Survei: Donald Trump Duduki Presiden Terburuk Sepanjang Masa

Dythia Novianty

Jum'at, 02 Juli 2021 | 05:30 WIB
Survei: Donald Trump Duduki Presiden Terburuk Sepanjang Masa
Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump. [ALEX EDELMAN / AFP]

Suara.com - Survei Sejarawan Kepresidenan C-Span, kini telah memasuki edisi keempat, dilakukan setiap kali ada transisi kekuasaan di Amerika Serikat (AS).

Kali ini, total 142 sejarawan dan pengamat profesional dari jabatan tertinggi Amerika memeringkat masing-masing dari 44 mantan presiden, berdasarkan 10 karakteristik kepemimpinan.

Meliputi persuasi publik, kepemimpinan krisis, manajemen ekonomi, otoritas moral, hubungan internasional, keterampilan administrasi, hubungan dengan Kongres, visi / penetapan agenda, mengejar keadilan yang sama untuk semua, dan kinerja dalam konteks zaman.

Setiap peserta memberikan peringkat dari satu ("tidak efektif") hingga 10 ("sangat efektif") untuk setiap karakteristik, dengan rata-rata semua tanggapan menentukan skor keseluruhan mantan presiden.

Donald Trump, satu-satunya presiden yang dimakzulkan dua kali, menempati peringkat tertinggi dalam persuasi publik (ke-32) dan manajemen ekonomi (ke-34). Ia menempati posisi terakhir untuk otoritas moral dan keterampilan administratif.

Barack Obama, pendahulu Trump di Ruang Oval, berada di peringkat 10, naik dua peringkat dari terakhir kali survei itu dilakukan pada 2017.

Abraham Lincoln, presiden Partai Republik yang memenangkan Perang Saudara dan menghapus perbudakan sebelum dibunuh, muncul di puncak sekali lagi.

Di tempat kedua adalah George Washington, yang memimpin Angkatan Darat Kontinental meraih kemenangan atas Inggris dalam Perang Kemerdekaan Amerika dan merupakan presiden pertama Amerika.

Franklin D Roosevelt, sering dikenal dengan inisialnya FDR, berada di urutan ketiga. Program "New Deal"-nya dipuji karena telah menghidupkan kembali ekonomi Amerika yang sedang sakit di tengah Depresi Hebat tahun 1930-an.

Dilansir laman Sky, Jumat (2/7/2021), Theodore Roosevelt, yang berada di Gedung Putih dari 1901 hingga 1909 dan memperluas kekuasaan jabatannya, berada di urutan keempat.

Dwight Eisenhower, yang merupakan panglima tertinggi pasukan Sekutu di Eropa barat selama Perang Dunia Kedua dan menjabat dua periode di Kantor Oval dari 1953 hingga 1961, melengkapi lima besar.

George W Bush (2001-2009) naik empat peringkat ke peringkat 29, sementara Bill Clinton (1993-2001) turun empat peringkat ke peringkat 19.

Naik peringkat adalah Ulysses S Grant (1869-1877), yang melompat 13 tempat dari 33 ke 20.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif! Akun Facebook Donald Trump Diblokir hingga 2023

Positif! Akun Facebook Donald Trump Diblokir hingga 2023

Tekno | Minggu, 06 Juni 2021 | 05:47 WIB

Resmi! Akun Facebook Donald Trump Diblokir hingga 2023

Resmi! Akun Facebook Donald Trump Diblokir hingga 2023

Sumbar | Sabtu, 05 Juni 2021 | 11:59 WIB

Belum Sebulan, Trump Tutup Situs Website Miliknya

Belum Sebulan, Trump Tutup Situs Website Miliknya

Tekno | Kamis, 03 Juni 2021 | 14:00 WIB

Baru Diluncurkan, Blog Kebanggaan Donald Trump Kini Ditutup Permanen

Baru Diluncurkan, Blog Kebanggaan Donald Trump Kini Ditutup Permanen

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 11:08 WIB

Perang Dagang AS dan China, Joe Biden: Bukan Musuh Tapi Kompetitor

Perang Dagang AS dan China, Joe Biden: Bukan Musuh Tapi Kompetitor

Video | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:00 WIB

Amerika Heboh Soal UFO, Donald Trump: Saya Percaya Dengan Kalian

Amerika Heboh Soal UFO, Donald Trump: Saya Percaya Dengan Kalian

News | Minggu, 30 Mei 2021 | 19:10 WIB

Terkini

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:21 WIB

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:47 WIB

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB

Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi

Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:08 WIB

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB