Derita Bertubi Pemijat Tunanetra: Sepi Bansos Covid, Diusir dari Kontrakan karena Nganggur

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 12 Juli 2021 | 17:20 WIB
Derita Bertubi Pemijat Tunanetra: Sepi Bansos Covid, Diusir dari Kontrakan karena Nganggur
Salah satu Panti Pijat Tunanetra di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tutup dan rumahkan karyawan sementara karena pandemi virus corona. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Pandemi Covid-19 sudah memasuki tahun keduanya di Indonesia dan belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi tersebut membuat pemerintah kembali mengetatkan aturan lewat PPKM Darurat. Hal itu ternyata masih menjadi tantangan untuk para penyandang tunanetra dalam bertahan hidup.

Ketua Umum Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Aria Indrawati menyampaikan, sejumlah penyandang tunanetra saat ini terpukul akibat pandemi belum mereda. Khususnya mereka-mereka yang berprofesi sebagai juru pijat.

Tak sedikit dari mereka kehilangan para konsumennya hingga terpaksa berhenti dari usahanya tersebut. 

"Kalau untuk teman-teman tunanetra dewasa yang mengalami terpukul secara langsung tiarap terkapar itu adalah yang pendidikannya terbatas dan bekerja sebagai pemijat," kata Aria saat dihubungi Suara.com, Senin (12/7/2021). 

Maklum saja, bukan tanpa sebab, kata Aria, para juru pijat tunanetra tersebut harus kehilangan penghasilannya di tengah pandemi Covid. Pasalnya, mereka berkerja memang mengandalkan kontak fisik secara langsung, sementara hal itu jika dilakukan kekinian tentu sangat beresiko. 

"Jadi otomatis mereka nggak bisa bekerja kan," tuturnya. 

Belum lagi, Aria menyampaikan, dirinya masih banyak menerima keluhan bahwa sebagian para penyandang tuna netra terdampak covid ini belum terdata menerima bantuan sosial sejak tahun lalu. Hal ini tentunya menjadi ironi di satu sisi usahanya tidak berjalan. 

"Nah sementara belum dari mereka itu terdata sebagai penerima bantuan. Ini dengan PPKM Mensos sudah mengumumkan ada penertiban data gitu tapi pertanyaannya apakah semua yang membutuhkan sudah terdata?," ungkapnya. 

Memang, kata Aria, dirinya tidak punya data pasti berapa jumlah penyandang tuna netra yang tak mendapatkan bantuan sosial sejak tahun lalu. Namun menurutnya hal itu tetap harus jadi perhatian terutama para penyandang tuna netra di daerah. 

baca juga

Aria juga mengeluhkan terkadang para petugas dinas-dinas sosial yang melakukan pendataan kepada para penyandang tuna netra tak memberikan sosialisasi yang benar dan jelas. Sehingga para penyandang tunanetra itu kebingungan.

"Pendataan ini ketika mereka tahun lalu berusaha melalukan pendataan juga enggak resmi mengumumkan beri tahu bahwa ini pemerintah melakukan pendataan kan mereka punya petugas di lapangan tapi mungkin mereka menyuruh orang lain," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Aria mengatakan, akibat adanya ketidak jelasan tersebut membuat terkadang bantuan sosial salah sasaran.

"Malah yang sebetulnya yang tidak berhak menerima malah tidak dapat. Kan itu banyak dilaporkan media juga," katanya. 

Aria berharap pemerintah terutama Menteri Sosial Tri Rismaharini pada kesempatan PPKM Darurat ini bisa lebih memperhatikan para penyandang tuna netra terutama soal bantuan sosial. Karena tak sedikit dari mereka, kata Aria, bahkan kesulitan ekonominya hingga terusir dari rumah kontrakannya. 

"Karena 70 persen teman-teman tuna netra yang terdampak kurang lebih itu bekerjanya sebagai pemijat. Udah pasti terampak yang di DKI orang-orang daerah, mereka ngontrak tinggalnya beberapa ada yang secara tidak langsung diusir dari rumah karena nggak punya uang untuk bayar," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kota Padang PPKM Darurat, Ini Poin-poin Penting yang Wajib Dipatuhi Masyarakat

Kota Padang PPKM Darurat, Ini Poin-poin Penting yang Wajib Dipatuhi Masyarakat

Sumbar | Senin, 12 Juli 2021 | 17:06 WIB

Ada Opsi PPKM Darurat Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 1,5 Bulan

Ada Opsi PPKM Darurat Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 1,5 Bulan

Kalbar | Senin, 12 Juli 2021 | 17:02 WIB

Kasus Covid-19 Melejit, BI Pangkas Ekonomi RI Jadi 3,8 Persen

Kasus Covid-19 Melejit, BI Pangkas Ekonomi RI Jadi 3,8 Persen

Bisnis | Senin, 12 Juli 2021 | 16:56 WIB

Kantor Pemprov Lampung Sepi, Diberlakukan WFH 100 Persen selama PPKM Darurat

Kantor Pemprov Lampung Sepi, Diberlakukan WFH 100 Persen selama PPKM Darurat

Lampung | Senin, 12 Juli 2021 | 17:15 WIB

PMI DKI: Kebutuhan Donor Plasma Konvalesen di Jakarta Naik 200 Persen

PMI DKI: Kebutuhan Donor Plasma Konvalesen di Jakarta Naik 200 Persen

Jakarta | Senin, 12 Juli 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×