga Korban PHK Dapat Bantuan Sembako Jelang HUT Polri

News | Rabu, 30 Juni 2021 | 19:26 WIB

Sudah di Ambang Batas Kemampuan Tangani Covid-19, Relawan: Warga DIY Maafkan Kami...

Sudah di Ambang Batas Kemampuan Tangani Covid-19, Relawan: Warga DIY Maafkan Kami...

Jogja | Rabu, 30 Juni 2021 | 19:24 WIB

Terkini

Review Sepeda Gunung Polygon Xtrada 5, Cek Kelebihan dan Kekurangannya di Sini

Review Sepeda Gunung Polygon Xtrada 5, Cek Kelebihan dan Kekurangannya di Sini

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Ole Romeny Cetak Gol, Pelatih PSV Murka dengan Kelakuan Pemain Keturunan Indonesia

Ole Romeny Cetak Gol, Pelatih PSV Murka dengan Kelakuan Pemain Keturunan Indonesia

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×