alexametrics

Luhut Laporan ke Jokowi: Ada Kritis di Sana-Sini, Tapi Semua Terkendali Pak Presiden

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Luhut Laporan ke Jokowi: Ada Kritis di Sana-Sini, Tapi Semua Terkendali Pak Presiden
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/aa.

"...semua masih terkendali pak presiden, ada kritis di sana, di sini, yes, tapi semua dapat diatasi."

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali melaporkan situasi penanganan Covid-19 kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Minggu (4/7/2021) malam. Ia menyampaikan bahwa situasi dapat terkendali meskipun masih ada yang kritis. 

"Bisa saya sampaikan kepada anda semua jawaban kepada presiden tadi malam, semua masih terkendali pak presiden, ada kritis di sana, di sini, yes, tapi semua dapat diatasi," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (5/7/2021). 

Ia mengklaim kalau tim penanganan Covid-19 mulai pusat hingga ke daerah sudah bekerja cukup bagus meskipun tidak sempurna karena pasti akan ada masalah yang muncul. Luhut meyakini kalau seluruh pihak bisa kompak maka masalah kasus Covid-19 yang terus naik bisa teratasi. 

Luhut juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak perlu panik ataupun meributkan persoalan Covid-19 saat ini. Luhut berjanji kalau memang kondisinya memasuki fase genting, akan disampaikan kepada publik. 

Baca Juga: Martin Manurung Apresiasi Presiden Ambil Kebijakan PPKM Darurat di Jawa-Bali

"Kalau ada yang sangat luar biasa pasti saya akan beritahu, itu tanggungjawab moral saya," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut menyampaikan kalau pemerintah tengah berupaya untuk menyelesaikan satu persatu masalah terkait Covid-19. Mulai dari ketersediaan rumah sakit hingga oksigen.

Luhut mengaku sudah menerima banyak laporan terutama dari Jakarta dan Jogjakarta terkait kelangkaan oksigen. Ia menegaskan kalau masalah tersebut sudah terselesaikan. 

Dirinya melihat sempat ada distribusi pasokan oksigen yang tersendat disaat permintaan oksigen meningkat 3 hingga 4 kali. Namun saat ini pemerintah mengupayakan supaya fasilitas kesehatan terus mendapatkan pasokan oksigen dari 5 produsen.

"Memang ada kekurangan tapi sekarang dengan pengaturan 5 produsen oksigen kita minta 100 persen dikasihkan ke masalah kesehatan," ujarnya. 

Baca Juga: Sapi Peternak Agam Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi untuk Warga Sumbar

Terlebih saat ini pemerintah sudah menerima sumbangan oksigen dari sejumlah pihak. Pun untuk mengurangi kelangkaan oksigen, pemerintah berusaha untuk mengimpornya. 

Komentar