Militer China Dituduh Ambil Data Tes Prenatal untuk Kepentingan Pribadi

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 12 Juli 2021 | 08:12 WIB
Militer China Dituduh Ambil Data Tes Prenatal untuk Kepentingan Pribadi
(Ilustrasi) Laboratorium di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Suara.com - Sebuah laporan khusus yang diterbitkan oleh Reuters menyebut China tengah mengambil banyak data ibu hamil melalui tes prenatal untuk kepentingan militer dan keuntungan pribadi negaranya.

Dalam laporannya, Reuters menyebut pengambilan data ini dilakukan oleh perusahaan genom BGI melalui tes prenatal mereka yang tersebar di seluruh dunia.

Penasihat pemerintah AS memperingatkan pada bulan Maret bahwa BGI Group sedang membuat jalan untuk keuntungan ekonomi dan militer China melalui kecerdasan buatan.

Ia menyebut sains dapat menunjukkan hubungan antara gen dan sifat manusia sehingga akses ke kumpulan genom manusia terbesar milik China adalah keunggulan yang strategis.

Teknologi tersebut dapat mendorong China untuk mendominasi obat-obatan global, dan juga berpotensi menciptakan tentara 'super' yang ditingkatkan secara rekayasa genetik.

Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Tes prenatal BGI adalah salah satu yang paling populer di dunia dan bekerja dengan militer China untuk meningkatkan kualitas populasi dan penelitian genetik tentang gangguan pendengaran juga phobia ketinggian pada tentara.

BGI mengatakan mereka menyimpan dan menganalisis kembali sampel darah yang tersisa dan data genetik dari tes prenatal, yang dijual di setidaknya 52 negara untuk mendeteksi kelainan seperti down Syndrome pada janin.

Tes prenatal bermerek NIFTY ini juga menangkap informasi genetik tentang ibu, serta informasi pribadi seperti negara, tinggi dan berat badan tapi tak termasuk nama, kode komputer BGI menunjukkan.

Sejauh ini, tidak ada bukti yang menunjukkan BGI melanggar perjanjian atau peraturan privasi pasien.

baca juga

Namun, kebijakan privasi di situs web tes NIFTY mengatakan data yang dikumpulkan dapat dibagikan jika secara langsung relevan dengan keamanan nasional atau keamanan pertahanan nasional di China.

Dalam peraturan tahun 2019 di Beijing, dijelaskan bahwa data genetik dapat menjadi masalah keamanan nasional dan sejak 2015 telah membatasi peneliti asing untuk mengakses data gen pada orang-orang China.

Sebaliknya, AS dan Inggris memberi peneliti asing akses ke data genetik, sebagai bagian dari kebijakan sains terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Alat Tes Kehamilan Ternyata Bisa Tunjukkan Hasil Negatif Palsu

Waspada! Alat Tes Kehamilan Ternyata Bisa Tunjukkan Hasil Negatif Palsu

Riau | Minggu, 06 Juni 2021 | 12:19 WIB

Alat Tes Kehamilan Bisa Menunjukkan Hasil Negatif Palsu, Ketahui Penyebabnya!

Alat Tes Kehamilan Bisa Menunjukkan Hasil Negatif Palsu, Ketahui Penyebabnya!

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 12:07 WIB

Belum Sebulan Menikah, Atta Minta Aurel Tes Kehamilan, Warganet Protes

Belum Sebulan Menikah, Atta Minta Aurel Tes Kehamilan, Warganet Protes

Lifestyle | Jum'at, 16 April 2021 | 13:55 WIB

Terkini

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:13 WIB

×