Dikirim ke Indonesia Atasi Kebakaran, Tom Kini Tak Bisa Pulang ke Australia

Reza Gunadha, ABC

Senin, 16 Agustus 2021 | 13:40 WIB
Dikirim ke Indonesia Atasi Kebakaran, Tom Kini Tak Bisa Pulang ke Australia
ILUSTRASI - kebakaran hutan. (foto: AFP)

Suara.com - Tom Henderson dikirim dari Australia ke Indonesia untuk membantu memadamkan kebakaran lahan dan hutan.

Tapi kekinian, ia justru terjebak tak bisa pulang ke negaranya akibat aturan ketat Australia demi mencegah wabah covid-19.

Tiga anak Tom Henderson, berusia empat, dua, dan 11 bulan belum melihat ayah mereka sejak Juni lalu.

Tom bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran di Australia dan ia dikerahkan ke Indonesia oleh Pemerintah Australia untuk membantu kebakaran hutan.

Tetapi sekarang ia menghadapi ketidakpastian karena dia tidak tahu kapan bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya.

"Kami tahu risiko itu sebelum dia pergi," kata istrinya, Ash Henderson.

"Tetapi ketika dia pergi, keadaan terlihat lebih baik, orang-orang mulai divaksinasi dan pemerintah memberi tahu kami bahwa segala sesuatunya akan mulai dibuka perlahan-lahan."

Sejauh ini, dua penerbangan yang dipesan untuk bulan Agustus telah dibatalkan.

Belum lagi dengan pembatasan jumlah kedatangan internasional ke Australia, membuat keluarga itu masih belum bisa bernafas lega.

baca juga

Batas kedatangan internasional dipotong setengahnya pada 14 Juli dalam upaya untuk mengurangi tekanan pada sistem karantina, karena peningkatan risiko yang ditimbulkan oleh varian Delta COVID-19.

"Ada penerbangan yang sudah dipesan, tapi itu baru akan kembali pada bulan Oktober dan apa pun bisa terjadi antara sekarang dan nanti," kata Ash.

Ketidakpastian perjalanan

Situasi pandemi di Indonesia memburuk dengan catatan lebih dari 50.000 kasus baru dalam satu hari bulan lalu pada puncaknya.

"Protokol di tempat kerja [suami saya] sangat ketat sehingga [ia] terjaga dengan baik," kata Ash Henderson.

Tom telah bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran selama sekitar tujuh tahun.

"Dia tidak punya pilihan lain selain berangkat [ke Indonesia]. Sebenarnya tidak ada pilihan kerja lain untuknya," kata Ash.

"Situasinya sulit. Kekhawatiran terbesar saya adalah jika sesuatu terjadi pada siapa pun di antara kami, dia tidak akan bisa pulang dengan mudah," katanya.

"Ketidakpastian karena kami tidak tahu apakah dia bisa kembali ke rumah dan kapan telah membuat kami stres."

Dampak pembatasan di perbatasan

Langkah-langkah kontrol perbatasan terbaru yang diberlakukan oleh pemerintah Victoria juga secara finansial berdampak besar pada bisnis fotografinya, yang dijalankan Ash dari rumahnya di sebelah timur Albury-Wodonga.

Di bawah aturan kesehatan masyarakat terbaru, hanya ada enam alasan penting bagi penduduk NSW untuk menyeberang ke negara bagian Victoria.

"Saya tidak akan dapat memiliki klien [dari NSW] di studio saya. Dan pergi ke studio untuk berfoto juga tidak masuk kategori perjalanan esensial, sehingga mereka kehilangan kesempatan [untuk melakukan itu] dan saya kehilangan pekerjaan," katanya.

"Ini adalah mata pencaharian saya. Ini yang bisa saya lakukan.

"Baru hari ini, saya mungkin mendapat 10 panggilan telepon dari pengantin dan orang tua baru yang mencari tahu apa yang bisa kami lakukan."

Sementara keluarga menunggu penerbangan pulang yang terkonfirmasi, Ash berharap ada bantuan keuangan yang ditargetkan untuk industri kreatif, terutama bagi mereka yang berlokasi di sepanjang perbatasan negara bagian.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sydney Pecahkan Rekor Kematian Akibat COVID-19, Melbourne Berlakukan Jam Malam

Sydney Pecahkan Rekor Kematian Akibat COVID-19, Melbourne Berlakukan Jam Malam

Health | Senin, 16 Agustus 2021 | 13:07 WIB

Berbohong dan Langgar Perintah Tinggal di Rumah, Siap-siap Didenda Puluhan Juta

Berbohong dan Langgar Perintah Tinggal di Rumah, Siap-siap Didenda Puluhan Juta

Kaltim | Minggu, 15 Agustus 2021 | 16:04 WIB

Kebakaran Hutan Jati di Lamongan Ini Gegara Orang Buang Putung Rokok Ngawur

Kebakaran Hutan Jati di Lamongan Ini Gegara Orang Buang Putung Rokok Ngawur

Jatim | Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Pesawat Pemadam Kebakaran Milik Rusia Jatuh di Turki, Semua Kru Tewas

Pesawat Pemadam Kebakaran Milik Rusia Jatuh di Turki, Semua Kru Tewas

News | Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:28 WIB

Nggak Main-Main, Sydney Terapkan Denda Lockdown Sebesar Rp 52 Juta

Nggak Main-Main, Sydney Terapkan Denda Lockdown Sebesar Rp 52 Juta

Lifestyle | Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Profil Amye Un, Perempuan NTT Jadi Calon Wali Kota Darwin Australia

Profil Amye Un, Perempuan NTT Jadi Calon Wali Kota Darwin Australia

Bali | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:27 WIB

Resmi! Perempuan Asal Nusa Tenggara Timur Calon Wali Kota Darwin Australia

Resmi! Perempuan Asal Nusa Tenggara Timur Calon Wali Kota Darwin Australia

Sulsel | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:56 WIB

UU Zona Aman Diterbitkan, Warga Australia Dilarang Demo Klinik Aborsi

UU Zona Aman Diterbitkan, Warga Australia Dilarang Demo Klinik Aborsi

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 14:28 WIB

Terkini

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×