alexametrics

Pasang Baliho di Mana-mana, Popularitas Puan Maharani dalam Survei Masih Kalah dari AHY

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Pasang Baliho di Mana-mana, Popularitas Puan Maharani dalam Survei Masih Kalah dari AHY
Ketua DPR Puan Maharani. [Antara]

Puan Maharani menempati urutan keenam pada tingkat popularitas dan likeabilitas tokoh berdasarkan survei Indostrategic dengan prosentase 60,8 persen dan 36 persen.

Suara.com - Puan Maharani menempati urutan keenam pada tingkat popularitas dan likeabilitas tokoh  berdasarkan survei dari Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic).

Urutan itu menempatkan Puan di bawah Prabowo Subianto yang menempati peringkat pertama dengan tingkat popularitas 92,8 persen dan tingkat kesukaan 74,0 persen.

Selanjutnya di bawah Prabowo ada nama Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ridwan Kamil.

Setelah itu baru nama Puan di urutan keenam dengan tingkat popularitas 60,8 persen dan tingkat kesukaan 36,0 persen.

Baca Juga: Soal Baliho Puan Maharani, Ganjarist Tak akan Meniru: Yang Penting Kinerja Bukan Baliho

"Mbak Puan ada di posisi keenam dengan angka popularitas sebesar 60,8 persen dengan tingkat kesukaan 36 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam secara daring, Selasa (3/8/2021).

Umam mengatakan, hasil survei Puan tersebut tentunya dapat menjadi bahan evaluasi. Mengingat kekinian banyak baliho bergambar Puan yang bertebaran di berbagai wilayah, yang bukan tidak mungkin merupakan strategi meningkatkan popularitas untuk Ketua DPR itu.

"Tentu ini menjadi evaluasi yang baik dan kita bisa lihat di setiap jalan melihat poster Mbak Puan dan saya pikir itu bagian dari meningkatkan popularitas dan likeabilitas Mbak Puan di level nasional," kata Umam.

Adapun tingkat popularitas untuk Sandiaga Uno sebesar 86,5 persen, Anies Baswedan 80,8 persen, AHY 75,7 persen, dan Ridwan Kamil 64,3 persen.

Sedangkan untuk tingkat kesukaan  Sandiaga Uno sebesar 76,2 persen, Anies Baswedan 67,5 persen, AHY 59,4 persen, dan Ridwan Kamil 55,4 persen.

Baca Juga: Survei Elektabilitas Capres 2024: Prabowo Teratas, Unggul Tipis dari Anies

Sebelumnya dalam hasil survei terkait elektabilitas calon presiden 2024, Puan menempati urutan ke-12 dengan tingkat elektabilitas sebesar 0,6 persen.

Elektabilitas Prabowo Teratas

Nama Prabowo Subianto ternyata masih menjadi yang paling kuat menempati peringkat pertama dalam survei elektabilitas calon presiden 2024, sebagaimana hasil survei yang baru saja dirilis Indostrategic.

Dalam survei tersebut Prabowo unggul tipis dari Anies Baswedan dengan perolehan masing-masing sebanyak 17,5 persen dan 17,0 persen.

Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengatakan perolehan angka tersebut menggambarkan bahwa Prabowo masih potensial untuk mencalonkan diri kembali dalam Pilpres 2024. Namun menariknya, Prabowo hanya mengungguli tipis Anies Baswedan.

"Tapi popularitasnya relatif masih terjaga. Pak Prabowo memiliki modal yang baik untuk maju 2024. Besar kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi adalah post election effect," kata Umam dalam rilis survei secara daring Selasa (3/8/2021).

Terkait dengan elektabilitas Anies yang hanya beda tipis dengan Prabowo, Umam menilai hal itu tidak terlepas dari peran Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam penanganan pandemi Covid-19 di ibu kota.

"Besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh besarnya media covered dari peran yang bersangkutan dari proses penanganan masa pandemi covid-19

Sementara itu, membuntuti nama Prabowo dan Anies ada nama sejumah kepala daerah lain, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (8,1 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,0 persen), hingga Menparekraf Sandiaga Uno (6,8 persen).

Berikutnya ada Agus Harimurti Yudhoyono (6,4 persen), Tri Rismaharini (4,1 persen), Gatot Nurmantyo (1,85 persen), Khofifah Indar Parawansa (1,8 persen), Erick Thohir (1,0 persen), Ahmad Syaikhu (0,6 persen), Puan Maharani (0,6 persen), Surya Paloh (0,6 persen), Muhaimin Iskandar (0,5 persen), hingga Airlangga Hartarto (0,5 persen).

Adapun survei tersebut dilakukan pada 23 Maret - 1 Juni 2021 di 34 provinsi di seluruh Indonesia melalui pendekatan face to face interview.

Sedangkan untuk metode penarikan sampel dilakukan melalui multi-stage random sampling dengan jumlah sampel 2.400 responden. Di mana tingkat kepercayaan 95 persen dan level margin of error 2 persen.

Komentar