Ngotot Lockdown, Andi Arief Beri Contoh Teks untuk Dibaca Jokowi: Saya Gak Pelit ke Rakyat

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 11:39 WIB
Ngotot Lockdown, Andi Arief Beri Contoh Teks untuk Dibaca Jokowi: Saya Gak Pelit ke Rakyat
Politikus Partai Demokrat Andi Arief. (Suara.com/ Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menganggap jika kebijakan lockdown merupakan langkah tepat bagi pemerintahan Presiden Joko Widdo untuk menekan laju kasus Covid-19 yang kian masif belakangan ini. 

Pernyataan itu disampaikan Andi Arief melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Andiarief__ Kamis (22/7/2021).

“Cuma lockdown yang bisa menghentikan mata rantai penularan,” kata Andi Arief seperti dikutip dari terkini.id--jaringan Suara.com. 

Andi Arief pun membuat sebuah contoh pernyataan untuk Presiden Jokowi yang bisa dipakai saat memberlakukan kebijakan lockdown.

“Saya, Jokowi Presiden RI memutuskan upaya besar dilakukan dengan ‘lockdown Nasional 4 minggu,” cuitnya.

“Pembangunan infrastruktur dan tidak mendesak Ibu kota baru saya tunda. Adapun 100 juta rakyat terdampak diberikan BLT per minggu 500 ribu. Saya gak pelit sama rakyat,” sambungnya.

Cuitan politikus partai Demokrat Andi Arief yang meminta pemerintah terapkan lockdown. (Twitter)
Cuitan politikus partai Demokrat Andi Arief yang meminta pemerintah terapkan lockdown. (Twitter)

Dalam pernyataannya yang lain, Arief menyinggung bahwa dalam mengatasi pandemi yang sebesar saat ini, slogan NKRI harga mati ternyata tidak cocok.

“Mungkin negara federal jauh lebih sigap,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat itu.

Andi Arief pun mengaku menaru hormat kepaada Gubernur Papua, Lukas Enembe yang memilih lockdown di saat rezim Jokowi bingung.

Ia juga menyindir bahwa yang perlu ditata saat ini adalah Republik, bukan menata ulang masa jabatan Presiden menjadi tiga periode.

Sebelumnya, Lukas Enembe yang juga kader Demokrat meminta kepada masyarakat Papua agar dapat melakukan persiapan atas kemungkinan untuk lockdown.

Juru Bicara Gubernur, Papua Muhammad Rifai Darus mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua berencana akan menutup akses keluar dan masuk, baik jalur penerbangan maupun perairan.

“Penutupan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada 1 Agustus – 31 Agustus 2021,” katanya pada Selasa, 20 Juli 2021.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ombudsman Temukan Maladministrasi, Jokowi Harus Segera Ambil Alih TWK KPK

Ombudsman Temukan Maladministrasi, Jokowi Harus Segera Ambil Alih TWK KPK

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 10:41 WIB

CEK FAKTA: Beredar Foto Presiden Jokowi Makan Sendirian, Benarkah?

CEK FAKTA: Beredar Foto Presiden Jokowi Makan Sendirian, Benarkah?

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 09:37 WIB

Hits: Pasangan Bercerai Akibat Lockdown, Anak Pakai Hazmat 24 Jam Jaga Ibu di IGD

Hits: Pasangan Bercerai Akibat Lockdown, Anak Pakai Hazmat 24 Jam Jaga Ibu di IGD

Lifestyle | Kamis, 22 Juli 2021 | 07:00 WIB

Ramai soal Rektor Rangkap Jabatan, Ade Armando Ingin Statuta UI Dicabut

Ramai soal Rektor Rangkap Jabatan, Ade Armando Ingin Statuta UI Dicabut

Riau | Rabu, 21 Juli 2021 | 17:47 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB