Satgas: Hindari Kerumunan Masih Jadi Persoalan Ubah Perilaku Warga Masa Pandemi

Erick Tanjung, Welly Hidayat

Sabtu, 03 Juli 2021 | 17:13 WIB
Satgas: Hindari Kerumunan Masih Jadi Persoalan Ubah Perilaku Warga Masa Pandemi
Kesadaran masyarakat dalam menghindari kerumunan atau melakukan jaga jarak di masa pandemi masih menjadi persoalan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 menilai kesadaran masyarakat dalam memakai masker maupun mencuci tangan makin terus membaik. Meski begitu, kini masih menjadi persoalan yaitu kesadaran masyarakat dalam menghindari kerumunan atau melakukan jaga jarak.

"Masih jadi masalah adalah kerumunan yang agak susah diatasi," kata Anggota Tim Pakar Perubahan Perilaku Satgas Penanggulangan Covid-19, Riant Nugroho dalam diskusi daring, Sabtu (3/7/2021).

Riant pun tak dapat menghindari bahwa kegiatan masyarakat dalam beraktifitas pasti menimbulkan kerumunan. Salah satu yang paling mendasar, yakni ketika bepergian dengan menggunakan transportasi publik.

"Jaga jarak ini yang dalam kondisi tertentu. Tapi ketika masuk dalam sebuah bus umum, MRT, apalagi angkot berdesak-desakkan. Ini paling berat," ujar Riant.

Maka itu, Riant pun mengajak masyarakat untuk dapat membatasi kegiatan. Apalagi sudah diterapkan PPKM Darurat. Dengan tujuan, agar sementara waktu tak ada lagi kerumunan masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19.

"Dibalik itu kami melatih masyarakat untuk memiliki kemampuan sadar resiko, ini yang pelan-pelan kami coba," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali memprediksi kasus Covid-19 tetap akan naik selama PPKM Darurat berlangsung.

PPKM Darurat sendiri berlaku nulai hari ini hingga 20 Juli 2021 atau selama dua pekan. Meski ada pengetatan, namun Luhut tidak dapat memungkiri penyebaran virus akan terus terjadi.

 "Angkanya terus naik dan ini 10 hari ke depan menurut hemat saya mungkin 2 minggu ini juga terus bisa naik," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenkes RI, Sabtu (3/7).

baca juga

Itu disampaikan Luhut karena melihat masa inkubasi Covid-19 varian baru masih terus berjalan. Sehingga ia menyebut 2 minggu ke depan masih dalam kondisi kritis.

Terkait hal tersebut, Luhut tidak ingin ada sejumlah pihak yang malah menghilangkan empatinya. Seperti halnya menaikkan harga obat Covid-19, harga oksigen atau bahkan membuat berita bohong alias hoaks.

Luhut juga tidak segan bakal menindak orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Ia sudah menggandeng Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung untuk menangkap pihak-pihak yang malah mencari keuntungan di tengah masa krisis tersebut.

"Kami ngurus oksigen saja sudah pusing karena jumlahnya meningkat sampai 6-7 kali jadi jangan ditambah lagi persoalan-persoalan yang tidak perlu atau mengambil keuntungan dari keadaan ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanti-Wanti Penjual Obat Harga Tinggi, Luhut: Gak Ada Urusan Backing-Backing

Wanti-Wanti Penjual Obat Harga Tinggi, Luhut: Gak Ada Urusan Backing-Backing

News | Sabtu, 03 Juli 2021 | 15:12 WIB

Kamar Pasien Covid-19 di RSUP Kepri Penuh, Butuh Tambahan Tempat Tidur Lagi

Kamar Pasien Covid-19 di RSUP Kepri Penuh, Butuh Tambahan Tempat Tidur Lagi

Batam | Jum'at, 02 Juli 2021 | 11:21 WIB

Jumlah Pasien Covid-19 di Batam Naik 100 Persen Pada Bulan Juni

Jumlah Pasien Covid-19 di Batam Naik 100 Persen Pada Bulan Juni

Batam | Kamis, 01 Juli 2021 | 18:22 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×