AHY Pesan Anak Muda Tak Boleh Dimanja, Publik: Orang Privilege Jangan Bicara Mengada-Ada

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Selasa, 24 Agustus 2021 | 09:25 WIB
AHY Pesan Anak Muda Tak Boleh Dimanja, Publik: Orang Privilege Jangan Bicara Mengada-Ada
AHY Pesan Anak Muda Jangan Dimanja, Tsamara Beri Sindiran Menohok. (YouTube/CSIS Indonesia)

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memperingatkan anak muda tidak boleh dimanja. Hal ini dilakukan demi mewujudkan cita-cita Indonesia emas di tahun 2045.

Pernyataan AHY itu disampaikan dalam pidato kebangsaan memperingati 50 Tahun CSIS Indonesia. Pidato itu diunggah di akun YouTube CSIS Indonesia yang berjudul "Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai Demokrat".

Dalam video berdurasi 2 jam itu, AHY mengatakan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak manja dan pantang menyerah. Karena itu, ia berpesan anak muda jangan diberi karpet merah.

"Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah," kata AHY dalam pidatonya seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/8/2021).

Walau begitu, AHY juga berpesan agar anak muda diawasi pertumbuhannya. Ia mengingatkan jangan sampai generasi muda kehilangan arah dalam berimajinasi.

"Namun, jangan pula biarkan mereka tumbuh dan berimajinasi tanpa arah," pesan putra Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyoni ini.

Menurutnya, generasi muda sudah seharusnya pantang menyerang demi membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045 mendatang. Ia turut berpesan agar pemimpin tidak membungkam suara generasi muda.

"Muda itu berarti pantang menyerah dan tidak takut gagal. Karena dalam setiap kegagalan, ada pelajaran untuk bangkit, serta ada peluang untuk menang. Bukan dilecehkan, dibungkam, apalagi dimatikan jalannya," pesan AHY.

"Generasi muda justru harus dituntun, sekaligus ditempa. Dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin hebat, menjadi game-changer, history-maker, dan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di masa depan," pungkasnya.

Namun, pidato AHY itu mendapatkan kritikan tajam dari Politikus PSI, Tsamara Amany. Ia menyentil mengenai status privilege AHY.

Melalui akun Twitternya, Tsamara menegur sudah seharusnya orang yang memiliki privilege tidak bicara mengada-ada. Ia bahkan meminta orang dengan status privilege untuk mengakui hak istimewa mereka.

"Sudah waktunya orang yang punya privilege mengakui kalau mereka itu punya privilege, dibanding mengelak & bicara ada-ada. Normalize admitting your privilege," tulis Tsamara di Twitter.

AHY Pesan Anak Muda Jangan Dimanja, Tsamara Beri Sindiran Menohok. (Twitter/@TsamaraDKI)
AHY Pesan Anak Muda Jangan Dimanja, Tsamara Beri Sindiran Menohok. (Twitter/@TsamaraDKI)

Tsamara mengingatkan banyak anak muda di Indonesia yang harus berjuang keras sejak kecil. Salah satunya adalah harus bersekolah sambil bekerja demi menggapai cita-cita.

"P.S: banyak anak muda gak tau apa itu karpet merah karena sejak kecil harus sekolah sambil part-time bantu ortu kerja," pesannya.

Kritikan Tsamara itu langsung dikomentari warganet. Mereka menuliskan beragam pendapat di kolom komentar cuitannya mengenai pidato AHY.

"Ya mungkin beliau gak tahu karena karpet di rumah biru semua," sindir warganet.

"Kalau saya kecil dulu, karpet merah untuk alas tidur karena di lantai dingin," celutuk warganet.

"Anak muda yang nota bene anak orang kaya rata-rata berangkat sekolah ada yang antar jemput, pergaulan pun terbatas, banyak orang tua yang menempatkan anaknya pada posisi penting di perusahaan," komen warganet.

"Yes bener. Dan kebetulan kemudian anak-anak tertentu juga yang akhirnya sadar diujung. Kalau dia baru saja menginjak karpet sembari berlari, untuk menghindari dari kata manja. Hingga akhirnya, sang kaca lah yang buat dia sadar kalau itu adalah dia. Si manja," kritik warganet.

"Sementara anak keluarga menengah ke bawah, dengan susah payah meniti pendidikan, karier di perusahaan dan pergaulan yang luas justru akan meningkatkan intelegensia dan kemandirian," tambah lainnya.

"AHY itu gimana, wong dia itu bisa jadi Ketua Umum Partai Demokrat juga karena karpet merah," sahut warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY Jelaskan Kritik ke Pemerintah: Alasan Kami Sederhana, Demokrat Ingin Pemerintah Sukses

AHY Jelaskan Kritik ke Pemerintah: Alasan Kami Sederhana, Demokrat Ingin Pemerintah Sukses

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:33 WIB

CEK FAKTA: Foto Jokowi Membaca Buku 'SBY Selalu Mangkrak' Benarkah?

CEK FAKTA: Foto Jokowi Membaca Buku 'SBY Selalu Mangkrak' Benarkah?

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 07:17 WIB

Ungkap Kerinduan kepada Ani Yudhoyono, SBY Lantunkan Tembang Sedih Telaga Sunyi

Ungkap Kerinduan kepada Ani Yudhoyono, SBY Lantunkan Tembang Sedih Telaga Sunyi

Jogja | Senin, 23 Agustus 2021 | 20:23 WIB

Ketua Umum Demokrat: Kualitas Demokrasi Habis-Habisan Terdampak Akibat Keserentakan Pemilu

Ketua Umum Demokrat: Kualitas Demokrasi Habis-Habisan Terdampak Akibat Keserentakan Pemilu

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 17:49 WIB

AHY Sayangkan Posisi Kritis ke Pemerintah Dianggap Bentuk Perlawanan, Tak Merah Putih

AHY Sayangkan Posisi Kritis ke Pemerintah Dianggap Bentuk Perlawanan, Tak Merah Putih

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 16:49 WIB

PDIP-PSI Gulirkan Interpelasi, Ketua DPRD: Bukan untuk Jatuhkan Anies

PDIP-PSI Gulirkan Interpelasi, Ketua DPRD: Bukan untuk Jatuhkan Anies

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 18:22 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB