Vaksin Pfizer: Kemanjuran Melawan Covid-19 hingga Efek Sampingnya

Dany Garjito

Jum'at, 23 Juli 2021 | 14:53 WIB
Vaksin Pfizer: Kemanjuran Melawan Covid-19 hingga Efek Sampingnya
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia telah resmi menjalin kerja sama bersama PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE untuk menyediakan vaksin Covid-19 (BNT 162b2).

Vaksin ini nantinya akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah, sebagaimana yang disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Sebelum perjanjian ini dibuat, tentunya vaksin Pfizer telah mendapat ijin edar emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah melalui proses quality control dari BioFarma.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang vaksin Pfizer:

1. Efektivitas mencapai 95,5 persen

Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)
Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)

Berdasar uji klinis tahap ketiga, efektivitas vakisn Pfizer bagi penerima berusia 16 tahun ke atas mampu mencapai 95,5 persen. Sementara itu, untuk usia 12-15 tahun vaksin Pfizer bahkan mampu mencapai efektivitas hingga 100 persen. Tentu saja hal ini sejalan dengan program vaksin pemerintah untuk anak-anak.

2. Mampu melawan varian baru

Sebagimana hasil kajian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine (NEJM), vaksin Pfizer mampu melindungi varian virus corona baru. Mulai dari varian Beta (B.1.351) yang berasal dari Afrika Selatan hingga varian Alpha (B.1.1.7) yang berasall dari Inggris.

Pada varian Alpha, vaksin Pfizer mampu mencapai efektivitas hingga 89,5 persen setelah 14 hari atau lebih pasca vaksin kedua terpenuhi. Sementara efektivitas pada varian Beta berada pada nilai 75 persen.

baca juga

Vaksin Pfizer juga diketahui efektif dalam menekan tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh paparan virus varian Alpha dan Beta hingga 97,4 persen.

3. Berbasis mRNA

Vaksin yang telah mendapat izin edar pada tanggal 14 Juli 2021 lalu ini dibuat menggunakan platform messenger RNA (mRNA).

Metode ini berbeda dengan vaksin Sinovac yang dikembangkan dari virus yang dilemahkan atau disebut dengan metode inactivated viruses.

Dengan mRNA, vaksin Pfizer akan bekerja dengan cara melatih tubuh membentuk protein yang mampu memicu respons imun dalam tubuh sehingga mampu menghasilkan antibodi untuk melindungi dari infeksi virus corona.

4. Tidak mempengaruhi DNA

Meski dikembangkan dengan metode genetik, vaksin Pfizer tidak akan beinteraksi dengan susunan DNA pada setiap manusia.

Dengan metode mRNA nantinya diharapkan satu vaksin mampu memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit sekaligus, sehingga dapat mengurangi jumlah suntikan yang diperlukan.

5. Waktu Pemberian

Vaksin yang membutuhkan penyimpanan dalam metode ultra low temperature atau suhu minus 90 sampai 60 derajat celcius ini perlu disuntikkan sebanyak dua kali untuk mencapai efektivitas maksimal.

Rentang waktu dari dosis pertama ke dosis kedua normalnya adalah tiga pekan. Melalui data imunogenitas, respon yang didapatkan dari dua dosis vaksin Pfizer ini baik dan dapat ditoleransi semua kelompok usia

6. Efek samping

Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) vaksin Pfizer cenderung lebih ringan, diantaranya:

  • Nyeri pada lokasi penyuntikan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Demam

Demikian informasi mengenai vaksin Pfizer yang akan segera digunakan dalam program vaksinasi pemerintah. Tidak ada vaksin yang lebih baik atau lebih buruk, karena vaksin terbaik adalah vaksin yang bisa kita terima secepatnya.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Richard Lee Protes Saksi Ahli BPOM: Tanpa Uji Lab Kok Bisa Langsung Simpulkan Pelanggaran?

Richard Lee Protes Saksi Ahli BPOM: Tanpa Uji Lab Kok Bisa Langsung Simpulkan Pelanggaran?

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 15:55 WIB

Aturan BPA Makin Ketat, Industri Galon Guna Ulang Minta Waktu hingga 2031

Aturan BPA Makin Ketat, Industri Galon Guna Ulang Minta Waktu hingga 2031

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:15 WIB

DPR Mulai Tak Yakin BPOM Bisa Hentikan Keracunan MBG: Desain Program Harus Diubah Total

DPR Mulai Tak Yakin BPOM Bisa Hentikan Keracunan MBG: Desain Program Harus Diubah Total

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah Eyeliner Xi XiU Bagus dan Sudah BPOM? Cek Varian dan Ulasan Penggunanya

Apakah Eyeliner Xi XiU Bagus dan Sudah BPOM? Cek Varian dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 14:40 WIB

Keracunan MBG Berulang, Komnas HAM Minta SPPG Dievaluasi

Keracunan MBG Berulang, Komnas HAM Minta SPPG Dievaluasi

Video | Minggu, 06 September 2026 | 17:26 WIB

4 Serum Under Rp30 Ribu di Indomaret yang Sudah BPOM, Ada yang Bantu Cerahkan Kulit

4 Serum Under Rp30 Ribu di Indomaret yang Sudah BPOM, Ada yang Bantu Cerahkan Kulit

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 13:19 WIB

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:57 WIB

Cegah Keracunan Massal, BPOM Fokuskan Anggaran Rp509 Miliar untuk Kawal MBG

Cegah Keracunan Massal, BPOM Fokuskan Anggaran Rp509 Miliar untuk Kawal MBG

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:59 WIB

Terkini

IHSG Terus Merosot Sejak Suahasil Jadi Menkeu, Sudah Anjlok 3,38 Persen

IHSG Terus Merosot Sejak Suahasil Jadi Menkeu, Sudah Anjlok 3,38 Persen

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

Review Furious: Obsesi Gelap dan Batas Moral Penegak Hukum yang Kabur!

Review Furious: Obsesi Gelap dan Batas Moral Penegak Hukum yang Kabur!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

8 HP Murah Bebas Bloatware dan Iklan Bawaan, Tampilan Bersih Tanpa Gangguan

8 HP Murah Bebas Bloatware dan Iklan Bawaan, Tampilan Bersih Tanpa Gangguan

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Android Murah untuk Kebutuhan Dasar, Harga Rp2 Jutaan

3 Rekomendasi Tablet Android Murah untuk Kebutuhan Dasar, Harga Rp2 Jutaan

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 14:58 WIB

Promo BRI September, Belanja Minimal Rp500 Ribu Dapat Voucher Tokopedia

Promo BRI September, Belanja Minimal Rp500 Ribu Dapat Voucher Tokopedia

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 14:58 WIB

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

Jakarta | Selasa, 22 September 2026 | 14:56 WIB

DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar

DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:55 WIB

Bedak Tidak Menempel di Wajah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bedak Tidak Menempel di Wajah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:55 WIB

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, Perbaiki Kualitas Udara Pekanbaru

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, Perbaiki Kualitas Udara Pekanbaru

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 14:52 WIB

Dipanggil Bukan Sebagai Saksi, KPK Isyaratkan Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Bea Cukai

Dipanggil Bukan Sebagai Saksi, KPK Isyaratkan Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Bea Cukai

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:51 WIB

×