PSI Beri Teguran Keras ke Anggotanya, Desak Viani Limardi Minta Maaf Terbuka

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:17 WIB
PSI Beri Teguran Keras ke Anggotanya, Desak Viani Limardi Minta Maaf Terbuka
Anggota F-PSI DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi (Instagram/ms.tionghoa)

Suara.com - Juru Bicara PSI, Sigit Widodo menyampaikan permohonan maaf ke publik atas sikap anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi yang tak terima terkena ganjil genap.

Melalui akun Twitter @sigitwid, Sigit menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas.

Tak hanya itu, ia juga mengaku partainya telah memberikan teguran keras terhadap Viani Limardi.

"Kami sudah menegur keras anggota kami," tulis Sigit seperti dikutip Suara.com, Kamis (12/8/2021).

Sigit juga meminta agar Viani Limardi segera menyampaikan permohonan maaf di hadapan publik atas sikap arogansinya.

"Saya pikir memang sudah sewajarnya jika Sis Viani meminta maaf secara terbuka," ungkap Sigit.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus mengawal PSI dengan berbagai kritik dan saran.

Sigit meminta agar masyarakat terus memberikan masukan jika menemui ada kadernya yang melakukan tindakan tidak pantas.

"Mohon terus kritisi dan ingatkan kami jika ada kader-kader PSI yang bertindak di luar kepantasan," ungkap Sigit.

PSI desak Viani Limardi minta maaf secara terbuka (Twktter)
PSI desak Viani Limardi minta maaf secara terbuka (Twktter)

Adu Mulut Tak Terima Kena Ganjil Genap

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Viani Limardi kedapatan adu mulut dengan anggota kepolisian karena aturan ganjil genap kendaraan bermotor. Viani dilarang lewat karena terganjal aturan tersebut.

Pada Kamis (12/8/2021) pagi, Viani melintasi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Ia menggunakan mobil plat nomor ganjil dan langsung disetop petugas saat hendak ke kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Namun Viani malah heran karena mengaku selama ini tidak pernah ada masalah saat melintas. Bahkan ia juga mengaku akan memprotes aturan ini karena memiliki peran di DPRD DKI.

Polisi pun tetap berpendirian tak mengizinkan Viani lewat. Anggota PSI itu diminta untuk lewat tol lalu masuk Jalan Rasuna Said.

Usai disetop polisi, Viani mengunggah video di akun instagramnya, @ms.tionghoa. Ia mengaku sudah "gila" dengan diterapkannya aturan ganjil genap yang dimulai hari ini.

"Haduh, emang udah gila otak gua ya kan," ujar Viani.

Lalu, yang membuatnya semakin pusing adalah dirinya selaku anggota dewan justru tak tahu regulasi ini dan malah memrotesnya.

"Gua yang bikin aturan, gua juga yang enggak tahu, gua juga yang bingung, terus gua juga yang protes sendiri. Masuk akal gak tuh?" pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Mulut dengan Polisi karena Disetop Aturan Gage, Anggota F-PSI DKI: Udah Gila Otak Gua

Adu Mulut dengan Polisi karena Disetop Aturan Gage, Anggota F-PSI DKI: Udah Gila Otak Gua

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:19 WIB

Tolak Putar Balik Sistem Ganjil-Genap, Banyak Pengendara Ngotot Melintas ke MH Thamrin

Tolak Putar Balik Sistem Ganjil-Genap, Banyak Pengendara Ngotot Melintas ke MH Thamrin

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 12:13 WIB

Periksa Pimpinan DPRD hingga Pejabat DKI, PSI: KPK Harus Bongkar Mafia Tanah di Jakarta

Periksa Pimpinan DPRD hingga Pejabat DKI, PSI: KPK Harus Bongkar Mafia Tanah di Jakarta

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:54 WIB

Terkini

Tangis Korban Hanania Travel Pecah di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

Tangis Korban Hanania Travel Pecah di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:52 WIB

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:32 WIB

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:21 WIB

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:13 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56 WIB

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:46 WIB

Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG

Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:40 WIB

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39 WIB

MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!

MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:24 WIB

Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra

Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB