- Keluarga almarhum Sutrimo dan Kepala Desa Wlahar memprotes narasumber bernama Sudiono yang mengaku sebagai keluarga korban.
- Sutrimo yang bekerja sebagai ART ditemukan sekarat di Kebayoran Baru pada Kamis, 23 Juli 2026.
- Pemerintah Desa Wlahar mengimbau media agar menggunakan narasumber kredibel dan menjaga profesionalitas selama proses peliputan.
Suara.com - Kasus meninggalnya Sutrimo kini diwarnai isu miring. Pihak keluarga inti almarhum disebut keberatan atas hadirnya narasumber liar di media massa yang mengklaim sebagai perwakilan keluarga.
Kekecewaan ini turut dirasakan oleh Kepala Desa Wlahar, Narsim. Ia menyoroti sosok bernama Sudiono yang muncul di berbagai pemberitaan seolah-olah mewakili suara keluarga Sutrimo. Padahal, secara administratif dan silsilah, Sudiono bukanlah warga setempat.
“Saya lagi-lagi dimarahin sama keluarga korban, karena ada orang yang mengaku jadi keluarga tetapi ternyata bukan. Setelah di cek orangnya, Sudiono merupakan warga Desa Windugenara Kecamatan Wangon,” ungkapnya saat berbincang dengan Suara.com, Rabu (29/7/2026).
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Sudiono sebenarnya merupakan warga Desa Windugenara, bukan warga Wlahar tempat almarhum tinggal.
Ia kemudian menghimbau agar rekan rekan media tetap mengedepankan profesionalitas saat melakukan peliputan.
Sehingga hal tersebut tidak membuat isu baru di masyarkat desa. Meskipun keluarga selalu menolak kehadiran media,tetapi pemerintah desa tetap terbuka memberikan informasi.
![Jenazah Sutrimo saat dievakusasi. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/27/73514-sutrimo.jpg)
"Media juga datang berbarengan, sementara keluarga dalam suasana berduka. Keluarga juga mengkhawatirkan ibu kandung Sutrimo yang mempunyai riwayat penyakit jantung," kata dia.
"Intinya apabila media mau meliput, mohon menggunakan narasumber yang kredibel. Kami juga terbuka untuk di wawancarai dan hanya menyampaikan apa yang kami liat dan tau ketika proses pemulangan jenazah. Adapun terkait isu yang beredar kami tidak mau berspekulasi dan berasumsi, " Jelasnya.
Sebagai informasi, Sutrimo sebelumnya ditemukan sekarat di depan Klinik Mordent di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada, Kamis (23/7/2026) malam. Nyawanya tak tertolong saat tiba di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah, Taman Puring, Jakarta.
Belakangan terungkap kalua Sutrimo merupakan pembantu rumah tangga (ART) dari eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.