Terima 2.841 Kasus Selama 2020, Polri Cetak Rekor Pelaporan di Komnas HAM

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:25 WIB
Terima 2.841 Kasus Selama 2020, Polri Cetak Rekor Pelaporan di Komnas HAM
Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan lembaganya telah menerima 2.841 pengaduan selama tahun 2020. Adapun kepolisian menjadi institusi yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM. (Tangkapan layar)

Suara.com - Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan lembaganya telah menerima 2.841 pengaduan selama tahun 2020. Adapun kepolisian menjadi institusi yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM.

Hal tersebut disampaikan Ahmad dalam Peluncuran Laporan Tahunan Komnas HAM Tahun 2020 yang disiarkan di kanal Youtube Komnas HAM pada Kamis (12/8/2021).

"Terkait pengaduan masyarakat para tahun 2020 Komnas HAM RI menerima 2.841 kasus," kata Taufan.

Taufan menyebutkan pihak yang paling banyak diadukan itu ialah kepolisian sebanyak 758 kasus, korporasi 455 kasus dan pemerintah daerah sebanyak 276 kasus.

Selain itu, Komnas HAM juga menerima pengaduan terkait perampasan hak. Sepanjang 2020, Komnas HAM menerima pengaduan menyangkut hak atas kesejahteraan sebanyak 1.025 kasus, hak atas keadilan 887 kasus dan hak atas rasa aman sebanyak 179 kasus.

Taufan juga mengungkapkan kalau adanya perbedaan signifikan yang terlihat pada metode dan jumlah konsultasi masyarakat pada 2019 dan 2020. Hal tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

Pada 2019, Komnas HAM menerima 347 konsultasi melalui saluran telepon. Sementara pada 2020 angkanya menurun menjadi 278 saja.

"Konsultasi datang langsung pada 2019 sebanyak 541 konsultasi, pada 2020 menjadi 206 konsultasi dikarenakan pembatan pertemuan tatap muka," ujarnya.

Selama pandemi covid-19 terjadi perbedaan signifikan yang terlihat pada metoda dan jumlah konsultasi masyarakat pada 2019 dan 2020.

baca juga

Pada tahun 2019, Komnas HAM menerima 347 konsultasi melalui telepon. Sedangkan pada tahun 2020 turun menjadi 278 konsultasi. Konsultasi datang langsung pada 2019 sebanyak 541 konsultasi, pada 2020 menjadi 206 konsultasi dikarenakan pembatan pertemuan tatap muka.

Karena adanya pandemi Covid-19, justru jumlah konsultasi pengaduan melalui surat elektronik yang meningkat. Pada 2019 konsultasi yang diterima Komnas HAM berjumlah 124 dan pada 2020 meningkat menjadi 320 konsultasi.

"Hal yang sama juga terlihat pada konsultasi via Whats App yang sebelumnya berjumlah 580 konsultasi di tahun 2019 menjadi 876 konsultasi pada tahun 2020," tuturnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa layanan-layanan daring cukup diminati pengadu untuk melakukan konsultasi selama masa pandemi Covid-19."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdiri Independen, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak akan Pernah Intervensi Komnas HAM

Berdiri Independen, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak akan Pernah Intervensi Komnas HAM

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:59 WIB

Ogah Umbar Hasil Pemeriksaan Kapolda Sumsel soal Donasi Fiktif, Mabes Polri Tutupi Kasus?

Ogah Umbar Hasil Pemeriksaan Kapolda Sumsel soal Donasi Fiktif, Mabes Polri Tutupi Kasus?

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 13:35 WIB

Siap-siap, Persiapan Penggolongan SIM C Baru Dikebut Bulan Ini

Siap-siap, Persiapan Penggolongan SIM C Baru Dikebut Bulan Ini

Otomotif | Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:24 WIB

Soal Kick-off 27 Agustus, Polri: Izin Liga 1 Masih dalam Proses

Soal Kick-off 27 Agustus, Polri: Izin Liga 1 Masih dalam Proses

Bola | Rabu, 11 Agustus 2021 | 09:47 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×