alexametrics

Wamenkes: Keterisian Bed Pasien Covid-19 di RS Jakarta Sudah Mulai Flat

Erick Tanjung
Wamenkes: Keterisian Bed Pasien Covid-19 di RS Jakarta Sudah Mulai Flat
Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI (dok RS MMC)

Belakangan ini BOR rumah sakit sudah mulai flat di Jakarta ini mungkin akibat penambahan dari tempat tidur yang signifikan dan angka yang masuk ke rumah sakit, kata Dante.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengklaim angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate/BOR rumah sakit di Jakarta sudah mulai datar setelah penambahan tempat tidur yang cukup signifikan.

"Belakangan ini BOR rumah sakit sudah mulai flat di Jakarta ini mungkin akibat penambahan dari tempat tidur yang signifikan dan angka yang masuk ke rumah sakit. Mudah-mudahan, kami harapkan untuk beberapa hari ke depan tidak terlalu masif lagi," kata Wamenkes Dante dalam konferensi pers virtual evaluasi PPKM Darurat, dipantau dari Jakarta, Sabtu (17/7/2021) malam.

Wamenkes menjelaskan terdapat penambahan 1.000 tempat tidur di Asrama Haji Pondok Gede dengan akan ditambahkan juga 300 tempat tidur di RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Selain itu akan ditambahkan pula 300-400 tempat tidur di beberapa rumah sakit lain di Jakarta.

Total akan terdapat penambahan 2.000 tempat tidur di seluruh Jakarta. Selain itu akan dibangun pula rumah sakit lapangan di Bandung, Jawa Barat dan di Jawa Tengah.

Baca Juga: Wamenkes: Angka Kematian Akibat Covid-19 Bisa Ditekan dengan Perawatan

Terkait oksigen, Dante memastikan bahwa rekonversi dari sektor industri ke medis tengah dilakukan. Terkait distribusi dari oksigen dia memastikan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai macam sektor termasuk Satgas Covid-19 di daerah.

Pendistribusiannya juga akan dilakukan dengan pendataan secara digital. Dante meminta rumah sakit untuk mengisi platform digital SIRS untuk memprediksi kebutuhan oksigen untuk tiap rumah sakit.

"Sehingga kita bisa melakukan distribusi ini secara maksimal dan secara terencana. Sehingga bukan ketika oksigennya habis baru kemudian rumah sakit berteriak," tegasnya. (Antara)

Komentar