Wawancara Kades Birit Angkut Peti Mati Sendirian: Sudah Niat Saya Kalau Jadi Kades

Siswanto

Selasa, 20 Juli 2021 | 14:23 WIB
Wawancara Kades Birit Angkut Peti Mati Sendirian: Sudah Niat Saya Kalau Jadi Kades
Ilustrasi peti mati. (Shutterstock)

Suara.com - Perbuatan Kepala Desa Birit, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, bernama Sukadi Danang Witono, patut diapresiasi. Begitu mendengar ada salah satu warganya meninggal dunia dan keluarga kesulitan mencari peti mati, dia berinisiatif membelikan sekaligus mengantarkannya dengan sepeda motor dinas dari toko sampai ke rumah duka.

Danang menjabat kepala desa sejak tahun 2017. Menurut hasil wawancara jurnalis Solopos.com, kejadian tersebut berlangsung pada Senin 19 Juli 2021.

“Saya dapat kabar itu pukul 11.00 WIB. Kemudian saya minta tolong warga untuk mencari peti di sekitar sini, tetapi tidak ada semua. Orang yang biasa saya minta bantuan ke tempat langganan di Kemalang sedang tidak ada karena baru kerja nyopir truk. Sementara, jenazah harus segera dimakamkan,” kata Danang, Selasa (20/7/2021).

Danang kemudian mencari sendiri peti mati dengan mengendarai sepeda motor. Dia menuju toko kenalannya.

“Lokasinya dari Pasar Kembang, Kemalang, itu naik lagi. Tempatnya Pak Agus Peti. Dari awal yang mendukung saya [menjalankan niatan membantu peti mati bagi warga yang meninggal dunia],” kata Danang, seorang sopir truk pengangkut pasir.

Setelah mendapatkan peti mati, Danang mengangkutnya dengan sepeda motor: seperti gambar dalam foto yang viral di media sosial.

Sekitar 25 menit kemudian, Danang dan peti mati sampai di rumah duka. Dia disambut antusias warganya.

Jenazah akhirnya bisa dimakamkan. Proses pemakaman dilakukan seperti biasa karena jenazah terbukti negatif Covid-19. 

“Karena memang sudah lansia dan tidak ada keluarga yang sering berinteraksi dengan orang lain. Jadi di rumah saja,” kata Danang.

baca juga

Perbuatan Danang mencarikan peti mati untuk warga yang sedang kesulitan ternyata sudah tiga kali dilakukan.

“Sudah kali ketiga ini. Tetapi sebelum-sebelumnya saya lakukan malam. Mohon maaf, selama saya bisa dan tidak ada kepentingan lain kenapa harus menyuruh orang lain?” kata dia.

Danang menjelaskan memilih menggunakan sepeda motor sebagai alat angkut karena lebih praktis.

“Sudah niat saya kalau jadi kades, saya bantu warga saya dengan memberikan peti kepada warga yang kesusahan, siapapun,” tutur dia.

Mengenai biaya, Danang mengatakan selalu diberi keringanan pembayaran oleh pengusaha peti mati karena mereka tahu peti mati tersebut untuk membantu warga yang sedang kesusahan.

Biasanya, desa menyiapkan tujuh peti mati yang ditempatkan di kantor desa dan bisa diambil sewaktu-waktu kalau ada warga yang meninggal dunia.

Stok peti mati belakangan cepat habis karena banyak warga yang meninggal dunia, terutama sejak pandemi Covid-19.

“Kalau dulu [sebelum ada pandemi], terkadang dua atau tiga bulan hanya ada satu warga meninggal dunia. Kalau selama PPKM darurat ini sudah ada 10 warga kami yang meninggal dunia dengan protokol Covid-19 serta tidak,” kata dia.

Viral di medsos

Perbuatan Danang viral di media sosial dan mendapatkan apresiasi dari warganet. 

Foto sepeda motor mengangkut peti mati kosong semula diunggah pemilik akun Tuginem Spd di grup Facebook Info Seputar Klaten, Senin (19/7/2021). Tuginem Spd menambahi keterangan informasi ihwal foto tersebut.

“Sekilas ini hanyalah foto biasa. Aku lihat unggahan seorang teman di laman Facebook-nya. Tertarik dengan platnya, aku bertanya padanya dan kisah dibalik foto ini. Ini motor Pak Lurah Birit. Ada salah satu warga beliau yang meninggal dunia. Karena sulitnya mencari peti jenazah beliau putar-putar cari toko dengan hanya menggunakan motor dinasnya. Alhasil, ketika beliau mendapatkan toko, beliau memutuskan untuk langsung membawanya sekalian. Pengabdian totalitas tanpa batas. Salut….Semoga semua kepala desa memiliki jiwa seperti ini. Salam hormat saya Pak Lurah… Terimakasih sudah memberikan teladan yang baik bagi masyarakat.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

×