Satgas Covid-19 Prediksi Hasil PPKM Darurat Baru Terlihat 3 Pekan ke Depan

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Kamis, 15 Juli 2021 | 15:25 WIB
Satgas Covid-19 Prediksi Hasil PPKM Darurat Baru Terlihat 3 Pekan ke Depan
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperkirakan hasil dari kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat baru akan terlihat dalam tiga pekan ke depan atau awal Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito hal itu berdasarkan dari pola lonjakan kasus awal tahun lalu yang baru menurun setelah 3 pekan penerapan PSBB DKI Jakarta dan PPKM Ketat Jawa-Bali.

"Dengan lonjakan kasus yang mulai memasuki minggu kesembilan, serta intervensi kebijakan (PPKM Darurat) yang lebih awal yaitu minggu kedelapan, berkaca pada lonjakan pertama, maka penurunan paling cepat baru dapat terlihat dalam 3 minggu ke depan," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa dalam sepekan PPKM Darurat sudah mulai terlihat pengurangan mobilitas yang diharapkan juga akan mengurangi angka peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19.

"Kemarin sudah mulai terlihat hasilnya, terjadi penurunan mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, wisata, dan stasiun, namun penurunan mobilitas ini belum cukup untuk menurunkan angka kasus, mengingat selama beberapa hari terakhir kasus terus meningkat bahkan mencapai lebih dari 50 ribu kasus per harinya," ucapnya.

Wiku menyebut pemerintah juga telah meningkatkan kapasitas rumah sakit hingga 120.000 tempat tidur isolasi dan ICU dari RS Rujukan Covid-19 se-Indonesia, ditambah 7.930 tempat tidur di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta.

"Dan laboratorium saat ini terdapat 742 laboratorium Covid-19 dengan capaian pemeriksaan lebih dari 300 persen dari standar WHO," tutur Wiku.

Wiku juga meminta pemerintah daerah untuk mulai membuka RS Lapangan bagi yang sudah mengonversi tempat tidur RS lebih dari 40 persen.

"Apabila konversi sudah lebih dari 40 persen tempat tidur, maka perlu segera dibuka dan difungsikan RS Darurat atau lapangan khusus Covid-19," jelasnya.

baca juga

Saat ini terdapat 20 RS Darurat di Pulau Jawa dan Bali dengan total 9.341 tempat tidur; 12 RS lapangan di Pulau Jawa dan Bali dengan total 2.922 tempat tidur; serta 20.127 tempat tidur isolasi terpusat yang tersebar di Jawa dan Bali.

Pemerintah juga akan merekrut perawat dan dokter yang baru lulus atau pun masih berada di tingkat akhir sekolah untuk membantu penanganan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Artis Didi Riyadi Tolak PPKM Darurat Diperpanjang, Kirim Surat ke Jokowi: Mati Kelaparan

Artis Didi Riyadi Tolak PPKM Darurat Diperpanjang, Kirim Surat ke Jokowi: Mati Kelaparan

Bali | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:06 WIB

Viral Pria Bermotor Gede Ini Bagi-bagi Duit Katanya Bantuan PPKM, Sindir Pemerintah?

Viral Pria Bermotor Gede Ini Bagi-bagi Duit Katanya Bantuan PPKM, Sindir Pemerintah?

Jawa Tengah | Kamis, 15 Juli 2021 | 14:59 WIB

PPKM Darurat, Gubernur Ganjar Numpang Makan di Polsek Kranggan Temanggung

PPKM Darurat, Gubernur Ganjar Numpang Makan di Polsek Kranggan Temanggung

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 14:51 WIB

Komisi III Ajak Masyarakat Berpartisipasi Tuntaskan Covid-19

Komisi III Ajak Masyarakat Berpartisipasi Tuntaskan Covid-19

DPR | Kamis, 15 Juli 2021 | 14:42 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×