Menteri Luhut Gembira Lihat Mobilitas Masyarakat di Jateng dan DIY Menurun

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 14 Juli 2021 | 20:26 WIB
Menteri Luhut Gembira Lihat Mobilitas Masyarakat di Jateng dan DIY Menurun
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali. (Youtube)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kalau tren mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menurun.

Bersamaan dengan itu, jumlah daerah yang masuk ke zona Covid-19 kuning pun terus meningkat. 

Luhut menyambut baik atas adanya penurunan mobilitas masyarakat tersebut. Banyak daerah zona merah juga tampak perlahan mulai berganti warna. 

“Ini angkanya cukup menggembirakan. Dari data yang kita dapat per tanggal 12 ke 13 Juli 2021 di Jateng dan DIY daerah yang berwarna merah penurunan mobilitasnya dari 10 persen sampai sampai 20 persen, kemudian daerah yang berwarna kuning 20 persen sampai 30 persen,” kata Menko Luhut saat memimpin rapat koordinasi virtual tentang evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY, Rabu (14/7/2021). 

Kendati demikian, Luhut masih melihat masih ada satu wilayah yang masuk ke dalam kategori zona merah Covid-19 yakni Kulon Progo.

Karena itu, dia meminta kepada Bupati Kulon Progo untuk segera melakukan tindakan guna mengubahnya menjadi zona kuning. 

"Kalau bisa Kulon Progo didorong supaya bisa menjadi kuning, dan yang kuning kalau bisa sudah jadi hijau atau biru,” pintanya. 

Luhut lanjut menjelaskan kalau tren penurunan tersebur perlu dilanjutkan melalui implementasi pengetatan PPKM Darurat yang lebih konsisten dan perlu perbaikan ke depan. Hal itu bisa dilakukan dengan menyasar pada titik-titik yang terpantau mobilitas dan aktivitasnya masih tinggi. 

Dia juga berpesan kepada aparat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan PPKM Darurat di lapangan untuk tetap melakukan pendekatan persuasif. Menggandeng tokoh masyarakat juga dikatakan perlu dilakukan guna mendukungnya. 

baca juga

“Saya minta kepada Kapolri, masing-masing Kapolda dan jajarannya untuk terus melakukan penyekatan terhadap mobilitas tidak hanya pada jalan-jalan ring 1 namun juga ke ring 2, serta melakukan patroli ke wilayah-wilayah permukiman untuk memastikan kepatuhan prokes,” pesannya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari ke-10 PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Diklaim Menurun

Hari ke-10 PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Diklaim Menurun

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 18:26 WIB

Luhut Sebut Covid Terkendali, Pakar Epidemiolog Ungkap Realita Sebaliknya

Luhut Sebut Covid Terkendali, Pakar Epidemiolog Ungkap Realita Sebaliknya

Riau | Rabu, 14 Juli 2021 | 12:59 WIB

Luhut Ungkap Lonjakan Kasus Covid-19 Sempat Bikin InvestorGalau

Luhut Ungkap Lonjakan Kasus Covid-19 Sempat Bikin InvestorGalau

Bisnis | Rabu, 14 Juli 2021 | 12:43 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×