Menkes sebut 70 Juta Vaksin Akan datang Bertahap pada Agustus-September

Arief Apriadi, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 03 Agustus 2021 | 04:29 WIB
Menkes sebut 70 Juta Vaksin Akan datang Bertahap pada Agustus-September
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekitar 70 juta dosis vaksin covid-19 akan datang secara bertahap pada Agustus hingga September 2021.

Hal ini dikatakan Budi dalam jumpa pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021) malam.

"Vaksinasi yang paling besar memang akan datang di bulan Agustus dan September. Perkiraan kita yang sudah pasti sekitar 70 jutaan di Agustus dan September. Sehingga beban vaksinasinya kita akan sangat tinggi," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Budi menuturkan sejak Januari hingga Juli pemerintah telah menerima 90 juta dosis vaksin atau sekitar 22 persen dari total dosis vaksin yang dibutuhkan.

"Untuk perbandingan, Januari-Juli ada 90 juta vaksin yang datang. Jadi 90 juta dalam 7 bulan. Sekarang kita harus kejar 70 juta dalam sebulan. 90 juta kita itu sekitar 22 persen. Jadi kalau ada kekurangan di sana sini karena memang baru 20 persen yang datang," tutur dia.

Mantan Wamen BUMN itu juga menyebut hingga Desember 2021 Indonesia akan kedatangan sebanyak 258 juta dosis vaksin.

"Sisanya 80 persen itu datangnya dari Agustus sampai Desember 258 juta sudah pasti," ucap dia.

Lebih lanjut, Budi memaparkan ada tujuh daerah aglomerasi khususnya di Jawa dan Bali yang menjadi konsentrasi pemerintah dalam melakukan vaksinasi.

Yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya raya, dan juga Malang Raya dan Bali.

baca juga

"Itu adalah daerah yang tingkat kasus aktifnya paling tinggi dan juga kematiannya paling tinggi. Karena kita melakukan vaksinasi berbasis risiko karena daerah-daerah itulah kita sasar duluan untuk dengan cepat mengurangi tekanan penularan dan tekanan kematian," kata Budi.

Budi mencontohkan daerah aglomerasi di Jawa dan Bali bulan Juli biasanya menyuntikkan sebanyak 382.000 per hari.

Namun per Agustus harus ditingkatkan menjadi 1,2 juta perhari.

"Bayangkan ada kenaikan hampir 4 kali lipat. Oleh karena itu memang tugasnya kami di Agustus dan September ini akan lebih berat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Masukan Epidemiolog, Kini Pemerintah Terapkan 3 Pilar Untuk Pengendalian Covid-19

Terima Masukan Epidemiolog, Kini Pemerintah Terapkan 3 Pilar Untuk Pengendalian Covid-19

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 04:25 WIB

Kebutuhan Kremasi Saat Pandemi di Surabaya Tinggi, Satu Tungku Kreamtorium Keputih Rusak

Kebutuhan Kremasi Saat Pandemi di Surabaya Tinggi, Satu Tungku Kreamtorium Keputih Rusak

Jatim | Senin, 02 Agustus 2021 | 23:33 WIB

Luhut Ungkap 4 Daerah yang Butuh Perhatian Khusus untuk Penanganan Covid-19

Luhut Ungkap 4 Daerah yang Butuh Perhatian Khusus untuk Penanganan Covid-19

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 01:05 WIB

PPKM Level 4 Diperpanjang, Termasuk Sumatera Utara

PPKM Level 4 Diperpanjang, Termasuk Sumatera Utara

Sumut | Senin, 02 Agustus 2021 | 23:05 WIB

IPB: Belum Ada Bukti Hewan Positif COVID-19 Tularkan Virus Corona ke Manusia

IPB: Belum Ada Bukti Hewan Positif COVID-19 Tularkan Virus Corona ke Manusia

Tekno | Senin, 02 Agustus 2021 | 22:51 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×