alexametrics

BNPB Kirim 150 Ribu masker dan 50 Tabung Oksigen ke Papua Barat

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
BNPB Kirim 150 Ribu masker dan 50 Tabung Oksigen ke Papua Barat
BNPB kirim masker dan tabung oksigen ke Papua Barat. (Dok. BNPB)

Selain itu BNPB juga mengirim 1.000 sarung tangan medis, 1.000 medical T-Well dan alat rapid test antigen sebanyak 10 ribu unit

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan 150 ribu masker dan 50 tabung oksigen untuk penanganan COVID-19 ke Papua Barat.

Adapun rincian dari 150 ribu masker tersebut meliputi 30 ribu masker medis, 15 ribu masker KF 94, 50 ribu masker medis anak, 5 ribu masker kain INA dan 55 ribu masker kain anak.

Selain masker, BNPB juga mengirimkan sebanyak 50 tabung oksigen, 50 oksigen konsentrator, 1.000 sarung tangan medis, 1.000 medical T-Well dan alat rapid test antigen sebanyak 10 ribu unit.

"Bantuan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, Senin (2/7), dengan transit di Makassar dan dijadwalkan akan tiba di Papua Barat pada Selasa (3/7)," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Baca Juga: Betulkah BMKG, BNPB, BNN dan KPK Bentukan Megawati?

Bantuan akan diterima oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari untuk selanjutnya diambil oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat dan didistribusikan ke berbagai wilayah kabupaten/kota.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat, kasus akumulatif COVID-19 per Senin (2/8) menjadi 18.900 setelah ada penambahan sebanyak 118 orang.

Adapun prosentase kasus positif menjadi 27,6 persen dari total jumlah orang yang telah diperiksa sebanyak 68.408 orang.

Sementara itu, pasien sembuh terus mengalami peningkatan menjadi 16.035 setelah ada penambahan 517 orang.

Secara prosentase, tingkat kesembuhan di Papua Barat mencapai 84,4 persen. Kemudian yang meninggal ada sebanyak 290 orang.

Baca Juga: Megawati Klaim Bentuk KPK, BNN, BMKG, BNPB, Begini Faktanya

Komentar