Perempuan Kerap jadi Sasaran Kekerasan Seksual, Tapi Proses Hukum Tak Sesuai Harapan

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 02 Agustus 2021 | 14:57 WIB
Perempuan Kerap jadi Sasaran Kekerasan Seksual, Tapi Proses Hukum Tak Sesuai Harapan
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat terdapat 239 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual sepanjang 2020. Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengungkapkan adanya kendala dalam proses hukum terkait kekerasan seksual tersebut.

Isnur menjelaskan permasalahannya beragam di mana salah satunya korban tidak berani melaporkan kasusnya karena sensitifitas dan kurangnya keberpihakan penegak hukum. Selain itu ada juga korban yang mundur dari proses penegakan hukum karena prosesnya yang lama sehingga membuat korban jenuh dan tidak melanjutkan kasusnya lagi.

Terdapat juga masalah yang bersumber dari penyidiknya.

"Terdapat pola di mana, Penyidik laki-laki membuat korban sulit memberikan keterangan, serta kasus-kasus yang dianggap kekurangan bukti. Masalah lainnya adalah kurangnya perlindungan terhadap korban," jelas Isnur dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/8/2021).

Bersamaan dengan itu, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengungkapkan laporan kekerasan terhadap perempuan dalam kaitannya dengan pandemi Covid-19.

Menurutnya, kekerasan berbasis gender online (KBGO) justru meningkat dan terjadi di berbagai wilayah.

Selain itu, kekerasan terhadap perempuan juga terjadi karena faktor ekonomi seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena masalah mengurus keuangan. Bukan hanya di lingkungan rumah tangga, pada lingkup pendidikan juga kerap terjadi kekerasan terhadap perempuan di mana dosen kerap membuat modus untuk membuat janji bimbingan skripsi di luar kampus.

Permasalahan yang muncul juga dikatakan Asfinawati saat penanganan kasus. Masalahnya ialah ketika korban sulit mengakses pengacara karena terutama di zona merah dan lebih banyak melakukan aktivitas di rumah.

"Selain itu, rumah aman untuk korban juga banyak yang tutup sehingga proses untuk menangani kasus menjadi lebih lambat," ujarnya.

baca juga

"Penyidik juga kadang menjadikan pandemi sebagai alasan untuk tidak menangkap atau menahan pelaku," tambah Asfinawati.

Sementara dalam proses siang, korban justru disulitkan oleh sinyal dan harus mengulang-ulang jawabannya saat diminta menjelaskan oleh hakim. Ia juga menilai kalau para pendamping mesti melakukan pengembangan kapasitas khususnya dalam hal keamanan digital.

Kendati demikian, Asfinawati mengungkapkan masih adanya capaian positif. Salah satunya ialah soal keberhasilan mendorong kebijakan rektor terkait sistem pencegahan kekerasan seksual hingga evaluasi lembaga yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak, salah satunya ialah pembekuan terhadap P2TP2A di Lampung Timur.

"Dalam hal proses hukum, kasus yang awalnya berhenti akhirnya dilanjutkan, kasus KBGO ada yang diproses hukum, pelaku dari aparat penegak hukum ada yang diproses, adanya sanksi dari institusi, hingga perlindungan fisik dari LPSK. Selain itu, terdapat pula capaian lain seperti korban yang menjadi lebih baik dan lain sebagainya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepanjang 2020, YLBHI Catat 239 Perempuan Alami Kekerasan Seksual, Mayoritas Masih Muda

Sepanjang 2020, YLBHI Catat 239 Perempuan Alami Kekerasan Seksual, Mayoritas Masih Muda

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 13:36 WIB

Ancam Polisikan ICW, Tindakan Moeldoko Disebut Langgengkan Praktik Kriminalisasi Aktivis

Ancam Polisikan ICW, Tindakan Moeldoko Disebut Langgengkan Praktik Kriminalisasi Aktivis

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 16:37 WIB

Hingga Akhir Juni, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Balikpapan Sebanyak 20 Kasus

Hingga Akhir Juni, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Balikpapan Sebanyak 20 Kasus

Kaltim | Kamis, 29 Juli 2021 | 17:56 WIB

Kekerasan Seksual di Dunia Maya Meningkat Drastis Selama Masa Pandemi Covid-19

Kekerasan Seksual di Dunia Maya Meningkat Drastis Selama Masa Pandemi Covid-19

Batam | Jum'at, 23 Juli 2021 | 17:30 WIB

Terkini

LG Bidik Pasar Monitor Gaming, Pamer Teknologi dengan Refresh Rate 1.000 Hz

LG Bidik Pasar Monitor Gaming, Pamer Teknologi dengan Refresh Rate 1.000 Hz

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:08 WIB

MagangHub Kemnaker Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

MagangHub Kemnaker Batch 3 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Muhammad Toha Curi Perhatian Media Malaysia usai Tampil Solid Lawan JDT di Piala FA

Muhammad Toha Curi Perhatian Media Malaysia usai Tampil Solid Lawan JDT di Piala FA

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Trik Mengatasi Sunscreen yang Teksturnya Memisah dan Mengendap di Kemasan

Trik Mengatasi Sunscreen yang Teksturnya Memisah dan Mengendap di Kemasan

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Bikin Plump dan Glowing! 4 Jelly Pad untuk Lengkapi Skincare Routine

Bikin Plump dan Glowing! 4 Jelly Pad untuk Lengkapi Skincare Routine

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan

Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan

Batam | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Dikaji Ulang, Bahlil Soroti Kebutuhan Nasional

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Dikaji Ulang, Bahlil Soroti Kebutuhan Nasional

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Erick Thohir Turun Tangan! Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bobotoh di Pakansari

Erick Thohir Turun Tangan! Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bobotoh di Pakansari

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

×