Perusahaan Es Krim AS Ini Hentikan Penjualan di Wilayah Pendudukan Israel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 20 Juli 2021 | 15:44 WIB
Perusahaan Es Krim AS Ini Hentikan Penjualan di Wilayah Pendudukan Israel
Ilustrasi es krim Ben & Jerry’s.[dok.Ben & Jerry’s]

Suara.com - Ben & Jerry's, sebuah perusahaan es krim asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka akan menghentikan penjualan di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Ben & Jerry's, menyadur Al Jazeera Selasa (20/7/2021) akan berhenti menjual es krimnya di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur.

Permukiman Israel di wilayah pendudukan secara luas dianggap ilegal oleh masyarakat internasional dan hambatan bagi perdamaian.

Dalam sebuah pernyataan di situs web resmi perusahaan, pembuat es krim yang berbasis di Vermont tersebut mengatakan bahwa pihaknya mengakui kekhawatiran penggemarnya akan isu Palestina.

"Kami memiliki kemitraan lama dengan pemegang lisensi kami, yang memproduksi es krim Ben & Jerry's di Israel dan mendistribusikannya di wilayah tersebut," jelas Ben & Jerry's.

"Kami telah bekerja untuk mengubah ini, jadi kami telah memberi tahu pemegang lisensi bahwa kami tidak akan memperbarui perjanjian ketika berakhir pada akhir tahun depan." sambungnya.

Pernyataan tersebut keluar sebulan setelah sebuah kelompok bernama Vermonters for Justice in Palestine meminta Ben & Jerry's tidak terlibat lagi di Israel.

"Berapa lama lagi Ben & Jerry's mengizinkan es krim buatan Israel untuk dijual di pemukiman khusus Yahudi sementara tanah Palestina disita, rumah-rumah Palestina dihancurkan, dan keluarga Palestina di lingkungan seperti Sheik Jarrah menghadapi penggusuran untuk memberi jalan? untuk pemukim Yahudi?" ujar Ian Stokes dari organisasi mengatakan dalam rilis berita 10 Juni.

Meskipun produk Ben & Jerry's tidak akan dijual di wilayah pendudukan, perusahaan mengatakan akan tetap hadir di Israel.

baca juga

Keputusan Ben & Jerry's tersebut disambut baik oleh Gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) dan pemerintah Palestina.

BDS merupakan kampanye akar rumput pimpinan Palestina yang menyerukan boikot terhadap institusi dan bisnis dari Israel.

BDS menyebut keputusan perusahaan es krim tersebut sebagai langkah yang menentukan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam pendudukan Israel.

"Kami berharap Ben & Jerry's memahami bahwa, selaras dengan komitmen keadilan sosialnya, tidak akan ada bisnis dengan apartheid Israel," jelas BDS dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Palestina juga mengungkapkan bahwa mereka sangat menyambut baik keputusan dari Ben & Jerry’s tersebut.

"Kami menyambut baik keputusan perusahaan mana pun untuk menghentikan pekerjaan dan investasinya di wilayah permukiman Israel," ucap Wasel Abu Youssef, anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina.

Aida Touma-Sliman, seorang warga Palestina dan legislator Gabungan partai-partai Arab juga mendukung keputsan Ben & Jerry's. Ia menyebut bahwa keputusan itu adil dan bermoral.

Dia menambahkan bahwa wilayah pendudukan bukan bagian dari Israel danlangkah itu merupakan langkah penting untuk membantu menekan pemerintah Israel untuk mengakhiri pendudukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spyware Candiru Israel Incar Aktivis Indonesia, Ini Tindakan Kemenkominfo

Spyware Candiru Israel Incar Aktivis Indonesia, Ini Tindakan Kemenkominfo

Tekno | Selasa, 20 Juli 2021 | 11:04 WIB

VW Passat 2022 Limited Edition, Produk Pemungkas dari Chattanooga

VW Passat 2022 Limited Edition, Produk Pemungkas dari Chattanooga

Otomotif | Selasa, 20 Juli 2021 | 09:24 WIB

Team USA Tekuk Spanyol di Laga Eksibisi Pamungkas Jelang Olimpiade Tokyo

Team USA Tekuk Spanyol di Laga Eksibisi Pamungkas Jelang Olimpiade Tokyo

Sport | Senin, 19 Juli 2021 | 19:18 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×