Wafat Selisih 2 Jam, Cerita Jenazah Suami Ditumpuk Satu Liang Lahad dengan Istri Tercinta

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 21 Juli 2021 | 11:45 WIB
Wafat Selisih 2 Jam, Cerita Jenazah Suami Ditumpuk Satu Liang Lahad dengan Istri Tercinta
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. (Suara.com/Yaumal Asri)

Suara.com - BND, pria asal Klaten menyusul kepergian sang istri, WYN yang lebih dulu meninggal dunia dua jam sebelumnya. Bahkan, jenazah pasangan suami istri (pasutri) itu ditumpuk menjadi satu liang lahad di tempat permakaman umum (TPU) Dukuh Daguran, Desa Glagahwangi, Selasa (20/7/2021) kemarin dengan protokol Covid-19. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com--jaringan Suara.com, BND dan istrinya sebenarnya tidak sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun, pasutri itu memang memiliki riwayat penyakit di waktu sebelumnya. WYN memiliki riwayat sakit gula, sedangkan BND memiliki sakit asma.

Pada Selasa kemarin sekitar pukul 12.30 WIB, WYN diketahui meninggal dunia. Selanjutnya, tim medis Kecamatan Polanharjo melakukan swab dengan hasil positif Covid-19. Selang dua jam berikutnya, BND yang menjadi suami dari WYN juga meninggal dunia.

Mengetahui hal itu, anggota keluarga tak keberatan pemakaman WYN dan BND dilakukan secara protokol Covid-19. Pemakaman WYN dan BND dilakukan dalam satu liang lahad. Pemakaman melibatkan tim sukarelawan Kecamatan Polanharjo dibantu warga di Glagahwangi.

“Pemakaman langsung dilakukan di malam harinya. Pemakaman semalam rampung pukul 24.00 WIB,” kata Kepala Desa (Kades) Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Atit Novitasari, kepada Solopos.com--jaringan Suara.com, Rabu (21/7/2021).

Atit Novitasari memastikan mendiang WYN dan BND bukan termasuk warga yang sedang menjalani isoman karena terpapar virus corona. Anggota keluarga mendiang WYN dan BND juga tidak sedang terpapar virus corona.

“Salah seorang anaknya [laki-laki] memang pernah ada yang isoman. Tapi itu sudah lama. Itu juga sudah sembuh sejak lama. Sekitar satu bulan lalu,” katanya.

Salah seorang warga Glagahwangi, Ayub, mengaku turut serta memakamkan pasutri yang meninggal dunia di desanya tersebut. Pasutri tersebut dikubur dalam satu liang lahad.

“Menguburnya dijejerke [disandingkan] dalam satu liang lahad. Usia keduanya [mendiang WYN dan BND] di atas 50 tahun,” katanya.

baca juga

Sebelumnya, Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan di Kabupaten Bersinar masih terdapat penambahan 55 kasus kematian dalam sehari, Selasa (20/7/2021). Di sisi lain, juga terdapat penambahan 414 kasus terkonfirmasi baru Covid-19 dan sebanyak 412 pasien Covid-19 dinyatakan telah sembuh.

“Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 25.038 kasus. Sebanyak 4.836 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 18.588 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 1.614 orang telah meninggal dunia,” katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang

Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang

Malang | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:25 WIB

Wiku Ungkap Alasan Indonesia Pakai Strategi Gas Rem Atasi Pandemi Covid-19

Wiku Ungkap Alasan Indonesia Pakai Strategi Gas Rem Atasi Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:11 WIB

Guru Besar FK UI: Kasus Covid-19 Indonesia Seolah Turun, Padahal Testing Berkurang

Guru Besar FK UI: Kasus Covid-19 Indonesia Seolah Turun, Padahal Testing Berkurang

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:08 WIB

Rekor Covid-19 Meledak di Thailand, Sehari Catat 13.002 Kasus

Rekor Covid-19 Meledak di Thailand, Sehari Catat 13.002 Kasus

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:02 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×