Sebuah Pabrik Kimia di Thailand Meledak, Satu Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 06 Juli 2021 | 09:38 WIB
Sebuah Pabrik Kimia di Thailand Meledak, Satu Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
Ilustrasi ledakan. (Shutterstock)

Suara.com - Sedikitnya 29 orang luka-luka dan satu tewas akibat ledakan besar sebuah pabrik di pinggiran ibu kota Thailand, Bangkok, dan ribuan warga mengungsi.

Menyadur Independent Selasa (6/7/2021) ledakan tersebut juga menyebabkan kekhawatiran asap beracun dan risiko terjadi ledakan susulan.

Laporan media lokal mengatakan ledakan itu terjadi di sebuah pabrik yang memproduksi busa dan palet plastik, tepat di luar Bangkok, dekat bandara Suvarnabhumi. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 03.oo pagi waktu setempat pada Senin (5/7).

Ledakan itu terdengar dari jarak bermil-mil jauhnya, kata warga setempat, dan rekaman video pengawasan menangkap kilatan terang dari lokasi kejadian.

Saksi mata mengatakan ledakan itu mengguncang bandara, dan puing-puing terlihat beterbangan di udara.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan helikopter untuk memadamkan api di daerah yang sulit diakses di kompleks pabrik tersebut, Associated Press melaporkan.

"Pada pertengahan pagi, kobaran api utama di pabrik Kimia Ming Dih telah dikendalikan, tetapi sebuah tangki besar yang berisi bahan kimia styrene monomer terus menyala." jelas Chailit Suwannakitpong, seorang pejabat pencegahan bencana Thailand.

Jaruwan Chamsopa, yang tinggal sekitar 3 km dari pabrik, mengatakan ledakan itu merusak atap rumahnya dan menyebabkan sebagian langit-langit runtuh.

"Saya kaget saat ledakan terjadi. Saya keluar dan melihat api besar di langit." jelas Jaruwan.

"Saya tidak menyadari bahwa itu akan menjadi bahan kimia yang sangat berbahaya sehingga saya harus mengungsi," tambahnya, dan tidak meninggalkan rumah sampai jam 8 pagi.

"Saya khawatir karena asap hitam telah mencapai rumah saya." pungkasnya.

Pejabat memerintahkan evakuasi area hingga 5 km di sekitar pabrik, mendirikan pusat evakuasi di sekolah dan kantor pemerintah.

Penyebab ledakan belum dikonfirmasi. AP melaporkan bahwa ledakan awal di distrik Bang Phli mengguncang gedung terminal di bandara hingga memicu alarm tanda bahaya.

Styrene monomer, bahan kimia cair berbahaya yang digunakan dalam produksi pelat busa sekali pakai, cangkir, dan produk lainnya, dapat menghasilkan asap beracun saat dinyalakan.

Chailit mengatakan para petugas sedang berusaha untuk memindahkan semua orang keluar dari daerah itu, termasuk dokter dan pasien dari rumah sakit utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Klaster Pabrik Garmen, 148 Buruh Positif COVID-19

Geger! Klaster Pabrik Garmen, 148 Buruh Positif COVID-19

Bekaci | Selasa, 06 Juli 2021 | 07:25 WIB

Ketagihan, Gajah Lapar yang Jebol Tembok Dapur Kini Datang Lagi dan Minta Makan

Ketagihan, Gajah Lapar yang Jebol Tembok Dapur Kini Datang Lagi dan Minta Makan

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 18:47 WIB

DUAARR! Ledakan Terjadi di Karimun, 2 Pekerja PT MOS Terbakar

DUAARR! Ledakan Terjadi di Karimun, 2 Pekerja PT MOS Terbakar

Batam | Sabtu, 03 Juli 2021 | 19:36 WIB

Terkini

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB