Heboh TKA China Masuk Indonesia, Nasdem: Bukan Hal yang Luar Biasa

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 07 Juli 2021 | 10:46 WIB
Heboh TKA China Masuk Indonesia, Nasdem: Bukan Hal yang Luar Biasa
Puluhan TKA asal China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu 3 Juli 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Suara.com - Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Ahmad Ali menilai masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia di tengah penerapan PPKM Darurat bukan lah suatu hal yang luar biasa. Pasalnya ia meyakini screening atau penyaringan sudah dilakukan sangat ketat.

Pernyataan Ahmad tersebut berkaitan dengan masuknya 20 TKA China ke Makassar, Sulawesi Selatan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.

"Jadi kan begini, sekarang kemudian kita lihat orang yang datang ke Indonesia dengan data yang jelas screening yang ketat terus dilakukan isolasi dari riwayat perjalannya kemudian saya pikir ini bukan suatu hal yang luar biasa," kata Ahmad saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Belum lagi, kata Ahmad, para WNA yang masuk ke Indonesia ini berasal dari negara yang skala pandemi Covid-19 sudah mereda dan tak jadi lagi persoalan.

"Kemudian mereka masuk ke Indonesia dikarantina dan dipastikan mereka dalam kondisi sehat dan membawa virus ini kan sudah diatur dalam tahap PPKM Mikro Darurat," tuturnya.

Sementara soal pengetatan terhadap warga dalam negeri, Wakil Ketua Umum NasDem itu mengatakan, hal tersebut wajar dilakukan. Pasalnya mobilitas warga tinggi akhir-akhir ini.

"Kalau dalam negeri dilakukan pembatasan karena begitu banyak orang kita tidak tahu siapa yang membawa dan ditularkan," tandasnya.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, Arya Pradhana Anggakara menyebut total ada 20 TKA (Tenaga Kerja Asing) yang tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Mereka akan mengerjakan proyek strategis nasional di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Terkait pemberitaan masuknya 20 orang TKA di Sulawesi Selatan, benar bahwa mereka adalah TKA yang akan bekerja di Proyek Strategis Nasional yang ada di Kabupaten Bantaeng," kata Arya.

baca juga

Arya mengklaim, 20 TKA tersebut telah melalui proses pemeriksaan protokoler kesehatan. Selain itu, mereka juga telah memenuhi syarat yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang visa dan izin tinggal pada masa adaptasi kebiasaan baru.

"Aturan ini mengecualikan masuknya orang asing untuk tujuan esensial seperti bekerja di proyek strategis nasional, penyatuan keluarga, dan alasan kemanusiaan. Selain memenuhi persyaratan keimigrasian, orang asing yang masuk Indonesia harus lolos pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kemenkes sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri," katanya.

Puluhan TKA China sebelumnya dikabarkan masuk ke Indonesia di tengah masa PPKM Darurat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Sindir Luhut: Mobilitas Rakyat Dibatasi, TKA China Melenggang

Fadli Zon Sindir Luhut: Mobilitas Rakyat Dibatasi, TKA China Melenggang

Riau | Rabu, 07 Juli 2021 | 10:22 WIB

Luhut Minta TKA China Tak Diributkan, Fadli Zon: Contoh Arogansi Kekuasaan

Luhut Minta TKA China Tak Diributkan, Fadli Zon: Contoh Arogansi Kekuasaan

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:17 WIB

WNA Masuk Indonesia Ramai Jadi Sorotan, Menteri Luhut Buka Suara

WNA Masuk Indonesia Ramai Jadi Sorotan, Menteri Luhut Buka Suara

Riau | Selasa, 06 Juli 2021 | 15:17 WIB

WNA Masuk RI saat PPKM Darurat, Luhut: Kalau Tak Tahu Masalah Gak Usah Ngomong

WNA Masuk RI saat PPKM Darurat, Luhut: Kalau Tak Tahu Masalah Gak Usah Ngomong

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 13:51 WIB

Jadi Muncul Fitnah, PKB ke Pemerintah: Bilang Kalau Ada TKA China Datang, Jangan Diam!

Jadi Muncul Fitnah, PKB ke Pemerintah: Bilang Kalau Ada TKA China Datang, Jangan Diam!

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 13:15 WIB

Heboh TKA China Masuk RI, Netty DPR: Jangan Sampai Hanya Lip Service Pengendalian Covid-19

Heboh TKA China Masuk RI, Netty DPR: Jangan Sampai Hanya Lip Service Pengendalian Covid-19

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 12:11 WIB

Soal TKA Masuk RI, Zulhas: Jangan Ada Kesan Ketat ke Warga Sendiri, Tapi Longgar ke Asing

Soal TKA Masuk RI, Zulhas: Jangan Ada Kesan Ketat ke Warga Sendiri, Tapi Longgar ke Asing

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:43 WIB

Terkini

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:22 WIB

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:59 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:56 WIB

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB