Epidemiolog: Data Harus Akurat, Kalau Tidak PPKM Tak Akan Berakhir dan Cuma Pindah Level

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:56 WIB
Epidemiolog: Data Harus Akurat, Kalau Tidak PPKM Tak Akan Berakhir dan Cuma Pindah Level
Pasien COVID-19 di Kota Tangerang tengah menjalani perawatan. [Dok. Pemkot Tangerang]

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menekan kepada pemerintah dapat memperbaiki data Covid-19 saat ini agar lebih akurat. Pasalnya, ia menilai jika data tak akurat PPKM tidak akan pernah berakhir hanya berganti level saja.

"Datanya harus diperbaiki. Datanya turun tapi belum dimasukin datanya. Kalau tak dibenahi akan salah salah pengambilan keputusannya. Misal level diturunkan ternyata hanya datanya salah," kata Pandu saat dihubungi Suara.com, Jumat (23/7/2021).

Pandu mengaku kekinian dirinya melihat data Covid-19 di Indonesia belum akurat. Menurutnya, hal itu terlihat karena sejumlah faktor.

"Ya pastinya lah (data belum akurat), tidak lengkap, terlambat lapor masa lapor terlambat 3 hari sampai 5 hari padahal mau dievaluasi," ungkapnya.

Pandu menyampaikan, persoalan data ini sangat krusial. Ia mengatakan, dalam mempertimbangkan melonggarkan PPKM tidak boleh hanya melihat satu variabel saja.

Menurutnya, jika begitu penerapan PPKM tidak akan pernah berakhir lantaran salah melihat data.

Massa aksi tolak PPKM Darurat memblokade Jalan Dago, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Massa aksi tolak PPKM Darurat memblokade Jalan Dago, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Yang menjadi krusial datanya harus akurat kalau testingnya atau kasusnya rendah tapi testingnya turun ya bingung kan. Ini bener turun atas karena testing," tuturnya.

"Dengan demikian PPKM tidak akan pernah berakhir dia cuma pindah level saja. Mungkin ke rendah dua atau satu. Mungkin dengan demikian bisa ditingkatkan lagi jadi lebih mudah," sambungnya.

Lebih lanjut, soal kini PPKM diberikan level, Pandu menyatakan setuju saja. Namun ia menekan kembali soal data yang menjadi indikator.

baca juga

"Yang penting walau pun ganti nama dan mudah dipahami tetap kalau data indikator tidak diperbaiki itu akan lebih membahayakan. Datanya harus akurat," tandasnya.

PPKM 4

Diketahui, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk mengubah istilah PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, PPKM Level 4 mulai digunakan hingga pada 25 Juli 2021.

Luhut mengklaim, Jokowi mengubah istilah PPKM Darurat menjadi PPKM level 4 untuk menyederhanakan makna.

"Presiden memerintahkan agar tidak lagi menggunakan nama PPKM Darurat ataupun mikro, namun yang sederhana, PPKM Level 4. Itu berlaku hingga tanggal 25 Juli 2021," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Kemenko Marves, Rabu (21/7/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Seruan Aksi Kritik Jokowi, Ade Armando: Mahasiswa Dungu Dimanfaatkan Politisi Busuk

Soal Seruan Aksi Kritik Jokowi, Ade Armando: Mahasiswa Dungu Dimanfaatkan Politisi Busuk

News | Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:51 WIB

Sindir Rizal Ramli, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun Untuk Melihat Kenyataan

Sindir Rizal Ramli, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun Untuk Melihat Kenyataan

Bogor | Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:21 WIB

Rizal Ramli Minta Jokowi Hentikan BuzzeRp, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun

Rizal Ramli Minta Jokowi Hentikan BuzzeRp, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun

Riau | Jum'at, 23 Juli 2021 | 08:46 WIB

Jika PPKM Tidak Diperpanjang, Denny Darko: Sesuatu Hal Yang Gawat, Ada Kabar Buruk

Jika PPKM Tidak Diperpanjang, Denny Darko: Sesuatu Hal Yang Gawat, Ada Kabar Buruk

Bogor | Jum'at, 23 Juli 2021 | 08:32 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×