Nakes Mati-matian Urus Pasien Covid Tapi Seret Insentif, Ini Penyebabnya

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 15:54 WIB
Nakes Mati-matian Urus Pasien Covid Tapi Seret Insentif, Ini Penyebabnya
Nakes Mati-matian Urus Pasien Covid Tapi Seret Insentif, Ini Penyebabnya. [Foto: Beritajatim]

Suara.com - Amnesty International Indonesia menemukan adanya sebanyak 21.424 tenaga kesehatan di 21 provinsi pernah mengalami penundaan atau pemotongan pembayaran insentif dalam periode Juni 2020 hingga Juli 2021. Dari temuan tersebut, Amnesty juga mengungkap beragam penyebabnya.

Manajer Media dan Kampanye Amnesty International Indonesia, Nurina Savitri menjelaskan penyebab-penyebab insentif dipotong atau ditunda itu karena inkonsistensi data dan hambatan demokratis.

Semisal yang pertama, ialah tidak adanya kesesuaian data milik nakes. Hal tersebut yang menyebabkan adanya penundaan.

"Jadi mereka yang datanya ini tidak sesuai dengan kenyataan atau dokumen A dan B itu tidak sama," kata Nurina saat memaparkan pada acara konferensi pers Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 yang disiarkan melalui kanal YouTube Amnesty International Indonesia, Jumat (6/8/2021).

Tetapi, kesesuain data milik nakes tersebut tidak bisa langsung selesai lantaran harus melewati upaya perbaikan di Kementerian Kesehatan. Sementara jumlah tenaga kesehatan yang berada di luar Jawa itu berjumlah 760 ribu orang.

"Jadi bisa dibayangkan bagaimana penundaan pembayaran insentif menjadi suatu hal yang tidak terelakan karena banyak sekali tenaga kesehatan yang bermukim di luar Jawa," ujarnya.

Lalu, alasan penundaan pembayaran insentif itu adalah pemotongan di fasilitas kesehatan karena pemerintah memprioritaskan pembayaran insentif untuk nakes yang bekerja di unit penanganan Covid-19.

Padahal menurut Nurina, semua tenaga kesehatan di rumah sakit misalnya, sebagian besar memang fokus menangani Covid-19 juga.

Kemudian ia juga mengungkapkan adanya upaya intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang berusaha untuk hendak mengungkap adanya pemotongan atau penundaan pembayaran insentif. Nurina mengambil dua contoh yang terjadi di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

baca juga

Para nakes di sana sempat akan melakukan konferensi pers terkait adanya pemotongan dan penundaan insentif pembayaran insentif. Tetapi pada akhirnya mereka malah diinterogasi dan mengalami intimidasi yang dilakukan aparat.

Lain lagi dengan di RSDC Wisma Atlet, ada seorang relawan yang melapor ke institusi pemerintah terkait hal serupa, namun yang diterimanya malah tindakan tidak menyenangkan.

"Ia justru mendapat ancaman untuk dilacak, justru bertentangan dengan hak yang seharusnya dia dapat ya sebagai tenaga kesehatan," ucapnya.  

Apa yang dilakukan terhadap nakes tersebut jelas menurut Nurina telah masuk ke dalam kategori pelanggaran. Pertama ialah melanggar hak tenaga kesehatan atas kondisi kerja yang adil dan mendukung, karena sudah dilindungi oleh Pasal 7 Kovenan Internasional tentang hak-hak ekonomi, sosial, budaya.

Kemudian juga melanggar hak atas tenaga kesehatan atas kebebasan berbicara yang tercantum dalam hak atas kebebasan berekspresi dan dilindungi oleh Pasal 11 Kovenan Internasional tentang hak sipil dan politik.

Lanjut, apa yang dilakukan terhadap nakes di atas juga melanggar hak tenaga kesehatan untuk secara politik membela kepentingan bersama, yang dilindungi dengan hak atas kebebasan berserikat. Itu tertuang dalam Pasal 22 Kovenan Internasional terkait hak-hak sipil dan poltik dan Pasal 8 di Kovenan Internasional tentang hak-hak ekonomi, sosial dan budaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

21.424 Nakes Disebut Pernah Mengalami Penundaan hingga Pemotongan Pembayaran Insentif

21.424 Nakes Disebut Pernah Mengalami Penundaan hingga Pemotongan Pembayaran Insentif

News | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 13:25 WIB

Nasib Nakes Siak, Banyak Terpapar Corona di Tengah Isu Takut Dicovidkan RS

Nasib Nakes Siak, Banyak Terpapar Corona di Tengah Isu Takut Dicovidkan RS

Riau | Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:59 WIB

Moderna Jadi Vaksin Covid-19 Ketiga Bagi Para Nakes di Batam

Moderna Jadi Vaksin Covid-19 Ketiga Bagi Para Nakes di Batam

Batam | Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:03 WIB

Amnesty International: Aksi Protes Dinar Candy Tak Bisa Dikriminalisasi dengan UU ITE

Amnesty International: Aksi Protes Dinar Candy Tak Bisa Dikriminalisasi dengan UU ITE

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Rekrutmen Nakes COVID-19 Sepi Peminat, Ini Kata Wagub DKI

Rekrutmen Nakes COVID-19 Sepi Peminat, Ini Kata Wagub DKI

Jakarta | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:43 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×