Tragis! Covid-19 Renggut Nyawa Istri dan Bayi di Kandungan, Asa Erland jadi Ayah Pupus

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:38 WIB
Tragis! Covid-19 Renggut Nyawa Istri dan Bayi di Kandungan, Asa Erland jadi Ayah Pupus
Ilustrasi Pemakaman jenazah pasien Covid-19 [Foto: Timesindonesia]

Suara.com - Erland Susilo, pria 27 tahun ini seharusnya akan menjadi ayah sekitar dua bulan lagi. Namun, takdir berkata lain. Pada 5 Juli lalu, istrinya, Carolyn Darmawan (27) berpulang saat mengandung janin bayi berusia 28 minggu, karena keganasan Covid-19

Erland tentu tak pernah menyangka, pernikahannya yang belum genap satu tahun, dan kebahagiaan menantikan si buah hati kekinian sirna. Covid-19 mengubah mennjadi petaka.

“Hancur, bukan sedih lagi, hancur Mas!” kata dia kepada Suara.com pada Selasa (13/7/2021) siang kemarin. 

Meski lewat sambungan telepon  kami dapat merasakan Erland  dalam kondisi yang tegar. Kami juga menanyakan, apakah dia nyaman untuk diwawancarai. Sambil tertawa kecil, dia meyakinkan kami. 

“Enggak masalah Mas,” kata Erland.  

Erland pun mulai bercerita, pada pertengahan bulan lalu atau sekitar tanggal 23 Juni, sang istri dinyatakan positif Covid-19. Saat itu, Carolyn hanya mengalami gejala ringan, sehingga hanya perlu menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Isoman di rumah karena tidak ada yang menyarankan isolasi rumah sakit. Karena saat itu juga rumah sakit lagi penuh-penuhnya,” kata Erland mengenang kejadian itu. 

Keliling Cari Rumah Sakit

Namun, memasuki hari ketujuh, kondisi  sang  istri  mengalami pemburukan. Karena sebelumnya mereka memutuskan mencari rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terhadap Carolyn dan sang buah hati. 

“Habis cari dokter begitu sampai rumah, mungkin karena kelelahan kan di jalan keliling juga cari rumah sakit. Akhirnya sampai rumah saturasi oksigen sampai turun,” kata Erland. 

Melihat sang istri dalam kondisi lemah, Erland memberikan pertolongan pertama dengan memasangkan oksigen. Kondisi Carolyn pun mulai stabil, saturasi oksigennya perlahan kembali normal.

Memasuki hari kedelapan kondisinya  kembali menurun. Erland kembali memutuskan untuk  membawanya ke rumah sakit. 

Seorang tenaga kesehatan berjalan memasuki ruangan isolasi di Rumah Sakit Darurat Pangkalan Marinir Jakarta, Sabtu (10/7/2021). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Ilustrasi--Data pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Pangkalan Marinir Jakarta, Sabtu (10/7/2021). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Sejumlah rumah sakit pun didatangi, orang-orang terdekatnya dihubungi, demi mendapatkan ruangan bagi  sang istri. Namun, upaya itu tidak menemukan hasil.

“Karena makin drop kami buru-buru cari rumah sakit tapi enggak ada juga,” ujar Erland.

Sempat Lega, Namun Makin Memburuk

Keesokan harinya, Erland kembali mencari rumah sakit. Satu per satu tempat dia datangi di daerah Tangerang. 

Hingga akhirnya Erland bisa bernafas lega. Di salah satu rumah sakit di daerah Kabupaten  Tangerang, Banten daerah tempat tinggalnya tersedia kamar kosong. 

Tiba di ruang IGD istrinya langsung mendapatkan pertolongan, masker NRM oksigen langsung dipasangkan. Alhasil kondisi Carolyn kembali membaik, saturasi oksigennya kembali normal.

Saat itu secercah harapan datang. Erland sempat berpikir istrinya akan kembali sehat. Kebahagiaan kembali menghinggapinya, kekhawatiran sebelumnya sirna sudah. 

“Jadi saya pikir sudah tenang. Palingan dua hari lagi pulang,” kata Erland mengenang momen tersebut. 

Nakes kelelahan setelah bolak-balik bawa tabung oksigen di RSDC Wisma Atlet. [Dok Foto milik Ayu]
Ilustrasi--Nakes kelelahan setelah bolak-balik bawa tabung oksigen di RSDC Wisma Atlet. [Dok Foto milik Ayu]

Namun harapan itu hanya bertahan sesaat, kondisi Carolyn memburuk. Kadar oksigen dalam tubuhnya kembali menurun. Kekhawatiran itu kembali datang. 

Sang istri harus dimasukkan ke ruangan ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Permasalahan datang, ruang ICU di rumah sakit itu seluruhnya penuh. 

Erland kembali terluntang-lantung ke sana ke mari, sejumlah rumah sakit didatanginya. Hingga menjelang malam, Erland mendapatkan kabar, ada pasien yang baru keluar dari ruang ICU di rumah sakit istrinya dirawat. 

Sang istri langsung dibawa ke ruang ICU menggunakan ambulans, meski ruang IGD dan ICU berada dalam rumah sakit yang sama, tapi guna menghindari kontak dengan pengunjung lain hal itu harus dilakukan. 

Saat itu kondisi, Carolyn semakin memburuk, saturasinya oksigen berada di angka 56. 

“Istri saya sudah dalam keadaan sesak parah. Tapi dia masih dalam posisi duduk saat itu ,” katanya  menambahkan.

Masuk ICU Kondisi Hamil

Tiba di ruang ICU istrinya langsung dipasangi ventilator dan alat bantu lainnya. 

Kata Erland, Caloryn berada ruang ICU memasuki hari kesembilan setelah dinyatakan positif Covid-19. Pertanyaan tentang kondisi si buah hati terlintas di benaknya.

“Ada sempat  saran itu untuk nanya bayinya bagaiamana?  Apakah mau dikeluarkan atau tidak,” kata Erland.

Situasi itu membuat Erland kalut, tentunya dua pilihan tersebut tak bisa diputuskan begitu saja, pastinya harus   dipertimbangkan dengan matang. 

“Jadi kami sekeluarga coba pikirkan apa dampak positifnya apa dampak negatifnya,” ujar Erland mengingat situasi itu. 

Kalut

Hingga akhirnya Erland mendatangi Ketua Perhimpunan Obstetri Ginekolg Indonesia (POGI), Ari Kusuma Januarto di rumah sakit praktiknya. 

Dalam keadaan kalut, Erland menjelaskan kondisi sang istri, berharap mendapatkan solusi terbaik bagi Caloryn dan buah hatinya.

Kepadanya, Ari mengatakan, jika pun buah hatinya dikeluarkan hanya menambah 5 persen peluang istrinya untuk selamat, mengingat Carolyn yang sudah harus masuk ke ruang ICU. Sementara berdasarkan pernyataan  dari dokter yang merawat istrinya, peluang selamat hanya 70 persen. 

“Jadi bukan hal yang signifikan,” kata Erland. 

Di samping itu, jika operasi dilakukan untuk mengangkat sang buah hati,  rumah sakit tidak memiliki fasilitas  ventilator berjalan. 

“Artinya  istri saya dari ruang ICU itu tidak bisa dibawa ke meja operasi. Karena mereka tidak memiliki ventilator berjalan,” jelasnya. 

“Jadi pilihannya adalah menunggu sampai ibu pulih atau dipaksa bawa ke ruang bedah dengan risiko yang cukup tinggi. Dan saya dibilangin (istri saya berpotensi) bisa meninggal di meja operasi,” kata Erland menambahkan. 

Di samping itu tanpa diduga, kondisi sang buah hati dalam keadaan sehat, jantungnya berdetak normal. 

“Jadi kebetulan anak saya itu jantungnya selalu bagus. Mungkin mamahnya seratus persen dikerahkan untuk anaknya, jadi anaknya terjaga bagus terus,” ujarnya. 

Seorang ibu hamil dan bayinya di kandungan meninggal tak dapat kamar ICU rumah sakit di Gresik [Suara.com/Amin Alamsyah]
Ilustrasi--Seorang ibu hamil dan bayinya di kandungan meninggal tak dapat kamar ICU rumah sakit di Gresik [Suara.com/Amin Alamsyah]

Istri dan Bayi di Kandungan Tak Selamat

Akhirnya hal yang sangat tidak diinginkan semua suami di dunia ini terjadi, Erland dikabari pihak rumah sakit, Carolyn mengalami henti jantung sehingga harus dipompa. 

Kondisinya sempat membaik, saturasi oksigen naik ke angka 85, detak jantungnya perlahan normal. 

Namun semua itu tak berlangsung lama, keesokan harinya Erland dikabari, Carolyn dan sang buah hati dipanggil Yang Maha Kuasa. Carolyn berpulang pada subuh dini hari tanggal  5 Juli 2021.

Video Call Terakhir

Kehilangan mendalam begitu pekat dirasakannya. Dia hancur sehancurnya. Bagaimana tidak, pada saat detik-detik terakhir istrinya, Erland tidak dapat mendampingi. 

Meskipun diakuinya beberapa hari sebelum meninggal dia sempat melakukan video call dengan istri tercinta. 

“Dia-nya  (Carolyn) sudah tidak sadar karena dibantu ventilator. Jadi cuma video call  itu yang terakhir,” kenangnya. 

Jangan Ada Lagi Ibu Hamil Meninggal

Kekinian Erland berusaha bangkit, kepada Suara.com dia menitipkan harapan kepada pemerintah, untuk memprioritaskan para ibu hamil pada situasi wabah ini. Karena bagaimana pun, ibu yang sedang mengandung adalah kelompok yang rentan terpapar Covid-19. 

Berdasarkan pengalamannya itu, Erland meminta kepada pemerintah harus segera menyediakan rumah sakit rujukan khusus ibu hamil yang terpapar Covid-19, dengan fasilitas dan jumlah ruangan yang memadai. 

“Karena itu minim sekali. Dan (rujukan rumah sakit) itu harus diinformasikan dengan jelas, di mana saja rumah sakit Covid-19 yang menerima ibu hamil. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan ventilator berjalan, karena tidak semua rumah sakit memilikinya,” kata Erland. 

“Ini tolong banget, pemerintah untuk menginformasikan rumah sakit Covid-19 yang bisa menerima pasien ibu hamil,” kata Erland mengulang harapannya itu. 

Dengan begitu Erland berharap tidak ada lagi ibu hamil yang meninggal, tidak ada lagi suami yang  kehilangan istri dan bayinya. Tidak ada lagi ibu yang kehilangan bayinya, atau jangan sampai ada lagi bayi yang harus ditinggalkan ibunya begitu dilahirkan ke dunia.

Catatan Penulis

Harapan kami tentunya sama dengan Erland. Kami juga tidak ingin kembali menuliskan kabar kematian ibu hamil pada masa pandemi ini, atau masyarakat yang tidak tertolong karena keterbatasan akses layanan kesehatan. 

Kami tak berniat mengeksploitasi berita duka dari korban keganasan Covid-19, bahkan sekalipun untuk menakut-nakuti masyarakat.  Informasi  yang kami angkat adalah kenyataan yang terjadi di lapangan.  

Kami hanya ingin fakta ini dapat didengar langsung pemerintah untuk memperbaiki tata kelola penanganan Covid-19. 

Khusus kepada para pembaca, kami harapkan  meningkatkan  kewaspadaannya untuk lebih menaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Covid-19 Varian Delta Buat Kasus di Solo Merangkak

Waduh! Covid-19 Varian Delta Buat Kasus di Solo Merangkak

Surakarta | Rabu, 14 Juli 2021 | 09:41 WIB

Geger Vaksinasi COVID-19 Palsu di Karawang, Ini Kata Bupati Cellica Nurrachadiana

Geger Vaksinasi COVID-19 Palsu di Karawang, Ini Kata Bupati Cellica Nurrachadiana

Bekaci | Rabu, 14 Juli 2021 | 09:38 WIB

Jenazah Istri Gubernur Sultra Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Jenazah Istri Gubernur Sultra Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Foto | Rabu, 14 Juli 2021 | 09:36 WIB

RSD Wisma Atlet Hari Ini Rawat 7.762 Pasien Positif Covid-19, 1.644 OTG

RSD Wisma Atlet Hari Ini Rawat 7.762 Pasien Positif Covid-19, 1.644 OTG

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 09:34 WIB

Terkini

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB