Pemerintah Segera Tracing dan Testing Covid-19 Secara Massif, Ini Wilayah Sasarannya

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 21 Juli 2021 | 20:54 WIB
Pemerintah Segera Tracing dan Testing Covid-19 Secara Massif, Ini Wilayah Sasarannya
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/aa.

Suara.com - Pemerintah akan melakukan peningkatan testing dan tracing secara masif terutama di kawasan padat penduduk. Bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka akan langsung dibawa ke pusat karantina terdekat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kalau peningkatan testing dan tracing tersebut bakal dilaksanakan di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo Raya, Semarang dan Malang Raya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan final untuk pelaksanaan tracing dan testing secara masif tersebut.

"Jadi jam 19.45 WIB nanti akan kami finalkan, gimana kita akan langsung testing dan tracing di perumahan-perumahan padat penduduk," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Marves, Rabu (21/7/2021).

Luhut mengungkapkan, pentingnya proses testing dan tracing yakni supaya bisa melakukan penanganan lebih dini. Kalau penanganan dilakukan lebih cepat maka akan menurunkan resiko kematian pada pasien.

Dia juga menjelaskan, pemerintah tidak akan hanya melakukan testing dan tracing saja. Apabila ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka akan langsung dibawa ke tempat karantina.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengemukakan, di tempat karantina itu sudah tersedia obat terapinya, dokter dan fasilitas lainnya.

Hal tersebut diupayakan untuk memperkecil pemburukan pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Daripada di rumah saja, apalagi teman-teman yang daerah padat penduduk saya kira tingkat penyebaran sangat tinggi. Kita tujuannya memutus transmisi delta varian ini," ujarnya.

Sementara apabila ada kepala keluarga yang ternyata terkonfirmasi positif Covid-19, Luhut meminta anggota keluarganya tidak perlu khawatir. Karena selama kepala keluarga menjalani isolasi, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial.

"Keluarganya juga akan kita berikan sembako, apabila kepala keluarga kena, tidak perlu keluarga jadi menderita akan diberikan bansos oleh pemerintah guna meringankan bebannnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Besar FK UI: Kasus Covid-19 Indonesia Seolah Turun, Padahal Testing Berkurang

Guru Besar FK UI: Kasus Covid-19 Indonesia Seolah Turun, Padahal Testing Berkurang

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:08 WIB

Epidemiolog Nilai Perpanjangan PPKM Kurang Lama, Testing Harus Makin Masif

Epidemiolog Nilai Perpanjangan PPKM Kurang Lama, Testing Harus Makin Masif

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:02 WIB

Kasus Positif Turun Karena Testing Berkurang, Begini Alasan Satgas Covid-19

Kasus Positif Turun Karena Testing Berkurang, Begini Alasan Satgas Covid-19

News | Selasa, 20 Juli 2021 | 18:27 WIB

Terkini

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:22 WIB

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:19 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:36 WIB

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:18 WIB

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:57 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB